Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hearing ADD Blitar Belum Temui Titik Terang, 4 Organisasi Desa Desak Solusi

  • account_circle Kamto
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • visibility 3
  • print Cetak

Hearing Asosiasi Kepala Desa Bersama Pemerintah Kabupaten Blitar, Agar ada Peningkatan ADD TA 2027. (Kam)

Blitar, RI – Pembahasan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Blitar untuk tahun anggaran 2027 belum menemui titik terang. Empat organisasi yang mewakili unsur pemerintahan desa meminta pemerintah daerah dan DPRD mencari solusi atas persoalan alokasi anggaran yang dinilai perlu ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan desa.
Jumat (16/10/2026). Di ruang kerja DPRD Jalan Kota Baru Nomor 10 Kanigoro Blitar.

Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, dan dihadiri beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Empat organisasi yang hadir yakni Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Forum Sekretaris Desa Indonesia (FORSEKDESI), dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan organisasi desa meminta agar kebutuhan pemerintahan desa mendapat perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Namun, hearing belum menghasilkan keputusan final mengenai besaran ADD yang akan dialokasikan.

Ketua PKDI, Rudi Puryono, mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dan DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya hearing. Ia menilai pertemuan tersebut belum memberikan ruang yang cukup untuk membahas alternatif penyelesaian persoalan ADD.

Menurutnya, pembahasan anggaran semestinya tidak hanya berfokus pada perencanaan yang disampaikan pemerintah daerah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pemerintahan desa dan pelayanan masyarakat.

“Ketika kepentingan mereka berdua ini terakomodasi dan desa dikalahkan, enggak fair,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjuangan kenaikan ADD bukan semata-mata untuk kepentingan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun perangkat desa. Menurut dia, kebutuhan anggaran tersebut berkaitan dengan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa serta mempertimbangkan penyesuaian anggaran secara bertahap.

Salah satu opsi yang disampaikannya adalah penambahan alokasi melalui Perubahan APBD (P-APBD), dengan tetap memperhitungkan kondisi keuangan daerah.

Namun, ia menyayangkan belum adanya tawaran penyelesaian seperti itu dalam hearing.
Dari 4 organisasi desa memberikan waktu sekitar empat hari untuk melihat perkembangan tindak lanjut atas aspirasi mereka.

Pihaknya telah menyampaikan surat kepada lembaga kepolisian terkait rencana penyampaian aspirasi secara terbuka.

Apabila komunikasi dengan pemerintah daerah dan DPRD tidak menghasilkan perkembangan yang diharapkan, konsolidasi organisasi desa berpotensi berlanjut ke aksi yang lebih besar.

“Kalau teman-teman eksekutif dan legislatif , seharusnya ini tidak perlu terjadi,” katanya.

Meski demikian, hingga hearing berakhir belum ada keputusan mengenai besaran ADD yang akan ditetapkan dalam APBD 2027.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, menjelaskan bahwa penyusunan anggaran daerah memiliki tahapan dan mekanisme yang harus dilalui.

Menurutnya, perencanaan awal APBD berada di tangan eksekutif. Selanjutnya, DPRD membahas rancangan anggaran tersebut dan menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan pertimbangan terhadap alokasi yang diajukan.

“Yang punya kewenangan untuk penganggaran pertama itu eksekutif,” ujar Rifa’i usai kegiatan kepada awak media.

Ia menjelaskan, alokasi ADD Kabupaten Blitar sebelumnya telah dianggarkan mendekati 12 persen berdasarkan perhitungan pemerintah daerah. Namun, perubahan kondisi keuangan daerah, termasuk penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), turut menjadi pertimbangan dalam pembahasan anggaran.

Rifa’i juga mengingatkan bahwa penambahan alokasi untuk satu sektor perlu memperhitungkan kebutuhan belanja lainnya. Karena itu, usulan kenaikan ADD harus dibahas dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah secara keseluruhan.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, mengatakan pembahasan ADD untuk tahun anggaran 2027 masih berlangsung. Pemerintah daerah masih melakukan penghitungan dengan mempertimbangkan formula yang berlaku serta kemampuan keuangan daerah.

“Minimal 10 persen. Kita sudah menganggarkan kurang lebih 12 persen,” kata Khusna.

Ia menjelaskan, penghitungan ADD berkaitan dengan komponen Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Khusna, penyusunan anggaran 2027 sebelumnya menggunakan asumsi anggaran 2026 karena informasi mengenai transfer dari pemerintah pusat turut memengaruhi perencanaan daerah.

Setelah dilakukan penghitungan, terdapat komponen anggaran yang mengalami perubahan. Karena itu, usulan penambahan ADD masih perlu dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas pembangunan Kabupaten Blitar.

Khusna belum memastikan apakah besaran ADD akan bertambah atau tetap. Ia menyatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD masih akan dilanjutkan.

“Kita akan komunikasi terus,” ujarnya.

Hearing tersebut belum menghasilkan kesepakatan mengenai besaran ADD yang diminta organisasi desa. Di satu sisi, organisasi desa mendorong adanya penambahan alokasi untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Disisi lain, pemerintah daerah menyatakan penghitungan anggaran harus mempertimbangkan ketentuan yang berlaku dan kemampuan fiskal.

Perkembangan pembahasan selanjutnya akan menjadi penentu apakah tuntutan tersebut dapat menemukan titik temu melalui mekanisme penyusunan APBD atau berlanjut ke penyampaian aspirasi secara terbuka.

  • Penulis: Kamto
  • Editor: RI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harmoni dalam Keberagaman, Polda Kalbar Hadiri Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili di Pendopo Gubernur

    Harmoni dalam Keberagaman, Polda Kalbar Hadiri Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili di Pendopo Gubernur

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    ​PONTIANAK ,RI – Polda kalbar Memperkuat sinergitas dan menjaga kerukunan antarumat beragama, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Rabu 25/02 ​Kegiatan yang berlangsung khidmat mulai pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh Kasubditbinpolmas Ditbinmas Polda Kalbar, AKBP Asmadi, S.I.P., M.M., yang hadir mewakili Dirbinmas […]

  • SMPN 9 Batang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Ke Siswa Tidak Mampu

    SMPN 9 Batang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Ke Siswa Tidak Mampu

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 299
    • 0Komentar

    KABUPATEN BATANG – RI, Sebanyak 187 siswa miskin kelas VII, VIII, IX di SMPN 9 Batang, Kabupaten Batang menerima bantuan perlengkapan Sekolah dari Dana BOS 2021 Sabtu (25/9/2021). Perlengakapan Sekolah berupa tas, buku tulis, peralatan tulis, sepatu dan seragam Sekolah. “Bantuan ini untuk memotivasi siswa belajar lebih giat lagi untuk meraih masa depan mereka,” kata […]

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Kegiatan Rosita, Borong Hasil Petani di Intan Jaya

    Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Kegiatan Rosita, Borong Hasil Petani di Intan Jaya

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    INTAN JAYA,RI- Pada Jumat (3/10/2025), kehangatan kebersamaan terpancar di Kampung Mamba, Distrik Sugapa. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan dari TK Mamba Bawah dan TK Mamba Kotis menggelar kegiatan Rosita (Borong Hasil Petani) sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat Papua. Dalam kegiatan ini, prajurit TNI membantu memasarkan hasil kebun warga dengan cara membeli langsung hasil […]

  • Sinergi, Babinsa 15/Winongan Dan Aparat Tiga Pilar Tegakan Prokes

    Sinergi, Babinsa 15/Winongan Dan Aparat Tiga Pilar Tegakan Prokes

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Sinergitas Babinsa 0819/15 Winongan dan Aparat Tiga Pilar terus dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan yang kali ini tentang penyampaian himbauan penegakan disiplin Protokol Kesehatan, dan pembagian masker kepada pengguna jalan yang bertempat di Jalan Raya Winongan Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/12/21). Dalam kegiatan tersebut para Petugas memberikan himbauan kepada para pengguna Jalan Raya […]

  • Pemkot Cimahi Akan Fokus Kepada Pembangunan Infrastuktur Mulai Tahun Depan

    Pemkot Cimahi Akan Fokus Kepada Pembangunan Infrastuktur Mulai Tahun Depan

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    CIMAH,RI- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dibawah kepemimpinan Wali dan Wakil Wali Kota, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira bakal fokus melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang seperti jalan, pendidikan hingga kesehatan. Hal itu dilakukan gara programnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Cimahi. “Jadi fokus pembangunan infrastruktur di Kota Cimahi akan kita mulai secara masif tahun 2026 sesuai dengan […]

  • Waspadai Modus Baru Narkoba, Pemkot Mojokerto Perkuat Edukasi hingga Tingkat Kelurahan

    Waspadai Modus Baru Narkoba, Pemkot Mojokerto Perkuat Edukasi hingga Tingkat Kelurahan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus baru penyalahgunaan narkoba yang kini semakin beragam dan menyasar anak-anak hingga remaja. Edukasi kepada masyarakat pun terus diperkuat melalui Program Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) yang digelar bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto. Pesan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, […]

expand_less