Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikalisme

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
  • visibility 234
  • print Cetak

JAKARTA – RI, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat Perguruan Tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan. Terutama yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.

Menurutnya, berdasarkan catatan Global Terrorism Index 2022 menyebut bahwa sepanjang tahun 2021, terdapat 5.226 aksi terorisme di seluruh dunia. Korban meninggal dunia yang berjatuhan akibat aksi tersebut mencapai 7.142 jiwa.

“Tidak sedikit dari jumlah tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta; hal ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan,” kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (12/8/2022).

Di Indonesia, kata Gatot, data yang dimiliki oleh Densus 88 terkait aksi terorisme dan penangkapan terhadap pelakunya juga menunjukkan angka yang tinggi. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari penyebaran paham dan gerakan radikalisme dan intoleransi yang utamanya, menyasar kalangan anak-anak muda, termasuk dengan masuk ke wilayah pendidikan.

“Dalam lima tahun terakhir ini saja, dunia pendidikan kita, khususnya kampus, masih menjadi incaran utama kelompok radikal-terorisme,” katanya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, proses infiltrasi paham dan gerakan radikal dan ekstremisme masuk dengan berbagai cara, mulai dari menyusup di kegiatan-kegiatan keagamaan (CISForm, 2018), masjid-masjid kampus (INFID, 2018), dan persebaran buku-buku (PPIM, 2018).

Pola penyebarannya pun tidak lagi dilakukan hanya melalui medium dakwah dan forum-forum halaqah, tetapi sudah merambah ke media sosial (cyber space) dan jalur-jalur pertemanan.

“Hasilnya, sebagaimana dilaporkan PPIM (2020), 24,89% mahasiswa Indonesia terindikasi memiliki sikap intoleran. Dari sumber lain, Alvara Research (2020) melaporkan bahwa 23,4% mahasiswa dan pelajar Indonesia mengaku anti-Pancasila dan malah pro-khilafah. Data-data ini tentu mengkhawatirkan, tetapi bukan berarti tidak bisa kita kalahkan,” katanya.

Sel Tidur

Sebagai pintu terakhir sebelum menggumpal menjadi Terorisme, Radikalisme adalah sikap atau mental yang menyetujui dan mendukung penggunaan aksi-aksi kekerasan untuk mencapai suatu tujuan.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. secara lebih spesifik menjelaskan bahwa seseorang dapat dicurigai terjangkit Radikalisme apabila menunjukkan bentuk-bentuk aksi seperti mengapresiasi aksi Terorisme, tidak mengecam aksi Terorisme, menunjukkan dukungan melalui unggahan di Media Sosial, mencurigai aksi teror sebagai rekayasa, dan sebagainya.

“Jika sikap dan pemahaman ini tidak segera diintervensi, sangat mungkin seseorang yang sudah radikal menjadi teroris. Yang bersangkutan bukan lagi mendukung dan menyetujui aksi-aksi kekerasan, tetapi sudah terlibat langsung dengan menjadi pelaku atau eksekutor aksi-aksi kekerasan tersebut,” ujar Gatot.

Hal yang harus dipahami bersama, lanjut Gatot, radikalisme terjadi secara bertahap dan dengan kadar yang berbeda-beda pula. Umumnya, Radikalisme bermula dari Intoleransi, yakni sebuah pemahaman dan sikap yang menolak keberadaan kelompok lain; risih dengan perbedaan.

“Itu sebabnya, tidak sedikit pakar dan pengamat yang menyebut radikalisme ibarat sel tidur yang sewaktu-waktu dapat tergerak untuk melakukan aksi-aksi anarkis,” katanya.

Lima Sebab

Ia pun memaparkan ada lima sebab kenapa anak-anak muda tertarik pada narasi atau bahkan gerakan intoleran dan radikal. Pertama, mereka sedang mencari identitas diri. Studi yang dilakukan oleh The United States Institute of Peace pada 2010 menunjukkan bahwa 2.032 militan asing jaringan Alqaeda berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar; mereka adalah orang-orang yang sedang mengembara untuk menemukan jati dirinya.

Kedua, mereka membutuhkan perasaan kebersamaan. Kelompok teroris pandai memanfaatkan para remaja yang sedang resah terhadap kondisi emosionalnya. Mereka ingin mencari kebersamaan yang kadang tidak mereka dapatkan dari keluarganya.

Ketiga, mereka ingin memperbaiki apa yang dianggap mencederai rasa keadilan. Para remaja ini memiliki semangat yang menggebu-gebu dan idealisme yang tinggi untuk melakukan perubahan, hal inilah yang juga dimanfaatkan oleh kelompok teroris.

Keempat, mereka sedang membangun citra diri. Kelompok remaja sangat ingin terlihat menonjol atau eksis, karenanya mereka cenderung tidak segan untuk melakukan berbagai cara untuk tampil impresif, termasuk di antaranya adalah dengan menjadi bagian dari kelompok dan gerakan ekstremis.

Kelima, mereka memiliki akses yang luas untuk berinteraksi dengan siapa pun di dunia maya, termasuk dengan kelompok radikal. Persinggungan di dunia maya inilah yang kerap menjadi permulaan bagi kalangan muda untuk bergabung dengan kelompok teroris.

“Khusus pada poin terakhir, banyak kalangan yang menyebut media sosial telah membuat kalangan anak-anak muda semakin rentan, terutama –sebagaimana dikemukakan dalam temuan Wahid Foundation (2017)—karena kalangan muda lebih senang belajar agama dari media sosial, dengan ustaz/ah yang belum tentu terjamin kualitas keilmuan dan akhlaknya,” katanya.

Melawan dengan Kebersamaan

Gatot mengatakan, penanggulangan bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan perguruan tinggi harus diprioritaskan, selain karena hal ini merupakan bagian dari tiga dosa besar di dunia pendidikan yang sedang gencar dihilangkan oleh pemerintah, radikalisme dan terorisme juga berpotensi besar menghancurkan bukan saja negara, tetapi kemanusiaan dan peradaban kita.

Untuk itu, Polri serius membangun kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk melawan segala bentuk ajaran dan gerakan kekerasan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan nasional, masifikasi program kontra-ideologi, deradikalisasi, netralisasi media, serta netralisasi situasi.

“Pihak kampus pun harus lebih aktif menjadi, meminjam istilah Kadensus 88, kampus inklusi anti-intoleransi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pertama, membuka lebih banyak ruang perjumpaan di dalam kampus; tak boleh ada organisasi mahasiswa yang bersifat eksklusif. Kampus juga harus tegas soal regulasi anti-radikalisme di internal masing-masing. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan kesepakatan bersama untuk selalu patuh dan menjunjung tinggi empat komitmen dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kampus juga harus selalu memastikan materi pembelajaran mengandung pandangan keagamaan moderat dan bernuansa wawasan kebangsaan,” katanya.

“Hanya dengan komitmen dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama mengalahkan paham dan gerakan kekerasan,” katanya mengakhiri. (mjb/tg red humas)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bos Maspion Dorong Wisudawan UMM Berbisnis Sejak Dini

    Bos Maspion Dorong Wisudawan UMM Berbisnis Sejak Dini

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 249
    • 0Komentar

    MALANG – RI, Universitas Muhamammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Wisuda ke-98 periode IV tahun 2020. Agenda yang berlokasi di Hall Dome UMM tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/12) dan menghadirkan Dr. Alim Markus sebagai Tamu. Ia merupakan Chief Executive Officer (CEO) dari Maspion Group. Alim Markus memulai orasi ilmiah dengan menceritakan kisah masa mudanya. Ia sama […]

  • Pembukaan Pendidikan Dan Latihan Integrasi Dikmaba TNI AD Dan Diktukba Polri TA 2021

    Pembukaan Pendidikan Dan Latihan Integrasi Dikmaba TNI AD Dan Diktukba Polri TA 2021

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 279
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Sekolah Polisi Negara (SPN). Senin (13/12/2021) pagi, menggelar Upacara Pembukaan Pendidikan dan Latihan Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri TA 2021. Yang dilaksanakan di SPN Polda Jatim. Dalam Upacara tersebut, dibuka secara langsung oleh Brigjen TNI R. Edi Setiawan S.H, selaku Dirren Kodiklat AD, dan didampingi Brigjen Pol Drs. Mujiono S.H, […]

  • Tindaklanjuti Kapolri Launching Gugus Tugas Polri, Polres Probolinggo Kota Tanam 1000 Bibit Jagung Merah

    Tindaklanjuti Kapolri Launching Gugus Tugas Polri, Polres Probolinggo Kota Tanam 1000 Bibit Jagung Merah

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaunching Gugus Tugas Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Gugus Tugas Polri ini nantinya akan melaksanakan sejumlah program berkaitan dengan pangan yang mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Acara yang dilaksanakan di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/11/2024) tersebut […]

  • Prestasi Membanggakan: Kapolsek Kuala Behe Raih Juara 2 di Kejuaraan Grasstrack

    Prestasi Membanggakan: Kapolsek Kuala Behe Raih Juara 2 di Kejuaraan Grasstrack

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Polres Landak ~ Polda Kalbar, ~ Sie Humas ,RI- Kejuaraan Provinsi Grasstrack dilaksanakan dengan sukses di Sirkuit Juang Ngabang. Acara tersebut diikuti oleh beberapa tim dan berbagai kelas, menampilkan persaingan ketat dari para peserta. Salah satu sorotan utama dari kejuaraan ini adalah penampilan gemilang dari Kapolsek Kuala Behe, Ipda Donny Pati, ” Minggu (4/8/2024) Ipda […]

  • Disdagkoperin Kota Cimahi Selenggarakan Pagelaran Festival Industri Kota Cimahi

    Disdagkoperin Kota Cimahi Selenggarakan Pagelaran Festival Industri Kota Cimahi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sekda kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan Saat buka Festifal Industri Cimahi, RI,  –Disdagkoperin Kota Cimahi Selenggarakan festifal Industri Tahun 2024Acara tersebut digelar di Taman Alun-alun kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Festival Industri tersebut di gelar untuk menjual produk Industri Kecil Menengah (IKM), seperti pameran hasil hasil Pendidikan vokasi bidang industri seperti prototipe/produk industri hasil rekayasa […]

  • Pemdes Pandian Melaksanakan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai(BLT-DD)Tahap III Anggaran Tahun 2020

    Pemdes Pandian Melaksanakan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai(BLT-DD)Tahap III Anggaran Tahun 2020

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 259
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) tahap III penanganan Covid-19 kepada masyarakat Jum’at (10/07/2020) bertempat di Balai Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep Kabupaten Sumenep Madura Jawa timur. Sebelum acara dimulai Camat Kota Heri Santoso memberikan penjelasan kepada Penerima Manfaat bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) ini ada perpanjangan waktu selain menerima yang 600 (enam […]

expand_less