Indikasi Bocornya Gula Rafinasi Disikapi PT. SGN PG Wonolangan Dengan Upaya Antisipatif
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
- visibility 150
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Kekhawatiran masyarakat terkait bocornya gula rafinasi, sehingga berdampak adanya penumpukan stok gula tebu petani di gudang termasuk di PT. Sinergi Gula Nusantara (PT. SGN) PG Wonolangan, Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Hal ini dibenarkan oleh Galih Pandu, Asisten Manager (Asmen) Akuntansi dan Keuangan PT. Sinergi Gula Nusantara PG. Wonolangan yang memperkirakan penumpukan stok gula tebu ini kurang lebih 13.750 ton dengan rincian 9.000 ton milik petani sisanya milik PT. SGN.
Disampaikan Galih, bahwa ada instruksi dari Holding PT. SGN pusat kepada seluruh General Manager (GM) staf dan karyawan seluruh Indonesia jika menemukan penimbunan gula rafinasi yang peruntukannya buka untuk industri makanan, minuman dan farmasi segera melapor kepada kepolisian.
“Ada kerjasama antara pihak holding PT. SGN pusat dengan pihak Polri, jika ditemukan kasus tersebut pasti ditindaklanjuti oleh Aparat penegak hukum dari Polsek, Polres ataupun Polda.
Sementara ini di Jawa Timur tidak ditemukannya kasus berkaitan dengan penimbunan gula rafinasi.
“Saya membaca berbagai berita, ternyata bocornya gula rafinasi itu terjadi di Pulau Sulawesi, jadi asal mula bocornya gula rafinasi dari sana. sedangkan pangsa pasar membidik pulaujawa,ujarnya.
Lebih lanjut, Asmen PT. SGN PG Wonolangan ini menjelaskan, kebutuhan gula nasional kurang lebih 4,8 juta ton pertahun, sementara produksi gula nasional hanya mencapai angka antara 2,5 sampai 3 juta ton pertahun itupun dengan catatan jika didukung cuaca yang bagus. Pastinya target tidak terpenuhi dan akhirnya pemerintah harus mengimpor gula rafinasi utamanya untuk kebutuhan industry dan farmasi.
Secara global, PT. SGN berkomitmen membantu para petani tebu agar gula segera laku terjual dengan melakukan tender terbuka.
Hal tersebut juga adanya penyediaan fasilitas gudang penyimpanan oleh PT. SGN. Asumsinya jika sampai akhir September 2025 gula yang ada di gudang belum terjual, PT. SGN sudah mencarikan alternatif menyediakan gudang baru untuk menyimpan menumpuknya stok gula.
“Kami berupaya memfasilitasi kebutuhan petani dengan menyediakan fasilitas gudang dan kami temukan diwilayah Leces ada lahan cukup luas.”ujar pria asal Surabaya ini. (Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar