Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 311
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa Masker, Puluhan Warga Di Pasar Hewan Grati Terjaring Petugas

    Tanpa Masker, Puluhan Warga Di Pasar Hewan Grati Terjaring Petugas

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 314
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Berbagai upaya yang dilakukan Forkopimka bersama Aparat dari Koramil 0819-05/Grati dan Polsek guna mencegah penularan virus Covid-19, hari ini untuk kesekian kalinya Tiga Pilar melaksanakan Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di lokasi Pasar Hewan di Wilayah Kecamatan Grati. Sasarannya Operasi tersebut menertibkan warga yang melanggar aturan Pemerintah tentang anjuran mematuhi Prokes 5M. […]

  • Patroli Malam di Simpang Vit, Polri Jaga Keamanan Warga di Tengah Kesibukan Libur Natal dan Tahun Baru

    Patroli Malam di Simpang Vit, Polri Jaga Keamanan Warga di Tengah Kesibukan Libur Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 278
    • 0Komentar

    SINGKAWANG ,RI– Polda Kalbar- Polres Singkawang, Dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Polri bersama tim gabungan melaksanakan patroli malam di kawasan pusat perbelanjaan dan pertokoan sekitar Simpang Vit, Minggu (29/12/2024). Kegiatan yang berlangsung malam hari ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Kapuas 2024, yang bertujuan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi […]

  • Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya

    Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Post Views: 165

  • Respon Cepat, Koramil Pacet – BPBD – Dinas PUPR Hingga Warga Kompak Evakuasi Material Longsor

    Respon Cepat, Koramil Pacet – BPBD – Dinas PUPR Hingga Warga Kompak Evakuasi Material Longsor

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 326
    • 0Komentar

    MOJOKERTO,RI – Koramil 0815/16 Pacet Kodim 0816/Mojokerto bersama BPBD, dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto serta warga merespon cepat terjadinya tebing longsor yang berlokasi di Jalan Dusun Kembengan Desa Cepokolimo yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas, pada Senin (27/02/2023). Danramil 0815/16 Pacet Kapten Caj M. Lutfi Anam, melalui Babinsa Serka Anang Yuli Wahyudi yang […]

  • Bermodal Informasi Warga, Sat Resnarkoba Polres Landak Berhasil Bekuk Pengedar Shabu

    Bermodal Informasi Warga, Sat Resnarkoba Polres Landak Berhasil Bekuk Pengedar Shabu

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Polda Kalbar, RI – Anggota Sat Resnarkoba Polres Landak kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Pada hari Selasa tanggal 09 Juli 2024, anggota Sat Resnarkoba Polres Landak mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa seorang warga berinisial MR diduga membawa narkotika jenis shabu. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung melakukan serangkaian penyelidikan Penangkapan dilakukan pada hari yang sama, […]

  • Tatap Muka Kapolres Landak: Sinergi untuk Pilkada Damai 2024

    Tatap Muka Kapolres Landak: Sinergi untuk Pilkada Damai 2024

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Landak RI,- Polres Landak~ Polda Kalbar ~ Sie Humas ~ Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan, S.H., S.I.K., M.M., mengadakan kegiatan tatap muka dengan Forkopincam, FKPM, para tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), dan tokoh adat (Todat) di Aula Kecamatan Sengah Temila, Dusun Baratus, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Kegiatan ini bertujuan […]

expand_less