Soal Pernyataan Kepala BGN Sudaryono, FWP : Itu Pernyataan Pengecut dan lempar Tanggungjawab
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

Soal Pernyataan Kepala BGN Sudaryono, FWP : Itu Pernyataan Pengecut dan lempar Tanggungjawab
Pemalang, RI – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono soal MBG yang sering menyebabkan keracunan di kalangan siswa, kemudian menyalahkan orangtua , guru dan wartawan, dinilai sebagai tindakan pengecut, menutupi kesalahan sendiri dan lempar tanggungjawab.
Jika disimpulkan pernyataan Sudaryono ada dua hal, pertama MBG disebut tidak bermasalah. Kedua, yang bikin rame adalah orangtua, guru dan wartawan.
” Saya nilai pernyataan tersebut sebagai sikap pengecut, menutupi kesalahan sendiri dan lempar tanggungjawab “, tegas Drs.Imam Santoso CPP ketua Forum Wartawan Pemalang (FWP).
Menurut Imam, MBG itu banyak masalah sejak awal, mulai dari perencanaan, anggaran, sarana dan bangunan, rekruitmen karyawan, droping bahan baku, olahan masakan dan tukang masak sampai soal terjadi keracunan.
”Hal-hal semacam itu kok dikatakan tidak ada masalah gimna ? “, tanya Imam Santoso.
Menurut Imam, siapapun ketika melihat makanan dan ternyata sudah basi, ada ulat yang bergerak atau ada bangkai cicak, tentu akan menolak makanan tersebut. Terlebih jika terjadi keracunan massal, puluhan siswa dibawa ke rumah sakit dengan ambulance.
”Melihat keadaan seperti itu guru dan orangtua pasti hawatir, takut anaknya menjadi sakit, kok malah disalahkan “, ujar Imam Santoso.
Kemudian soal wartawan ada kejadian di lapangan, menu MBG basi, makanan mengandung ulat, terjadi keracunan massal, itu semua terjadi dan ada korban, semua sudah memenuhi unsur sebuah tulisan jurnalistik sesuai fakta dan data di lapangan.
” Ketika wartawan menulis berita kok disalahkan, itu gimana ? “, tanya Imam Santoso.
Menurut Imam Santoso sebaiknya Sudaryono belajar public speaking agar tidak asal bicara di depan umum, menyalahkan profesi orang lain dengan maksud menutupi kesalahan sendiri.
Sebagai kepala BGN mestinya Sudaryono jujur, sportip, introspeksi diri dan jangan menyalahkan profesi lain, artinya harus mengakui bahwa MBG masih banyak kekurangan dan pembenahan, baik soal sarana tata ruang, sanitasi, pemilihan bahan baku, soal gizi, tukang masak, termasuk waktu masak.
” Jika terjadi sebuah MBG masakanya mengandung ulat , basi dan menyebabkan keracunan , langsung tutup saja , diberi waktu seminggu untuk perbaikan ” , tegas Imam Santoso. * (red)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar