Reno Handoyo Nahkodai KONI Kabupaten Probolinggo, Pembinaan Atlet dan Kolaborasi Investor Jadi Fokus
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo terpilih, Reno Handoyo, menegaskan komitmennya meningkatkan prestasi olahraga daerah melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan kalangan industri dan investor sebagai bagian dari strategi memperkuat pendanaan pembinaan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Reno Handoyo saat memberikan sambutan usai Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Probolinggo 2026 yang digelar di Madakaripura, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Reno, peningkatan prestasi tidak dapat dicapai hanya melalui peran seorang ketua, melainkan membutuhkan kekompakan seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan pengurus cabang olahraga (cabor).
“Kita akan melakukan sesuatu yang lebih berprestasi. Harapan kami, semuanya bisa kompak dan guyub. Prestasi tidak akan tercapai tanpa dukungan dan kekompakan seluruh pihak,” kata Reno Handoyo.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan kalangan perusahaan dan investor agar ikut berpartisipasi dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo.
“Kami akan melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan sebagaimana arahan Bupati. Harapannya para investor juga ikut bertanggung jawab mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo 2026 dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, pengurus KONI Jawa Timur, pengurus cabang olahraga, serta peserta musyawarah dari berbagai unsur olahraga.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, mengapresiasi peningkatan prestasi yang diraih KONI Kabupaten Probolinggo dalam ajang Porprov Jawa Timur. Menurutnya, peringkat Kabupaten Probolinggo terus mengalami peningkatan, dari posisi ke-29, naik ke peringkat ke-25, hingga menembus peringkat ke-19.
“Prestasi ini patut kita syukuri. Kenaikan peringkat tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan cabang olahraga. Ke depan tentu target kita harus lebih tinggi,” ujar Gus Haris.
Ia menegaskan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus mampu menghadirkan semangat baru dalam pembinaan olahraga. Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, akan mendorong skema pembinaan berbasis bapak asuh dengan melibatkan perusahaan, badan usaha milik negara (BUMN), dunia usaha, serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pembinaan atlet. Kita harus mencari solusi melalui konsep bapak asuh dari perusahaan, CSR, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap olahraga,” katanya.
Selain memperkuat pembinaan atlet, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga mulai mengembangkan konsep sport tourism dengan mengintegrasikan penyelenggaraan kejuaraan olahraga dan potensi wisata daerah.
“Kabupaten Probolinggo memiliki potensi luar biasa, mulai dari pegunungan, pantai, danau hingga air terjun. Event olahraga harus dikolaborasikan dengan potensi wisata sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” tutur Gus Haris.
Sementara itu, Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, H. RB Zainal Arifin, SH, M.Hum., menilai tren peningkatan prestasi Kabupaten Probolinggo menjadi modal penting menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. Namun, ia mengingatkan tantangan pembinaan akan semakin besar seiring bertambahnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dan menurunnya anggaran pembinaan.
“Anggaran KONI Jawa Timur tahun 2026 hanya sekitar Rp30 miliar, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp75 miliar. Namun keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo periode sebelumnya, H. Zainul Hasan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan cabang olahraga atas kontribusi mereka dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. Ia menilai seorang Ketua KONI harus memiliki komitmen, waktu, serta kesiapan mendukung seluruh proses pembinaan atlet.
Melalui kepengurusan baru di bawah Reno Handoyo, Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo 2026 diharapkan menjadi titik awal untuk melanjutkan tren peningkatan prestasi sekaligus mewujudkan target Kabupaten Probolinggo menembus peringkat 15 besar hingga 10 besar pada Porprov Jawa Timur mendatang. (suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar