Keikhlasan Melahirkan Keberkahan Pesan Religius Kalapas Baru Di Tengah Warga Binaan
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- visibility 60
- print Cetak

Keikhlasan Melahirkan Keberkahan Pesan Religius Kalapas Baru Di Tengah Warga Binaan
Probolinggo,
Masjid Darrul Awwabin di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo terasa berbeda pada Jumat (17/10) siang. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias mengikuti pelaksanaan salat Jumat berjamaah yang diakhiri dengan kegiatan silaturahmi dan dialog langsung bersama Kepala Lapas (Kalapas) Probolinggo yang baru, Bayu Muhammad. Momen tersebut menjadi pertemuan perdana antara Kalapas baru dengan para WBP dan sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang humanis, komunikatif, dan penuh kehangatan di lingkungan lapas.
Usai pelaksanaan ibadah, Bayu Muhammad memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa dan memperkenalkan diri secara langsung di hadapan para warga binaan. Dengan tutur yang lembut dan penuh empati, ia menyampaikan pesan-pesan moral serta motivasi agar seluruh warga binaan senantiasa menjaga semangat dalam menjalani masa pembinaan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai pimpinan baru, tetapi juga sebagai “bapak dan sahabat” bagi seluruh warga binaan.
“Saya di sini bukan hanya sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai teman dan keluarga bagi saudara-saudara semua. Di tempat inilah kita belajar memahami diri, memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan keikhlasan. Karena dari keikhlasanlah akan lahir keberkahan, baik untuk diri sendiri, sesama, maupun lingkungan sekitar,” ujar Bayu di hadapan jamaah Masjid Darrul Awwabin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama antara petugas dan warga binaan dalam menjaga suasana lapas agar tetap kondusif, aman, dan produktif. Menurutnya, pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan tata tertib, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan spiritual dan pembinaan mental, sehingga para WBP dapat memiliki bekal yang kuat ketika kembali ke masyarakat.
“Kita semua di sini adalah manusia yang sedang berproses. Tidak ada yang sempurna, tapi setiap orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Lapas bukan tempat hukuman semata, melainkan tempat pembinaan untuk melahirkan pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” tambahnya.
Langkah awal yang penuh kehangatan itu disambut positif oleh para warga binaan. Mereka terlihat begitu antusias dan merasa dihargai atas perhatian yang diberikan oleh Kalapas baru. Beberapa WBP bahkan menyampaikan rasa terima kasih karena Bayu Muhammad memilih untuk berinteraksi langsung, bukan sekadar memberikan arahan dari balik meja kerja.
Selain memperkenalkan diri, Kalapas juga menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan program pembinaan yang telah berjalan di Lapas Probolinggo, terutama dalam bidang keagamaan, keterampilan, dan kemandirian. Ia berharap, setiap warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa hukuman untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat setelah bebas nanti.
Pihak Lapas Probolinggo sendiri selama ini dikenal aktif menggelar berbagai kegiatan positif bagi WBP, seperti pelatihan keagamaan, keterampilan kerja, hingga kegiatan sosial di lingkungan lapas. Dengan kehadiran Bayu Muhammad sebagai Kalapas baru, diharapkan program-program tersebut semakin diperkuat dengan sentuhan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol awal kepemimpinan baru yang menekankan keterbukaan, komunikasi dua arah, dan rasa saling menghormati. Melalui momen kebersamaan di Masjid Darrul Awwabin ini, diharapkan tercipta suasana lapas yang lebih harmonis, damai, serta mendukung proses pembinaan menuju pemasyarakatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.
Dengan semangat baru tersebut, Lapas Probolinggo optimis dapat terus menghadirkan inovasi pembinaan dan menjadikan setiap warga binaan sebagai individu yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman mereka.(suh)
“
“
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar