Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 327
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Capai Hasil Signifikan, Sinergitas Koramil Pacet Bareng Baznas Bedah Rumah Warga Masuk Tahap Pemasangan Atap

    Capai Hasil Signifikan, Sinergitas Koramil Pacet Bareng Baznas Bedah Rumah Warga Masuk Tahap Pemasangan Atap

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 298
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Koramil 0815/16 Pacet Kodim 0815/Mojokerto bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Mojokerto terus melanjutkan kegiatan karya bakti bedah rumah milik Ibu Sari (65), warga Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Hingga saat ini, Sabtu (07/12/2024) kegiatan Karbak yang dilakukan personel Koramil Pacet secara gotong royong bersama masyarakat setempat telah memasuki tahap […]

  • 509 ASN di Sumenep Manipulasi Absensi Digital, Ini Kata Bupati

    509 ASN di Sumenep Manipulasi Absensi Digital, Ini Kata Bupati

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sumenep, RI – 509 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur manipulasi absensi digital Smart Id Card (SIC) saat ini sudah diperiksa. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo terkait ASN yang manipulasi absensi itu tidak memberikan contoh yang baik.Hal ini diketahui berdasarkan surat edaran Sekretaris Daerah tertanggal 19 Januari 2024 […]

  • Pemkot Cimahi Raih Penghargaan Opini WTP Yang ke 11 Dari BPK

    Pemkot Cimahi Raih Penghargaan Opini WTP Yang ke 11 Dari BPK

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Barat, Sudarminto Eko Putra memberikan penghargaan predikat WTP atas laporan keuangan Pemkot Cimahi 2023. Kepada(Pj) Walikota Cimahi, Dicky Saromi dan Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Zulkarnain. Cimahi. RI, – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) kembali memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kota Cimahi  dengan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) […]

  • Polres Singkawang Kalaborasi Dengan LSM G2 dan DPD IWO.I Kota Singkawang Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan

    Polres Singkawang Kalaborasi Dengan LSM G2 dan DPD IWO.I Kota Singkawang Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 215
    • 0Komentar

    SINGKAWANG, RI – Kalbar – Polda Kalbar, Polres Singkawang berbagi takjil dibulan Suci Ramadhan yang penuh berkah kepada pengguna jalan, di jalan jendral sudirman Roban Singkawang Tengah bersama LSM G2 juga DPD IWO.I Kota Singkawang. Sabtu (22/03/2025) pukil 16.00 wib Polres Singkawang menggelar kegiatan berbagi takjil dengan melibatkan awak media dan LSM G2 bertempat di […]

  • Gerak Cepat, Babinsa Koramil 1202-02/Sks Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Perkebunan Warga

    Gerak Cepat, Babinsa Koramil 1202-02/Sks Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Perkebunan Warga

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Singkawang, RI – Babinsa Koramil 1202-02/Singkawang Selatan bersama MPA dan warga sigap membantu memadamkan api yang membakar lahan milik warga dengan alat seadanya. Di ketahui Kebakaran lahan perkebunan milik warga seluas +-3 Hektar terjadi di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota. Singkawang.Senin,(29/7/2024). Danramil 1202-02/Sks, Peltu Kemal Lukmansyah mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi kebakaran Lahan Perkebunan Warga […]

  • Terlambatnya PG Jatiroto Bayar Petani, PG Nunggu Harga Gula Naik

    Terlambatnya PG Jatiroto Bayar Petani, PG Nunggu Harga Gula Naik

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 488
    • 0Komentar

    LUMAJANG – RI, PG Jatiroto adalah Perusahaan Gula terbesar di Pulau Jawa, Perusahaan ini berdiri sejak zaman Kolonial Belanda. Sudah banyak Perusahaan Gula di Tanah Air yang pasang surut sepanjang sejarah, PG Jatiroto tetap exsis dan berdiri kokoh. PG tersebut terletak di Desa Kaliboto Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang Jatim. Ditemui Awak Media Radar Indonesia.com di […]

expand_less