Sambut Siswa Baru, Cimahi Tegaskan MPLS Harus Jadi Ruang Aman dan Edukatif
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan komitmen kuat untuk menghapus budaya perpeloncoan. Pihak pemerintah daerah mendorong seluruh satuan pendidikan untuk menciptakan atmosfer belajar yang inklusif, aman, dan penuh kasih sayang sejak hari pertama sekolah.
Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat membuka rangkaian kegiatan MPLS 2026 secara daring dari Command Center Pemkot Cimahi, Senin (13/7/2026). Agenda tahunan ini diikuti secara serentak oleh jajaran pengawas, penilik, kepala sekolah, guru, hingga ribuan siswa baru dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan di wilayah Cimahi.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menyoroti tingginya animo masyarakat yang memadati berbagai sekolah selama proses penerimaan siswa baru. Menurutnya, fenomena ini mencerminkan besarnya mandat dan kepercayaan yang dititipkan para orang tua kepada institusi pendidikan di Cimahi.
“Setiap anak yang masuk sekolah hari ini adalah aset dan harapan masa depan bagi Kota Cimahi. Oleh karena itu, kesan pertama mereka di sekolah baru sangatlah krusial. MPLS bukan sekadar formalitas mengenalkan gedung sekolah, melainkan momentum penting yang membentuk karakter, etika, dan kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu,” ujar Ngatiyana.
Ia juga menekankan pentingnya konsep “MPLS Ramah”. Pendekatan ini mewajibkan pihak sekolah untuk fokus memetakan potensi unik setiap murid baru melalui metode yang edukatif, bukan dengan tekanan fisik maupun psikologis.
Lebih lanjut, Ngatiyana mengajak para orang tua dan elemen masyarakat untuk aktif menjadi mata dan telinga di lapangan. Pengawasan bersama dinilai penting guna memastikan esensi MPLS sebagai wadah adaptasi budaya sekolah dapat berjalan sesuai koridor yang positif.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak kita. Kita semua bertanggung jawab memastikan mereka memulai perjalanan akademik ini dengan rasa bahagia dan aman,” pungkasnya. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar