Bangunan Kios Pasar Desa Mangkrak, Sekretaris Desa Jazuli Diduga Malah Mengintimidasi Pemuda Kartar Dusun Sooko

GRESIK – RI, Banyaknya temuan serta kejanggalan mengenai pembangunan yang dibiayai oleh anggaran Dana Desa (DD) di tahun 2021 yang beralokasi di Desa Sooko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik.

Diketahui bahwa pembangunan mangkrak dan tidak jelas serta banyak kejanggalan dan adanya dugaan mangkraknya bangunan tersebut dikarenakan adanya korupsi.

Sangat disayangkan anggaran yang sudah terserap yang seharusnya peruntukan bagi pembangunannya jelas serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sampai saat ini tanggal 22/07/2022 tidak kunjung diselesaikan.

Foto : Kios Pasar Desa Yang Mangkrak

Padahal aturan dari Kementerian sudah sangat jelas. Diduga kuat adanya persekongkolan mengenai dugaan Korupsi di Pemerintahan Desa Sooko di era tahun 2020-2021, hal ini dikarenakan banyaknya alokasi bangunan yang dibiayai oleh anggaran Dana Desa (DD) masih terlihat mangkrak dan tidak selesai atau tidak jelas, juga tidak adanya papan nama anggaran alokasi bangunan yang Mangkrak tersebut.

Mangkraknya Kios Pasar Desa yang beraloksi di Dusun Sooko yang sudah dilaporkan ke Tipikor Polres Gresik oleh Aris Gunawan selaku Ketua LSM Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (Gempar) masyarakat, serta Pemuda Karang Taruna Dusun Sooko berharap untuk bisa mengawal sampai tuntas adanya dugaan penyelewengan atau penggelembungan mengenai anggaran Dana Desa yang sudah terserap atau terealisai di tahun2020- 2021.

Adanya informasi mengenai intimidasi Pemuda Kartar Dusun Sooko, kami selaku Wartawan Radar Indonesia meminta keterangan langsung kepada saudara Jazuli selaku Sekretaris Desa juga Ketua Koordinator TPK untuk menjelaskan adanya pengaduan Pemuda Kartar mengenai intimidasi tersebut. Dan terkait adanya  temuan bangunan di lokasi Sendang Dusun Sooko.

Foto : Sarana Prasarana Perpustakaan / Taman Bacaan

Kami mendapatkan jawaban langsung dari Sekretaris Desa selaku Koordinator TPK tersebut perihal intimidasi Pemuda Kartar.

“Saya hanya menanyakan siapa yang menulis nama saya Jazuli, hanya itu saja tidak ada kata-kata yang saya lontarkan atau dianggap mengintimidasi,” kata Sekdes.

Terus kami menanyakan mengenai bangunan yang ada di pinggir jalan di lokasi Sendang Dusun Sooko mengenai bangunan yang selama ini jadi polemik di masyarakat.

Dikarenakan bangunan tersebut tidak melalui Musyawarah Dusun serta tidak adanya kejelasan Pagu Anggaran, juga peruntukan yang jelas karena menurut masyarakat adanya bangunan tersebut sangat membahayakan, dikarenakan bangunan tersebut tidak adanya lahan parkir yang aman.

Lalu kami selaku Wartawan Radar Indonesia menanyakan anggaran yang dibuat pembangunan tersebut, ternyata dibangun menggunakan anggaran Dana Desa DD menurut Sekdes anggaran tersebut mencapai 60 juta.

Kami berharap kepada Dinas terkait di Kabupaten Gresik, Dinas Inspektorat BPK untuk segera bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi fisik bangunan yang selama ini menjadi polemik di masyarakat.

Dikarenakan adanya dugaan tindak pidana korupsi mengenai pembangunan tersebut. Bersambung… (NS/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.