Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 323
  • print Cetak

KUBU RAYA,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Probolinggo Bersama Warga Percantik Destinasi Wisata Pantai Dukung Gerakan Indonesia Asri

    Polres Probolinggo Bersama Warga Percantik Destinasi Wisata Pantai Dukung Gerakan Indonesia Asri

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PROBOLINNGO,RI- Keindahan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh panorama alamnya, tetapi juga oleh kebersihan dan kepedulian bersama. Sejalan dengan semangat tersebut, Polres Probolinggo bersinergi dengan masyarakat melaksanakan aksi kerja bakti di sejumlah kawasan wisata pantai, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri bersama masyarakat dalam menjaga dan merawat destinasi wisata agar tetap bersih, […]

  • Sukseskan PON XX Di Papua, Kodim 0819/Pasuruan Pasang Baliho Di Wilayah Koramil Jajaran

    Sukseskan PON XX Di Papua, Kodim 0819/Pasuruan Pasang Baliho Di Wilayah Koramil Jajaran

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Salah satu bentuk dukungan guna mensukseskan penyelenggaraan PON XX Peparnas XVl Papua yang menyisakan beberapa hari kedepan,  Jajaran Kodim 0819/Pasuruan turut ikut mensosialisasikan dengan memasang Baliho ataupan Banner secara serentak di jajaran Koramil, Kamis (16/9/21) Perhelatan akbar 4 (empat) tahunan ini akan digelar selama 2 (dua) pekan, yakni sampai tanggal 15 Oktober […]

  • Kesiap Siagaan Polsek Kraton Cegah Gangguan Kamtibmas

    Kesiap Siagaan Polsek Kraton Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Anggota Polsek Kraton Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan kesiap siagaan dalam memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Kraton. Rabu (24/1/2024). Polsek Kraton telah melakukan berbagai langkah preemtif dan preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Salah satu langkah yang diambil adalah peningkatan patroli di perkampungan dan wilayah yang diidentifikasi […]

  • Polri: Rekrutmen Anggota dari Santri hingga Hafiz Quran Akan Terus Dilakukan

    Polri: Rekrutmen Anggota dari Santri hingga Hafiz Quran Akan Terus Dilakukan

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 248
    • 0Komentar

    JAKARTA – RI, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan, usulan Cendekiawan Muslim, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i yang meminta Santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) sudah dilakukan. Bahkan sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen Anggota Polri bersumber dari Pesantren, Hafiz Alquran hingga siswa berprestasi agama lainnya. “Polri dari tahun 2017 sampai dengan […]

  • Enam Pejabat Esselon II Dilantik Langsung PJ Walikota Tasikmalaya

    Enam Pejabat Esselon II Dilantik Langsung PJ Walikota Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kota Tasikmalaya, RI – Kamis, ( 5/10/23) bertemptat di Aula Balai Kota dilangsungkan pelantikan eselon dua oleh PJ Wali Kota Tasikmalaya berlangsung hidmat.Adapun yang dilantik dalam kesempatan tersebut enam pejabat diambil sumpahnya oleh PJ Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Ivan Dicksan dan Kepala BKPSDM.PJ Walikota Cheka Virgowansyah dalam sambutannya pelantikan merupakan […]

  • Team 11 Dan TKBM Melaksanakan Penyaluran Bantuan Sembako Pada Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

    Team 11 Dan TKBM Melaksanakan Penyaluran Bantuan Sembako Pada Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 244
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Team 11 dan TKBM menyalurkan bantuan Sembako kepada Anak Yatim dan Kaum Dhuafa sebanyak 40 (empat puluh ) orang yang bertempat di Rumah Wakil Ketua Team 11 Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Kamis (29/04/2021). Acara tersebut dimulai pukul 10.00 WIB sampai selesai, dihadiri langsung Koordinator TKBM dan […]

expand_less