Guru Tak Tergantikan AI, Pemkot Cimahi Pacu Kompetensi Digital Pendidik
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

CIMAHI,RI– Teknologi kecerdasan buatan (AI) boleh saja berkembang pesat, namun sentuhan moral seorang guru tetap tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Atas dasar itulah, Pemerintah Kota Cimahi gencar melatih para pendidik agar lebih melek digital demi mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SDN Cimahi Mandiri 1.
Menurut Adhitia, peningkatan keterampilan guru ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi jangka panjang yang krusial untuk masa depan kota.
Adhitia menjelaskan bahwa tantangan mengajar generasi alfa saat ini sangat berbeda jauh dibanding satu dekade lalu. Anak-anak zaman sekarang tumbuh di dalam ekosistem teknologi yang masif, sehingga guru dituntut cepat beradaptasi dengan metode pembelajaran baru. Meski demikian, digitalisasi di sekolah tidak boleh menggeser peran guru sebagai teladan etika.
“Saya yakin guru tidak bisa disubstitusi oleh teknologi. Kenapa? Karena yang bisa mengubah manusianya adalah guru, bukan teknologi. Hal itu dilakukan melalui sentuhan rasa dan pembentukan karakter,” ujar Adhitia.
Melalui program pelatihan ini, Pemkot Cimahi berharap bisa melahirkan guru yang mahir teknologi sekaligus kaya akan empati. Dengan menempatkan teknologi hanya sebagai alat bantu, guru tetap memegang kendali penuh dalam membangun integritas dan budi pekerti siswa demi menyongsong lahirnya generasi emas. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar