DUKA KARHUTLA NASIONAL: 10 Relawan Gugur di Bromo, Kalteng dan Kalsel, DPR Desak Evaluasi SOP Keselamatan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

JAKARTA, RI-Duka mendalam menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 10 petugas dan relawan gugur saat berjibaku memadamkan api di sejumlah daerah hingga Jumat (23/10/2026).
Jumlah korban terbanyak terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur. Total 6 orang gugur. Empat orang yakni Sukaris, Hendra Roni Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah gugur di lokasi pada Kamis (15/10). Dua lainnya, Munawi (44) meninggal pada 19 Oktober dengan luka bakar 51 persen, dan Suraji (44) meninggal pada 23 Oktober dengan luka bakar 49 persen setelah dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Di luar Jawa, 3 relawan gugur di Kalimantan Tengah yakni Akhmad Rijani Ketua TSAK Palangka, Ahmadin alias Itam Madin, dan Aries Sutio Luthfil Hadi. Sementara di Kalimantan Selatan, Nurdin alias Amang Udin gugur pada 21 Oktober saat memadamkan api di Handil Bakti, Barito Kuala.
Menyikapi rentetan tragedi ini, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.
“Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi petugas dan relawan. Mereka berangkat dengan harapan menyelamatkan sesama dan kembali ke keluarga,” tegas Puan dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).
Hal senada disampaikan Edukator Kebencanaan Daryono yang meminta pemerintah mengutamakan penilaian risiko, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan keselamatan, dan kesiapan jalur evakuasi sebelum personel diturunkan ke lapangan. (NS/RED/RI/BERBAGAI SUMBER)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar