Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
  • visibility 342
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Layanan Kesehatan, Bupati Gresik Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina

    Percepat Layanan Kesehatan, Bupati Gresik Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Foto Bupati Gresik saat meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu. (kom) Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani senin 22 September 2025 meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu rumah sakit umum daerah (RSUD) Ibnu Sina. Kehadiran gedung baru ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sebagai wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan. […]

  • Melalui Operasi Wajib Masker, TNI Lakukan Upaya Cegah Penyebaran Covid – 19

    Melalui Operasi Wajib Masker, TNI Lakukan Upaya Cegah Penyebaran Covid – 19

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Personel TNI dari Jajaran Kodim 0819 Pasuruan Koramil 0819-06/Nguling bersama Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 Kecamatan Nguling dengan sejumlah Relawan ditambah Personel Kesehatan melakukan operasi wajib masker di Kecamatan Nguling, Selasa (02/06) sekitar pukul 08.00 wib.  Dari pantauan Awak Media Koranmemo Pasuruan, tampak Petugas menghentikan para pengguna jalan serta diwajibkan […]

  • Polres Sumenep Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-78: Polri Presisi Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas

    Polres Sumenep Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-78: Polri Presisi Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sumenep- RI, 1 Juli 2024 – Polres Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-78 dengan penuh khidmat dan kemeriahan di Lapangan Apel Mapolres Sumenep, pagi ini. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Sumenep, para pejabat utama Polres Sumenep, serta seluruh personel dan tamu […]

  • Polres Mojokerto Gelar Aksi Donor Darah Peringati HUT Humas Polri ke-72

    Polres Mojokerto Gelar Aksi Donor Darah Peringati HUT Humas Polri ke-72

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 250
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Dalam rangka memperingati HUT Humas Polri ke-72, Polres Mojokerto Polda Jatim menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Aula Polres Mojokerto, Rabu (4/10/2023). Aksi donor darah tersebut, diikuti oleh anggota Polres maupun Polsek jajaran Polres Mojokerto. Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi melalui Kasi Humas Iptu Abdul Wahib mengatakan, bahwa dalam rangka memperingati HUT Humas […]

  • Hilang Kendali  Truk Terjun ke Jurang Dua Nyawa Melayang

    Hilang Kendali Truk Terjun ke Jurang Dua Nyawa Melayang

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,,RI – Sebuah truk bernomor polisi KB 9917 GI mengalami kecelakaan tunggal dan terjun bebas ke jurang sedalam 15 meter di Jalan Trans Kalimantan KM 71, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (18/1/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara satu penumpang lainnya mengalami luka serius. Kapolres Kubu […]

  • Desa Kedunggempol Kecamatan Mojosari Mojokerto Berkiprah Dengan IKBAR

    Desa Kedunggempol Kecamatan Mojosari Mojokerto Berkiprah Dengan IKBAR

    • calendar_month Senin, 23 Nov 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 316
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Warga Desa Kedunggempol yang terdiri dari warga baik muda maupun tua menyatu untuk mengikuti  Kampanye Paslon No. 1, yaitu IKBAR. Tak luput dari Sholawat Nabi yang dilanturkan oleh warga Desa Kedunggempol disertai dengan yel-yel kemenangan untuk IKBAR, pada tanggal 9 Desember 2020. Salah satu warga setelah ditemui Awak Media menyampaikan, warga sangat […]

expand_less