Cimahi Perkuat Pertahanan Bencana: 8 Sensor EWS Disiapkan di Titik Rawan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 48
- print Cetak

CIMAHI,RI- Masyarakat Kota Cimahi diminta mempertebal kewaspadaan seiring masuknya fase puncak musim hujan. Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), terdapat sedikitnya 10 jenis ancaman bencana yang mengintai wilayah berjuluk Kota Tentara ini, mulai dari banjir hingga potensi pergerakan Sesar Lembang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini Cimahi masih dalam status Siaga Daerah Geohidrometeorologi. Status ini menetapkan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam posisi siap tempur.
“BMKG memprediksi puncak musim hujan tahun 2026 jatuh pada Maret mendatang. Kami mengimbau masyarakat, terutama di titik-titik yang sering terdampak hujan intensitas tinggi, untuk tetap siaga terhadap potensi banjir genangan maupun limpasan,” ujar Fithriandy.
Menurut data BPBD, ancaman bencana di Cimahi tidak terpusat di satu titik saja, melainkan tersebar di seluruh wilayah administratif. “Hampir di semua 15 kelurahan di Cimahi terdapat titik rawan bencana,” tambahnya.
Selain banjir bandang dan cuaca ekstrem, ancaman lain yang patut diwaspadai adalah gangguan teknologi dan kondisi darurat lainnya yang bisa muncul sewaktu-waktu akibat dampak cuaca berskala luas.
Sasar Teknologi dan Edukasi Keluarga
Guna menekan risiko dampak bencana, BPBD Cimahi tengah menyiapkan langkah preventif berbasis teknologi. Tahun ini, direncanakan pemasangan delapan unit Early Warning System (EWS) baru untuk memantau ketinggian muka air secara real-time.
Namun, Fithriandy menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Kunci utama keselamatan ada pada kemandirian masyarakat.
“Kami terus mendorong strategi pengurangan kerentanan. Edukasi kebencanaan kami tingkatkan agar setiap keluarga paham cara melakukan evakuasi mandiri. Keluarga adalah unit terkecil yang harus paling tangguh saat bencana terjadi,” pungkasnya. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar