Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wabup Samosir Resmikan Museum Pusaka Batak Toba

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

SAMOSIR, RI Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk meresmikan Museum Pusaka Batak Toba sekaligus Pusat Studi Budaya Batak yang berlokasi di Komplek Gereja Katolik Inkulturatif Santo Mikhael, Pangururan, Kamis (18/12/2025).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta peninjauan langsung ke dalam museum yang telah berisi berbagai benda pusaka Batak Toba. Museum ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa homestay bernuansa budaya, kafe, serta area UMKM.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekdakab Samosir Tunggul Sinaga, Kabag Tapem Belman Sinaga, Minister Provinsial Ordo Kapusin Medan Pastor Yasafat Ivo Sinaga, Pastor Paroki Santo Mikhael Pangururan Pastor Elio Sihombing, Direktur Yayasan Pusaka Batak Toba Pastor Theodorus Sitinjak, serta para suster, bruder, dan prater.

Wabup Ariston mengapresiasi peran umat Katolik dalam upaya pelestarian budaya Batak melalui pendirian Museum Pusaka Batak Toba. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata gereja terhadap pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya.

“Ini adalah momen yang kita nantikan, terutama untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya Batak. Hari ini kita wujudkan,” ujar Ariston.

Ariston menilai museum ini menjadi ruang penting yang menyimpan simbol-simbol budaya Samosir, mulai dari artefak kecil hingga berbagai pusaka peninggalan nenek moyang suku Batak.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran museum ini karena mendukung pariwisata Samosir agar semakin maju. Gereja hadir membawa warna baru yang terintegrasi. Ini sangat berguna bagi kesejahteraan umat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan museum tersebut karena telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
“Mari kita viralkan dan promosikan bahwa museum ini lengkap dengan kafe, UMKM, dan homestay. Ini adalah kecocokan yang sempurna,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ariston menyerahkan bantuan dari Pemkab. Samosir sebesar Rp. 50 juta untuk perbaikan dan pengembangan museum ke depan. Ia juga membuka peluang kerja sama di bidang seni dan budaya agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Mikhael Pangururan, Elio Sihombing, berharap adanya perhatian pemerintah dalam penataan kawasan museum agar benar-benar menjadi tempat pendalaman budaya dan iman bagi masyarakat.

Direktur Yayasan Pusaka Batak Toba, Pastor Theodorus Sitinjak, menegaskan bahwa museum tersebut terbuka untuk umum.
“Museum ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi terbuka untuk semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan museum tersebut dikonsep dengan area parkir luas serta ruang terbuka hijau. Ke depan, pihak yayasan berencana menjalin kerja sama dengan dinas pariwisata dan kebudayaan serta dinas pendidikan.
“Kami berharap seluruh pelajar di Samosir dapat berkunjung ke sini sehingga museum ini benar-benar menjadi pusat studi budaya bagi generasi muda,” jelasnya.

Ia juga berharap Pemkab Samosir dapat menggelar berbagai event budaya di lokasi museum.“Kami ingin membantu pemerintah. Semoga museum ini membawa sukacita dan kegembiraan, sehingga Samosir sebagai kepingan surga semakin berjaya,” ucapnya.

Minister Provinsial Ordo Kapusin Medan, Pastor Yasafat Ivo Sinaga, mengatakan museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak, melainkan ruang untuk memahami sejarah pembentukan manusia.

“Di dalam artefak terdapat budaya yang melahirkan kemanusiaan. Gereja mencintai budaya dan tidak pernah bercita-cita menghancurkan budaya. Kami tidak hanya mendirikan gereja, tetapi juga membentuk kemanusiaan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Samosir untuk kembali melihat masa lalu sebagai pijakan membentuk manusia di masa depan.
“Manusia tidak bisa lepas dari budaya. Jika lepas, maka hilanglah identitas kemanusiaannya. Orang Batak bisa eksis karena memelihara budayanya,” pungkasnya.
Menurutnya, hingga saat ini Ordo Kapusin telah mendirikan dua museum budaya, masing-masing di Karo dan Samosir.
“Kami tidak sanggup berdiri sendiri dan tetap berharap dukungan masyarakat serta pemerintah. Museum ini adalah tempat belajar tentang budaya, karena kami mencintai kehidupan dan budaya,” tutupnya.
(Jackson Pandiangan)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Sumenep Di Kepung Para Pendemo Jilid III Terkait pelkades Desa Matanair 2019 Yang Dimenangkan Ahmad Rasidi Di PTUN

    Pemkab Sumenep Di Kepung Para Pendemo Jilid III Terkait pelkades Desa Matanair 2019 Yang Dimenangkan Ahmad Rasidi Di PTUN

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Dalam kegiatan unjuk rasa jilid III oleh warga masyarakat Desa Matanair ke Kantor Bupati Sumenep merupakan kelanjutan unjuk rasa yang ke tiga kalinya dimana masyarakat desa Matanair meminta pada Bupati Sumenep untuk segera melantik saudara Ahmad Rasidi sebagai kades Desa matanair  dalam pemilihan kades di tahun 2019 yng telah melaporkan inkamben (Ghosali) […]

  • Warga Sungai Raya Dalam Keluhkan Lampu Jalan di Saat Malam Hari Gelap Gulita

    Warga Sungai Raya Dalam Keluhkan Lampu Jalan di Saat Malam Hari Gelap Gulita

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Sungai Raya Dalam,RI- Lampu penerang Jalan di jalan Sungai Raya Dalam. Sejak lama mengalami padam namun hingga sampai saat ini belum.ada tanda – tanda untuk dilakukan Perbaikan atau mengganti Lampu yang Mati dari dinas Perhubungan Kubu Raya. Adapun lampu yang sudah lama mati tersebut dimulai dari persimpangan Komplek Korpri mengarah ke Tempat pembuangan Sampah ( […]

  • Polrestabes Surabaya Fasilitasi Vaksin Gratis Untuk Anak Usia 12-17 Tahun

    Polrestabes Surabaya Fasilitasi Vaksin Gratis Untuk Anak Usia 12-17 Tahun

    • calendar_month Selasa, 13 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 242
    • 0Komentar

    SURABAYA – RI, Masyarakat semakin antusias dalam menyukseskan program Vaksinasi Pemerintah. Saat ini, tidak hanya orang dewasa namun juga para remaja dan anak-anak ikut berbondong-bondong mendatangi Polrestabes Surabaya untuk menerima Vaksin. Setelah memberikan fasilitas Vaksin Gratis untuk warga berusia 18 tahun ke atas, kini saatnya Polrestabes Surabaya berkolaborasi dengan Germas dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya […]

  • Pemkab Didirikan Tujuh Pos Terpadu Pencegahan Covid-19 Di Jombang

    Pemkab Didirikan Tujuh Pos Terpadu Pencegahan Covid-19 Di Jombang

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 261
    • 0Komentar

    JOMBANG – RI, Mengantisipasi penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jombang mendirikan beberapa Pos Terpadu pencegahan virus Corona di sejumlah tempat dan perbatasan di wilayah setempat. Posko tersebut tersebar di sejumah tempat di Jombang. Pendirian Posko oleh Petugas Gabungan dari Pemda, TNI, Polri tersebut pasca satu orang warga Jombang dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, juga Jombang juga ditetapkan darurat virus Corona. “Untuk mengantisipasi dari para […]

  • Sekalipun sudah ada Putusan Pengadilan yang telah memperoleh Kekuatan Hukum Tetap,Kelompok Parluh 16(P16)tetap menyelenggarakan  Parluh di Padepokan PSHT Cabang Magetan.

    Sekalipun sudah ada Putusan Pengadilan yang telah memperoleh Kekuatan Hukum Tetap,Kelompok Parluh 16(P16)tetap menyelenggarakan Parluh di Padepokan PSHT Cabang Magetan.

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 442
    • 0Komentar

    MAGETAN – RI, Meski Forkopimda Pemkot Madiun  dengan tegas menolak adanya Parluh yang lain yang mana Pengurus Parluh 2017 Pusat PSHT Madiun telah mengadakan Parluh tahun 2021 atau Parapan Luhur pada awal tahun 2021 lalu,namun Pengurus Parluh 2016 tetap ingin melaksanakan Parluh di Padepokan Cabang Magetan yang direncanakan sekitar 50 orang peserta juga diikuti secara […]

  • Pemekaran Yang Terjadi Di Wilayah Kabupaten Kubu Raya Menjadi Sorotan

    Pemekaran Yang Terjadi Di Wilayah Kabupaten Kubu Raya Menjadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KUBU RAYA, RI – Mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya, Pemekaran Kecamatan dinilai penting dilakukan suatu daerah. Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya Hal ini, Bertujuan memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat dalam mengurus Administrasi kependudukan, Perizinan, serta Layanan Pemerintah lainnya. Jum’at (09/01/2026) Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali berencana melakukan […]

expand_less