Dinkes Kabupaten Probolinggo Dorong Kemitraan Lintas Sektor Tangani HIV
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 97
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya penanggulangan HIV dan AIDS melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Hal itu diwujudkan dengan pelaksanaan kegiatan Pilot District-Based Public-Private-Community Partnership (PPCP) HIV yang digelar di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (14/10/2025).
Pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan target “Three Zero” meliputi zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pemerintah, swasta dan komunitas.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Nina Kartika menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam percepatan penanggulangan HIV di daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanggulangan HIV harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah, swasta dan komunitas. Melalui PPCP berbasis distrik ini, kami ingin memastikan semua pihak memiliki peran nyata dan terukur dalam memperluas akses layanan,” ujarnya.
Menurut Nina, Kabupaten Probolinggo berkomitmen mendukung pencapaian target 95-95-95 sebagaimana ditetapkan Kementerian Kesehatan, yaitu 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen yang terdiagnosis menjalani pengobatan dan 95 persen dari mereka mencapai supresi virus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat penanggulangan HIV dan AIDS melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dengan kegiatan Pilot District-Based Public-Private-Community Partnership (PPCP) HIV. (Foto : Dinas Kesehatan)
“Salah satu tantangan terbesar adalah masih rendahnya keterlibatan fasilitas swasta dalam layanan konseling, testing dan pengobatan HIV. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat jejaring kerja dan mendorong fasyankes swasta agar lebih aktif berpartisipasi,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga menjadi forum penting untuk membangun mekanisme pelayanan yang ramah, tanpa stigma dan diskriminasi terhadap populasi kunci serta kelompok rentan lainnya. Dinkes berupaya memastikan agar seluruh data layanan HIV, baik di fasilitas pemerintah maupun swasta, terintegrasi dalam Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Integrasi data menjadi bagian vital untuk menghasilkan gambaran yang komprehensif tentang situasi HIV di daerah. Dengan begitu, kebijakan dan intervensi bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain meningkatkan akses layanan, kegiatan PPCP HIV juga bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di semua lini, mulai dari pencegahan hingga pengobatan infeksi menular seksual (IMS).
“Kami ingin memastikan semua tenaga kesehatan memiliki kemampuan dan pemahaman yang sama dalam memberikan pelayanan HIV dan IMS yang berkualitas, berkesinambungan serta berperspektif hak asasi manusia,” tegasnya.
Dinkes Kabupaten Probolinggo juga menggandeng berbagai organisasi komunitas yang selama ini aktif dalam pendampingan ODHIV. Kolaborasi dengan komunitas dianggap penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengurangi stigma yang masih sering terjadi di lapangan.
“Melalui Pilot District-Based PPCP HIV ini kami berharap dapat menjadi contoh penerapan model kemitraan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam penanggulangan HIV/AIDS di tingkat daerah,” pungkasnya (suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar