Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 291
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Program Sekolah Berbagi, Wali Kota Bagikan 38.318 Paket Bingkisan Bagi Masyarakat

    Melalui Program Sekolah Berbagi, Wali Kota Bagikan 38.318 Paket Bingkisan Bagi Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 204
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Upaya membentuk karakter yang kuat pada anak serta memiliki kepedulian pada sesama, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Probolinggo mengimplementasikan dalam Gerakan Sekolah Berbagi. Hal ini terpantau saat Pemkot Probolinggo melakukan gebrakan penuh berkah dihari ke 21 masuki Ramadan 1446 Hijriah atau bertepatan dengan hari Jum’at (21/3). Gerakan Sekolah Berbagi, yang dilakukan secara serentak, […]

  • Koramil 0815/14 Dlanggu Aktif Dukung Program BIAN

    Koramil 0815/14 Dlanggu Aktif Dukung Program BIAN

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 268
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Kodim 0815/Mojokerto melalui Koramil jajaran terus melakukan upaya maksimal dalam rangka mendukung program pemerintah khususnya di bidang kesehatan dengan melakukan pendampingan dan monitoring kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Kali ini, Kamis (13/04/2023), Koramil 0815/14 Dlanggu Kodim 0815/Mojokerto melalui Babinsa Pohkecik Serda I Kadek Warnata bersama Kepala Desa Pohkecik Sigit Istidarmo, S.Pd., […]

  • Siap Selenggarakan Pilkades Serentak BPD  Se Kecamatan Kemlagi Bentuk Forum BPD

    Siap Selenggarakan Pilkades Serentak BPD Se Kecamatan Kemlagi Bentuk Forum BPD

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 299
    • 0Komentar

    MOJOKERTO,RI – Tahun 2019 adalah tahun politik khususnya di Kabupaten Mojokerto yang akan diadakan pemilihan Kepala Desa serentak tepatnya pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 penyelenggaraan Pemilihan Kades adalah tugas fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sehingga tahapan sebagian sudah dilaksanakan diantaranya pembentukan panitia Pilkades.             Pembuatan tahapan perencanaan anggaran disamping itu BPD juga punya […]

  • PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Raja Berikan Bantuan Material Pembangunan Gereja

    PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Raja Berikan Bantuan Material Pembangunan Gereja

    • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 333
    • 0Komentar

    TAPANULI UTARA – RI, Sebagai Perusahaan besar PT. Toba Pulp Lestari sektor Aek Raja Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara yang memiliki tanggung jawab sosial yang begitu besar. Bukan saja terhadap keberlangsungan usaha perusahaan jangka panjang, tetapi juga turut memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang seluas-luasnya. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan kepada masyarakat terutama di bidang […]

  • Kapolres Pasuruan Tingkatkan Pengamanan Upacara Yadnya Kasada Suki Tengger Tahun 2025

    Kapolres Pasuruan Tingkatkan Pengamanan Upacara Yadnya Kasada Suki Tengger Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI- Kepolisian Resor Pasuruan meningkatkan pengamanan menjelang pelaksanaan upacara Yadnya Kasada 2025 yang digelar oleh masyarakat Suku Tengger di kawasan Bromo. Kegiatan sakral ini akan berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025, dengan kebijakan penutupan sementara destinasi wisata Bromo selama prosesi berlangsung. Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan sekitar 60 personel […]

  • Mas Boy Makin Banyak Pengikut, Lapangan Widodaren Dipenuhi Ribuan Pesenam

    Mas Boy Makin Banyak Pengikut, Lapangan Widodaren Dipenuhi Ribuan Pesenam

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Pemalang, RI – Bertempat di lapangan Desa Widodaren Petarukan Pemalang, Pasangan Cabup no 2, Mansur Hidayat – Boby Dewantara (Mas Boy), hari ini Minggu (20/10/2024) mengadakan kampanye terbuka dengan acara jalan sehat dan senam bersama warga. Acara yang dikuti oleh ribuan emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Petarukan itu berjalan meriah. Dihadiri langsung oleh cawabup […]

expand_less