Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 362
  • print Cetak

KUBU RAYA,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERKUAT SWASEMBADA PANGAN, PEMKAB SAMOSIR TANAM PADI GOGO DI SITAOTAO

    PERKUAT SWASEMBADA PANGAN, PEMKAB SAMOSIR TANAM PADI GOGO DI SITAOTAO

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    SAMOSIR, RI –Gerakan tanam serentak padi gogo adalah sebuah inisiatif untuk meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Gerakan ini untuk meningkatkan produksi padi gogo, yang dapat ditanam di lahan kering dan memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Untuk tahun 2025, Gerakan ini juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Ketapang dan Pertanian […]

  • Pastikan Kualitas Makanan Warga Binaan, Karutan Batam Kontrol Langsung ke Dapur Sehat

    Pastikan Kualitas Makanan Warga Binaan, Karutan Batam Kontrol Langsung ke Dapur Sehat

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Batam, RI-Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam terus bertekad dalam menerapkan dapur sehat untuk memenuhi standar makanan bersih dan bergizi bagi warga binaan. Didampingi Pejabat struktural dan petugas dapur, Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo melaksanakan kontrol dapur sehat Rutan Batam untuk memeriksa secara langsung kualitas makanan yang diberikan pada warga binaan,Rabu (05/01).Dalam penjelasannya, Karutan […]

  • Kasus Baru, Empat Orang Warga Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat Dinyatakan Positif Terpapar Covid-2019

    Kasus Baru, Empat Orang Warga Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat Dinyatakan Positif Terpapar Covid-2019

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 404
    • 0Komentar

    LAMPUNG – RI, Empat orang warga Kelurahan Tugusari Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berdasarkan hasil test Swab yang dilakukan pihak Medis setempat beberapa waktu lalu. Keempat warga yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, yakni Tuan  DT (63) dan MG (17), kemudian Ny. H (57) serta Ny. NA (31), […]

  • Kepala SMKN 1 Tuban Raih Penghargaan Literasi, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi

    Kepala SMKN 1 Tuban Raih Penghargaan Literasi, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    TUBAN, RI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh keluarga besar SMK Negeri 2 Tuban. Bapak Sucipto, S.Pd., M.M., selaku Plt. Kepala SMKN 2 Tuban, menerima penghargaan sebagai Kepala Sekolah dengan Buku Terbanyak pada kegiatan Launching, Pameran, dan Bedah Buku Insan Pendidikan se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan agenda literasi tingkat provinsi yang bertujuan untuk […]

  • Pemkot Mojokerto Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Siswa Baru, Bentuk Dukungan Akses Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

    Pemkot Mojokerto Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Siswa Baru, Bentuk Dukungan Akses Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pemkot Mojokerto Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Siswa Baru. (Kom) Kota Mojokerto, RI — Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Melalui program bantuan perlengkapan sekolah gratis, ribuan siswa baru dari jenjang TK, SD sederajat, dan SMP sederajat di Kota Mojokerto mulai menerima bantuan berupa seragam, sepatu, tas, dan […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.012 Gram Sabu di Batam

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.012 Gram Sabu di Batam

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    BATAM,RI- 1 Oktober 2025 – TNI AL Babinpotmar Sagulung Kodaeral IV berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1.012 gram di Pelabuhan Rakyat Sagulung, Tanjung Uncang, Kota Batam. Dua kurir berinisial R (40) dan S (33) diamankan bersama barang bukti. Wakil Komandan Kodaeral IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han dalam siaran pers yang […]

expand_less