Dugaan Praktik Tengkulak BBM Muncul Di Tongas Wetan, APH Diminta Turun Tangan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dengan nomor SPBU 54.672.08 di Jalan Raya Tongas, menjadi perhatian sejumlah warga. Mereka menduga terdapat pembelian BBM bersubsidi secara berulang oleh sejumlah pihak yang oleh warga setempat disebut sebagai tengkulak.
Menurut keterangan sejumlah warga, aktivitas tersebut diduga melibatkan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk membawa BBM dalam jumlah tertentu. Selain itu, terdapat pula dugaan penggunaan kendaraan jenis Panther serta drum untuk melakukan pembelian BBM jenis Solar.
Warga menyebut aktivitas pengisian tersebut diduga berlangsung berulang kali. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima wartawan, sejumlah pembeli disebut telah berada di sekitar SPBU sejak sebelum waktu subuh dan kemudian melakukan pengisian BBM beberapa kali.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat yang hendak membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari mengaku merasa terganggu. Mereka harus mengikuti antrean, sementara terdapat pembeli yang diduga melakukan pengisian secara berulang.
“Saya setiap hari harus antre. Tengkulak sudah datang sebelum subuh bersama rekan-rekannya. Mereka mengisi sendiri tanpa bantuan operator SPBU,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas pengisian tersebut. Mereka berharap apabila benar terdapat pembelian BBM bersubsidi secara tidak wajar dan berulang, pihak pengelola SPBU dapat mengambil langkah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, informasi yang diterima wartawan menyebutkan adanya sebuah lokasi yang diduga digunakan untuk memindahkan atau menampung BBM yang sebelumnya dibeli dari SPBU. Lokasi tersebut disebut berada di sebelah timur SPBU, tepatnya di sebuah gang yang mengarah ke selatan dengan akses jalan paving block.
Namun, informasi mengenai lokasi tersebut maupun dugaan aktivitas pemindahan BBM tersebut masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sementara itu, salah seorang sumber yang mengaku mengetahui aktivitas pembelian BBM tersebut juga menyampaikan adanya dugaan keuntungan atau pemberian fee tertentu dalam praktik pembelian secara berulang. Sumber tersebut menyebut angka sekitar Rp5.000 per jeriken yang diduga diberikan kepada pihak tertentu.
Informasi mengenai dugaan pemberian fee tersebut masih berupa keterangan sumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, diperlukan klarifikasi serta pemeriksaan dari pihak terkait untuk mengetahui apakah benar terdapat praktik sebagaimana yang dituduhkan.
Warga berharap pengelola SPBU Tongas Wetan dapat meningkatkan pengawasan terhadap proses pengisian BBM bersubsidi. Mereka juga meminta agar dipasang papan atau spanduk berisi larangan pembelian BBM subsidi secara tidak wajar maupun pengisian berulang yang berpotensi merugikan masyarakat.
“BBM bersubsidi seharusnya dapat dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan. Kalau pembelian dilakukan berulang kali dalam jumlah besar, masyarakat yang mengantre akhirnya dirugikan,” ujar warga lainnya.
Atas informasi dan dugaan tersebut, masyarakat meminta pihak berwenang, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH), melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap aktivitas pengisian BBM di SPBU Tongas Wetan 54.672.08.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi, warga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan hukum serta peraturan yang berlaku.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar