Cimahi Prioritaskan Lulusan PPG Isi Posisi Guru Kosong di SD dan SMP
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 83
- print Cetak

CIMAHI,RI- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi bergerak cepat memetakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP. Langkah ini diambil guna menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap stabil sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan di Kota Cimahi.
Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan pada Januari 2026, ditemukan sejumlah kekosongan posisi guru yang dipicu oleh berbagai faktor.
“Ada kekosongan akibat guru purna bakti (pensiun), mutasi menjadi pengawas, hingga adanya guru yang mendapat tugas tambahan menjadi kepala sekolah pada akhir 2025 lalu,” jelas Nana saat memberikan keterangan.
Mengingat keterbatasan kuota rekrutmen CPNS, Disdik memberikan lampu hijau bagi satuan pendidikan untuk melakukan perekrutan guru secara mandiri. Pembiayaannya dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Dalam juknis BOS, pengisian tenaga pengajar masih dimungkinkan demi pemenuhan SPM di sekolah. Kami upayakan pengisian ini berjalan tertib sesuai aturan,” tambahnya.
Dalam proses rekrutmen, Disdik menekankan agar sekolah memprioritaskan pelamar yang telah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hal ini bertujuan agar para pengajar baru tersebut dapat segera tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Jika sudah memiliki sertifikat lulus guru, mereka akan didorong masuk Dapodik sehingga bisa mendapatkan tunjangan dari pemerintah pusat. Ini juga strategi agar beban dana BOS sekolah tidak terlalu berat,” urai Nana.
Sisi kesejahteraan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, Pemerintah Kota Cimahi tengah merumuskan skema penambahan insentif bagi guru honorer sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
“Ini adalah kebijakan pimpinan kami yang sangat memperhatikan kesejahteraan guru. Saat ini proses pengisian guru sudah mulai berjalan di tiap sekolah agar tidak ada kelas yang kosong dari pendampingan pengajar,” pungkasnya. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar