Kapolres Sumenep Apresiasi Buku: “Jejak Kaum Aktivis”
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 16 Des 2022
- visibility 415
- print Cetak

SUMENEP – RI, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur gelar Acara bedah buku “Jejak Kaum Aktivis”, Kamis 15 Desember 2022 bertempat di Aula Assyarkawi kampus INSTIKA Guluk Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur.
Kegiatan tersebut merupakan rentetan acara pada pembukaan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) ke XX INSTIKA.
“Qudsiyanto” sang penulis buku “Jejak kaum Aktivis” mengulas panjang lebar tentang proses penulisan buku hingga diterbitkan. Mantan Ketua PC PMII Sumenep itu menyebut masalah yang saat ini marak terjadi di Dunia Mahasiswa menjadi salah satu latar belakang tema penulisan buku tersebut yang dibuat berupa buku Novel.
Buku novel ini berangkat dari pengalamannya selama aktif berproses menjadi Mahasiswa.
“Bagi saya menjadi Mahasiswa bukan soal Dunia Kampus saja, lebih dari hal itu kita juga harus kritis terhadap lingkungan sekitar,” tutur Qudsiyanto kepada seluruh Mahasiswa yang hadir.
Syamsuni salah seorang Jurnalis sebagai pembanding 1 mengatakan buku “Jejak Kaum Aktivis” harus diapresiasi oleh publik, sebab seorang aktivis yang disibukkan dengan berbagai hal masih mempunyai kesempatan untuk menulis karya berupa Novel.
“Saya sangat mengapresiasi terhadap penulis, karena dalam Novel ini kita dapat mengambil pelajaran supaya Mahasiswa disamping belajar juga harus mampu mengkritisi hal-hal yang sekiranya menyimpang dari kebenaran, lebih-lebih soal lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko selaku pembanding 2 mengaku merasa senang ketika membaca buku tersebut. Dia merasa diajak untuk mengingat kejadian-kejadian 20 tahun silam sewaktu menjadi Mahasiswa yang juga pernah ikut turun jalan.
“Novel ini membawa saya mengingat terhadap kenangan pahit dan manis selama menjadi Mahasiswa,” tuturnya.
Komandan Edo sapaan akrabnya juga menceritakan pengalamannnya selama menjadi Mahasiswa. Dia mengaku sering dihadapkan dengan berbagai persoalan sekitar. Dari itu, Dia cukup berharap kepada Mahasiswa untuk berani kritis selama berada dijalan yang benar,” pintanya.
Mahasiswa sekarang harus sering-sering diskusi, kajian dan kritis terhadap setiap persoalan, lebih-lebih persoalan yang melibatkan sosial,” harap Kapolres Edo. (ARDI/M.one)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar