Bukan Sekadar Pena, PWI Cimahi Turun ke Jalan Bersihkan Lingkungan di HPN 2026
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 58
- print Cetak

Ketua PWI Cimahi Ganda Tampu Bolon (Kiri Atas) dan Ketua HPN Lourent Lebuan (kanan Atas) Foto. Harry
Cimahi, RI – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), insan pers di Kota Cimahi memilih cara yang berbeda untuk merayakannya. Alih-alih menggelar seremoni formal, PWI Kota Cimahi justru turun ke jalan melakukan aksi bakti sosial bersih-bersih lingkungan, Kamis (12/2/2026).
Berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aksi ini menyasar kawasan padat mulai dari pertigaan Pasar Cimindi Cibaligo hingga sepanjang Jalan Industri.
Ketua PWI Kota Cimahi, Ganda Tampubolon, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa wartawan tidak hanya sekadar pelapor berita, tetapi juga bagian dari solusi sosial.
“Peringatan HPN tahun ini sengaja kami isi dengan aksi nyata yang menyentuh langsung kepentingan warga. Kami ingin pers hadir bukan hanya lewat tulisan, tapi juga melalui tindakan yang manfaatnya bisa dirasakan seketika,” ujar Ganda di sela-sela kegiatan.
Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini melibatkan kekuatan penuh, di antaranya 21 personel tim KECEBONG dari DPKP, 10 personel DLH lengkap dengan armada pengangkut sampah, serta puluhan anggota PWI Kota Cimahi. Sinergi ini sekaligus menjadi pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ekosistem kota.
Ganda menambahkan, aksi ini sejalan dengan tema Nasional HPN 2026, yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Menurutnya, pers yang sehat tidak hanya dibangun di atas profesionalisme kerja, tetapi juga melalui integritas dan kepedulian sosial.
“Jika pers kuat secara moral dan solid secara organisasi, kontribusinya terhadap bangsa akan jauh lebih nyata,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia HPN 2026 Kota Cimahi, Laurent Lebuan, memaknai aksi lingkungan ini sebagai cerminan dari ekosistem demokrasi yang sehat. Baginya, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang hidup masyarakat.
Wartawan bukan hanya pena yang tajam, tapi juga tangan yang siap bekerja. Lingkungan yang bersih adalah bagian dari kenyamanan publik yang harus kita jaga bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa pers adalah bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat dari balik meja redaksi,” pungkas Laurent.
R. Harry KP.
- Penulis: Radar Indonesia

Saat ini belum ada komentar