Breaking News
light_mode
Trending Tags

ESDM Jawa Timur Diduga Jadi Sarang Pungli, Dokumen Izin Tambang Mengendap Dua Tahun

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • visibility 209
  • print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Gema pembangunan berkelanjutan dan tata kelola pertambangan yang bersih rupanya masih jauh dari harapan di Jawa Timur. Di balik semangat pemerintah untuk menata sektor energi dan sumber daya mineral, terselip kisah getir yang kini mulai mencuat ke permukaan: dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Dugaan ini diungkap langsung oleh Yoyok, seorang pelaku usaha tambang sekaligus aktivis yang dikenal vokal memperjuangkan keterbukaan dalam tata kelola sumber daya alam. Menurutnya, selama hampir dua tahun terakhir, proses pengurusan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan penyusunan dokumen tekno tak kunjung rampung, meski seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi sesuai ketentuan.

“Semua berkas sudah lengkap, kajian teknis dan lingkungan juga sudah diserahkan. Tapi entah kenapa, dokumen itu seperti sengaja diperlambat. Ada kesan, kalau tidak ada setoran tambahan, berkas kita akan terus tertahan,” ujar Yoyok saat ditemui di Probolinggo, Sabtu (4/10/2025).

Yoyok menyebut bahwa sistem pelayanan publik di Dinas ESDM Jatim kini justru menjadi ladang subur bagi praktik-praktik tidak sehat. Banyak konsultan dan pelaku usaha yang mengeluhkan “biaya tak resmi” dalam setiap tahapan pengurusan izin.
Permintaan uang yang tidak tercatat dalam ketentuan resmi disebut-sebut menjadi semacam “syarat tak tertulis” agar dokumen bisa segera ditandatangani atau diverifikasi.

“Kalau tidak ikut permainan mereka, berkas bisa ditumpuk berbulan-bulan. Ada juga yang katanya harus ‘koordinasi’ dengan pejabat tertentu agar proses bisa jalan. Ini sudah jadi rahasia umum,” ungkapnya.

Fenomena ini menurut Yoyok berbanding terbalik dengan semangat reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik yang selalu digaungkan pemerintah. Padahal, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 telah mengatur dengan jelas mengenai tata cara pengurusan WIUP dan IUP melalui mekanisme sistem yang transparan.

Namun, realitanya di lapangan sangat jauh berbeda. Proses izin yang seharusnya selesai dalam hitungan bulan, justru bisa molor hingga bertahun-tahun tanpa kejelasan. Akibatnya, banyak pelaku usaha tambang yang akhirnya memilih jalur cepat melalui praktik ilegal.

Menjamurnya tambang ilegal di berbagai wilayah Jawa Timur, menurut Yoyok, bukan hanya akibat keserakahan pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa akar masalah sebenarnya ada pada lemahnya sistem dan perilaku aparat birokrasi yang tidak profesional.

“Bagaimana masyarakat bisa taat aturan kalau izinnya saja dipersulit dan harus bayar lebih? Akhirnya orang berpikir, buat apa repot-repot urus resmi kalau malah dipersulit” tegasnya.

Kondisi ini menciptakan efek domino: tambang ilegal tumbuh subur, kerusakan lingkungan meningkat, dan potensi pendapatan daerah justru menguap. Padahal, sektor pertambangan di Jawa Timur menyimpan potensi besar untuk menopang ekonomi daerah jika dikelola dengan jujur dan transparan.

Dalam pernyataannya, Yoyok menggambarkan situasi di Dinas ESDM Jatim saat ini sebagai “Lingkaran Termul” atau Ternak Mulyono, istilah yang ia gunakan untuk menyindir sistem yang terus berputar dalam praktik saling menguntungkan di antara oknum pejabat dan pihak tertentu.

“Istilah ‘Termul’ itu bukan tanpa makna. Seperti lingkaran yang tidak pernah putus, selalu berputar di sekitar kepentingan kelompok tertentu. Yang di atas dapat bagian, yang di bawah ikut menikmati, sementara rakyat hanya jadi penonton,” kata Yoyok dengan nada getir.

Yoyok menduga praktik seperti ini sudah berlangsung lama dan sulit diberantas karena ada jaringan kekuasaan internal yang saling melindungi. Ia menilai, reformasi di tubuh Dinas ESDM Jatim hanya sebatas slogan tanpa implementasi nyata.

Tak tinggal diam, Yoyok mengaku telah melaporkan dugaan pungli ini langsung kepada Gubernur Jawa Timur serta menyurati DPRD Provinsi Jawa Timur untuk meminta dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait lemahnya penerapan SOP dan pelanggaran terhadap peraturan perundangan.

Namun hingga kini, laporan tersebut belum membuahkan hasil. Tidak ada klarifikasi resmi maupun tindakan nyata dari pihak Dinas ESDM. Bahkan, beberapa permohonan audiensi yang diajukan oleh Yoyok disebut tidak mendapat respons.

“Saya sudah kirim laporan tertulis dan bukti pendukung. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Ini membuktikan bahwa mereka memang tidak punya niat untuk berbenah,” ujarnya.

Sebagai langkah solutif, Yoyok mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan reformasi tata kelola perizinan tambang secara menyeluruh. Salah satu langkah konkret yang ia usulkan adalah digitalisasi sistem izin, di mana setiap tahapan bisa dilacak secara online dan terbuka untuk publik.

“Kalau sistemnya digital dan terintegrasi, tidak ada lagi ruang untuk pungli. Semua bisa dipantau, mulai dari waktu pengajuan hingga persetujuan akhir. Publik juga bisa melihat siapa yang mengulur waktu,” tegasnya.

Ia juga menilai perlu adanya pengawasan langsung dari aparat penegak hukum, baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum pejabat di balik praktik pungli tersebut.

Kasus dugaan pungli di Dinas ESDM Jatim ini menjadi cermin bahwa reformasi birokrasi belum sepenuhnya berjalan di daerah. Keterlambatan izin, permintaan dana tidak resmi, dan lemahnya pengawasan hanyalah puncak gunung es dari persoalan yang lebih dalam mental korup dan budaya feodal di tubuh birokrasi.

Publik kini menunggu keberanian Gubernur Jawa Timur dan lembaga penegak hukum untuk turun tangan. Karena jika tidak, lingkaran “Termul” yang disebut Yoyok akan terus berputar, menghisap potensi sumber daya alam dan merugikan masyarakat luas.

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Pasuruan Manfaatkan Momentum Hari Bhayangkara Ke-79 untuk Kunjungi Anggota Sakit

    Kapolres Pasuruan Manfaatkan Momentum Hari Bhayangkara Ke-79 untuk Kunjungi Anggota Sakit

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Foto Mapolres Pasuruan Manfaatkan Momentum Hari Bhayangkara Ke-79 Untuk Kunjungi Anggota Sakit Pasuruan, RI — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan anjangsana ke rumah salah satu anggotanya yang sedang sakit, Aiptu Agus Wahyu Rizal, Selasa pagi (17/6/2025). Kunjungan berlangsung sekitar pukul 07.00 […]

  • Kapolres Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Meninjau Serbuan Vaksinasi Kepada Kelompok Usia Remaja

    Kapolres Sumenep Bersama Dandim 0827 Sumenep Meninjau Serbuan Vaksinasi Kepada Kelompok Usia Remaja

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 297
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Kapolres Sumenep bersama Dandim 0827 Sumenep meninjau Serbuan Vaksinasi kepada Kelompok Remaja Kabupaten Sumenep oleh Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim, Provinsi Jatim Tempat SMPN V Sumenep Jalan Yos Sudarso Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. Jum’at (15/10/2021) pukul 08.00 WIB. Kapolres Sumenep Akbp Rahman Wijaya.,S.I.K.,S.H.,M.H., bersama Dandim 0827 Sumenep […]

  • SELAMAT HARI JADI KOTA MOJOKERTO KE-106

    SELAMAT HARI JADI KOTA MOJOKERTO KE-106

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Post Views: 498

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Yankes Gratis di Kampung Mamba dan Silatuga, Wujud Kepedulian TNI Menjelang Natal

    Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Yankes Gratis di Kampung Mamba dan Silatuga, Wujud Kepedulian TNI Menjelang Natal

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    INTAN JAYA,RI-Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian kemanusiaan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025, personel Titik Kuat (TK) Silatuga dan TK Mamba Kotis Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan (Yankes) gratis bagi masyarakat Kampung Mamba dan Kampung Silatuga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat […]

  • Sambut Hari Bhayangkara Ke-76, Polres Pasuruan Kota Gelar Kerja Bhakti Taman Makam Pahlawan

    Sambut Hari Bhayangkara Ke-76, Polres Pasuruan Kota Gelar Kerja Bhakti Taman Makam Pahlawan

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Polresta Pasuruan – Rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-76 mulai digulirkan jajaran Polres Pasuruan Kota. Kali ini, sejumlah personil Polres Pasuruan Kota dan Polsek jajaran melakukan kerja bakti bersih-bersih di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Pasuruan yang berada di Jalan Pahlawan Kec. Bugul Kidul, Selasa (28/6/2022) pagi. Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh […]

  • PUSKESMAS REJOTANGAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA

    PUSKESMAS REJOTANGAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    TULUNGAGUNG,RI- Puskesmas Rejotangan sebagai wahana Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dengan RSUI OrpehaTulungagung Angkatan IV Tahun 2024 periode November 2024. Waktu pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) adalah satu tahun, dengan rincian enambulan di RSU dan enam bulan di Puskesmas. Dokter internsip di Puskesmas Rejotangan untuk 17 November 2024 – 16 Mei 2025 ada 2 […]

expand_less