Unjuk Rasa Organda Pemalang Tolak Kebijakan Wajib Masuk Tol
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
- visibility 183
- print Cetak

Unjukrasa Organda Pemalang Tolak Kebijakan Wajib Masuk Tol (Foto Imam/RI)
Pemalang, RI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kabupaten Pemalang, hari ini Rabu (8/5/2025) mengadakan aksi damai di gedung DPRD Pemalang.
Aksi yang dipimpin langsung oleh ketua Organda Pemalang Andi Rustono tersebut berlangsung lancar dan aman dengan melibatkan berbagai komunitas, seperti sopir truk, pedagang warung Pantura, tambal ban dan tukang pijat.
Sejumlah petugas keamanan dari polres Pemalang ikut mengawal aksi demo tersebut.
Para demonstran yang berjumlah lebih dari 100 orang itu ditemui oleh Ketua Komisi B DPRD Pemalang Agus Sukoco, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Pemalang Heru Weweg dan Ipda Subarno dari Satuan Lalulintas Polres Pemalang.
Aksi demo tersebut dipicu oleh pengalihan jalan pantura, berdasarkan surat dari kementrian perhubungan darat. Dimana semua truk dengan sumbu 2, 3 dan 4 tidak boleh lewat jalan Pantura, tapi dialihkan untuk lewat tol.
Pengalihan jalan tersebut di inisiasi oleh Rizal Bawazir yang anggota DPR RI dari fraksi PKS.

Rizal Bawazir beralasan sering terjadi kecelakaan di jalan Pantura, terutama di Pekalongan yang tidak mempunyai jalan lingkar (arteri).
Akibat pengalihan jalan tersebut para sopir truk mengeluh dan keberatan, karena harus mengeluarkan biaya tol. Sementara tukang tambal ban dan pedagang warung mengeluh karena sepi pembeli.
Andi Rustono meminta agar kebijakan tersebut dikaji ulang Atau kalo mau diberlakukan ya jangan ful 24 jam Waktunya agar diatur.
Ketua komisi B DPRD Pemalang, Agus Sukoco, didampingi dinas perhubungan dan Satlantas, berjanji akan meneruskan aspirasi warga tersebut ke Kementrian Perhubungan di Jakarta.
Sementara anggota DPR RI Rizal Bawazir, lewat telpon dengan Ketua Komisi B DPRD Pemalang Agus Sukoco berjanji akan menemui warga ke Pemalang besok 23/5/2025 di gedung DPRD Pemalang. * (imam wtw)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar