Breaking News
light_mode
Trending Tags

Harmoni Nusantara: Menyingkap Tabir Makna “Kukilo, Wanito, Curigo, Turangga, Wismo” dalam Bingkai Moderasi Beragama dan Tasawuf

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 27 menit yang lalu
  • visibility 3
  • print Cetak

SAMPANG, RI — Kekayaan kebudayaan Nusantara, khususnya tradisi dan falsafah hidup masyarakat Jawa, tidak pernah kehabisan mutiara kearifan yang sarat akan makna filosofis.

Di balik ungkapan klasik yang merefleksikan lambang kesempurnaan dan prestise hidup seorang manusia—yang terangkum dalam kelima unsur Kukilo, Wanito, Curigo, Turangga, dan Wismo—tersimpan sebuah peta jalan kehidupan yang sangat agung.

Menariknya, ketika warisan leluhur ini disandingkan dengan nilai-nilai universal agama-agama yang diakui di Indonesia, terkhusus ajaran Islam yang dipadukan dengan kedalaman tasawuf, kelimanya bertransformasi menjadi sebuah pedoman moral yang universal, sejuk, dan mencerahkan.

Di tengah dinamika kehidupan modern, integrasi antara kearifan lokal (local wisdom) dan nilai spiritual keagamaan menjadi jembatan penting dalam merawat kerukunan serta jati diri bangsa. Mari mengupas secara mendalam bagaimana kelima pilar falsafah ini menemukan titik temunya yang harmonis dalam perspektif kehidupan beragama di Indonesia.

1. Wismo: Fondasi Rumah Tangga dan Baitul Jannati dalam Kehidupan Beragama :
Dalam tatanan falsafah tradisional Jawa, wismo dipahami lebih dari sekadar bangunan fisik tempat berteduh. Ia adalah lambang kemapanan dasar, pusat kehormatan pribadi, serta ruang pertama di mana seseorang menata fondasi kehidupan sosialnya di tengah masyarakat.

Dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia—khususnya Islam—makna wismo ditarik ke dalam ranah yang lebih transenden, yakni cita-cita membangun Baiti Jannati (rumahku surgaku). Tempat tinggal bukan sekadar tempat beristirahat raga, melainkan suaka rohaniah tempat menegakkan nilai-nilai ibadah, mendidik generasi penerus dengan akhlak mulia, serta menebar kedamaian antartetangga.

Dari sudut pandang tasawuf, wismo juga merepresentasikan baitul qalbu (istana hati)—sebuah ruang batin yang harus senantiasa dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati, agar cahaya keilahian dapat bersemayam dengan tenang di dalamnya.

2. Curigo: Ketajaman Pikiran dan Mujahadah Menjaga Kehormatan :
Curigo atau bilah keris yang terselip di warangka melambangkan ketajaman pikiran, kewaspadaan batin, keteguhan prinsip, serta simbol harga diri dan tanggung jawab seorang ksatria dalam melindungi keluarganya dari marabahaya.

Dalam pandangan teologi dan spiritualitas di Indonesia, senjata atau pusaka sejati seorang beriman bukanlah besi berukir, melainkan ketajaman iman dan kejernihan akal sehat yang dibingkai oleh nilai-nilai ketuhanan.

Dalam lintasan tasawuf, curigo mencerminkan konsep mujahadah—yakni kesungguhan dalam berjuang melawan hawa nafsu diri sendiri—serta ketajaman bashirah (mata hati). Ketajaman batin ini berfungsi untuk membedakan secara jernih mana nilai yang hak dan batil, serta menjadi perisai diri dari segala godaan duniawi yang melalaikan manusia dari tujuan penciptaannya.

3. Turangga: Mobilitas Hidup dan Kendaraan Ruhani Menuju Sang Pencipta :
Turangga atau kuda dalam tradisi klasik merepresentasikan sarana mobilitas, kecepatan, ketangguhan, serta kendaraan yang mengantarkan seseorang menempuh medan berat untuk mencapai tujuan hidupnya.

Dalam perspektif keagamaan, segala bentuk kemudahan mobilitas dan sarana transportasi dipandang sebagai nikmat agung dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri. Kendaraan digunakan untuk mempererat tali silaturahmi, mencari nafkah yang halal, menuntut ilmu, dan beribadah.

Lebih jauh lagi, di dalam khazanah tarekat dan ilmu tasawuf, turangga dimaknai secara esoteris sebagai kendaraan ruhani (Al-Markab al-Ruhani). Kuda yang memiliki tenaga besar diibaratkan sebagai simbol potensi diri dan hawa nafsu manusia. Jika tidak dilatih, ia akan menjadi liar dan mencelakakan penunggangnya.

Namun, di tangan seorang salik (penempuh jalan ruhani) yang memegang teguh kendali syariat dan makrifat, “kuda nafsu” tersebut berhasil ditundukkan. Ia diarahkan untuk melaju kencang dengan penuh semangat (himmah al-‘aliyah) mengarungi maqam-maqam spiritual demi menggapai rida Ilahi.

4. Kukilo: Estetika Seni, Kasih Sayang, dan Dzikir Semesta:
Kukilo (burung peliharaan) melambangkan hobi, estetika, seni, serta hiburan batin yang mampu menenangkan pikiran di tengah penatnya dinamika dunia. Suara merdu burung di pekarangan rumah menjadi simbol ketenteraman jiwa seorang manusia.

Dalam ajaran Islam yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia, agama ini sangat menghargai keindahan (Innallaha jamilun yuhibbul jamal). Menyalurkan hobi yang positif, merawat alam, dan menyayangi sesama makhluk hidup adalah wujud nyata dari pengamalan sifat rahmah (kasih sayang), asalkan tidak melalaikan kewajiban utama kepada Sang Pencipta.

Dalam dimensi tasawuf yang lebih mendalam, kicauan burung di alam bebas sering kali direnungkan sebagai bentuk dzikir semesta—sebuah pengingat bahwa seluruh makhluk di bumi senantiasa bertasbih dan memuji keagungan Allah SWT.

5. Wanito: Kemuliaan Pendamping Hidup dan Manifestasi Kasih Sayang Ilahi:
Wanito atau pendamping hidup menempati posisi yang sangat mulia sebagai pengatur keharmonisan rumah tangga, pelita keluarga, serta lambang kesetiaan yang mendampingi dalam suka maupun duka.

Dalam ajaran Islam, kedudukan perempuan ditempatkan pada posisi yang sangat terhormat. Istri yang shalihah diposisikan sebagai quwwatun ‘uyun (penyejuk pandangan dan hati suami), mitra sejati dalam ketaatan beragama, serta madrasah pertama dan utama bagi anak-anak penerus bangsa.

Dalam sudut pandang makrifat, kelembutan, kesetiaan, dan ketulusan seorang pendamping hidup dipandang sebagai cerminan dari manifestasi sifat kasih sayang Tuhan (Ar-Rahman dan Ar-Rahim) yang dititipkan di muka bumi untuk merawat ketenteraman batin umat manusia.

Merajut Harmoni Kebangsaan, perpaduan harmonis antara falsafah luhur budaya lokal dan nilai-nilai luhur keagamaan di Indonesia membuktikan bahwa adat istiadat dan agama bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.

Melalui pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai seperti Wismo, Curigo, Turangga, Kukilo, dan Wanito, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengejar kemapanan materi duniawi, tetapi juga merawat keluhuran budi pekerti, memperkuat ketahanan keluarga, dan menempuh perjalanan spiritual yang bermakna demi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, beradab, serta diridhai Tuhan Yang Maha Esa.

(Ns/Red/RI)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Probolinggo Sidak Sejumlah SPBU Tindak Lanjuti Keluhan Warga Soal BBM Pertalite

    Polres Probolinggo Sidak Sejumlah SPBU Tindak Lanjuti Keluhan Warga Soal BBM Pertalite

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Polda Jawa Timur bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat dan ramainya pemberitaan di media sosial terkait dugaan bahan bakar jenis Pertalite tercampur air di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pada Sabtu (1/11/2025), Satreskrim Polres Probolinggo Polda Jatim langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi, yakni SPBU […]

  • Edarkan Sabu, Seorang Pemuda Berhasil Di Bekuk Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota

    Edarkan Sabu, Seorang Pemuda Berhasil Di Bekuk Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PASURUAN  – RI, Berawal dari informasi masyarakat, bahwa di sekitar Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Gentong Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan sering kali terjadi Peredaran barang terlarang Narkotika jenis Sabu. Hal ini membuat Petugas Kepolisian khususnya Satresnarkoba harus mengambil tindakan cepat dengan melakukan penyisiran dan penyelidikan pada tempat yang telah di curigai. Pada hari Kamis (02/07) sekira pukul […]

  • Polres Pasuruan Kota Gelar Komitmen dan Deklarasi Pilkada Damai 2024, Seluruh Partai Politik Tanda Tangani Kesepakatan

    Polres Pasuruan Kota Gelar Komitmen dan Deklarasi Pilkada Damai 2024, Seluruh Partai Politik Tanda Tangani Kesepakatan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Pasuruan , RI – Dalam rangka menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota Pasuruan, Polres Pasuruan Kota menggelar kegiatan Deklarasi dan Komitmen Pilkada Damai. Acara ini berlangsung di Lapangan Wichaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota dan dihadiri oleh seluruh perwakilan partai politik, penyelenggara pemilu, serta Forkopimda Kota Pasuruan. […]

  • Pembukaan Pelatihan Minuman Ala Cafe Di Buka Wali Kota Mojokerto

    Pembukaan Pelatihan Minuman Ala Cafe Di Buka Wali Kota Mojokerto

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 321
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI, Pemkot Mojokerto melalui Diskoumenaker menyelenggarakan pelatihan minuman ala Cafe sekaligus di buka Walikota Mojokerto “Ika Puspitasari” bagi para Pengusaha Minuman yang terkena imbas dampak Covid-19 di Astoria Convention Hall. Bisnis kuliner merupakan sektor ekonomi yang menjajikan, karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar bahkan sudah menjadi gaya hidup dikalangan masyarakat di […]

  • Mengasah Keterampilan Pelajar: Pelatihan Saka Bhayangkara oleh Satbinmas Polres Landak”

    Mengasah Keterampilan Pelajar: Pelatihan Saka Bhayangkara oleh Satbinmas Polres Landak”

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Landak – RI- Polres Landak ~,Polda Kalbar ~ Sie Humas ~ Sat Binmas Polres Landak yang memberikan latihan kepada anggota Saka Bhayangkara di ruang Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) Polres Landak menunjukkan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para anggota Saka Bhayangkara dengan berjalan aman dan lancar, ” Rabu ( 15/5/2024 ) Latihan ini […]

  • Kapolres Tulungagung Ungkap Modus dan Identitas Pelaku Pembunuhan Di JLS

    Kapolres Tulungagung Ungkap Modus dan Identitas Pelaku Pembunuhan Di JLS

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 313
    • 0Komentar

    TULUNGAGUNG – RI, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH., didampingi Kasat Reskrim AKP Christian Kosasih SIK menggelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pembunuhan TKP JLS yang terjadi pada hari Kamis (29/4/2021). Dari hasil  olah TKP yang dilakukan oleh Unit Inafis Sat Reskrim Polres Tulungagung dan dari hasil otopsi pihak RS dr. Iskak Tulungagung yang […]

expand_less