Launching 11 Gerai WULANDARI Bupati Mojokerto : Upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Pengendalian Inflasi Harga Pangan
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
- visibility 465
- print Cetak

MOJOKERTO, RI. Bupati Mojokerto resmikan 11 Gerai Warung Pengendalian Inflasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Wulandari) tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto, peresmian tersebut tak lain sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam mengendalikan inflasi harga pangan.
Program tersebut diinisiasi oleh Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto dan Dinas Perindustrian yang bekerjasama dengan Bulog cabang Mojokerto, pesmian tersebut dilaksanakan di Pasar Rakyat Kedungmaling Sooko, Selasa (5/03/2024) pagi.
Sebanyak 11 Gerai yang telah diresmikan oleh Bupati Mojokerto langsung dapat dikunjungi masyarakat diantaranya, BumdesMa Adyatma Rahayu (Pungging), BumdesMa Mandiri Sejahtera (Kemlagi), BumdesMa Jetis Sinergi Makmur (Jetis), BumdesMa Karya Makmur Sejahtera (Trawas), BumdesMa Berlian (Gondang), Bumdes Madep Mantep (Kemlagi), Bumdes Jelita Jatirowo (Dawarblandong), Bumdes Usaha Mandiri (Mojosari), Pasar Rakyat Kedungmaling (Sooko), Pasar Rakyat Bagusan (Gedeg) dan Pasar Rakyat Jetis.

Disampaikan pula oleh Bupati Mojokerto, pengendalikan inflasi Wulandari ini menjadi salah satu cara agar harga suatu barang tidak terlalu rendah, dan tidak naik terlalu tinggi, ini untuk kestabilan pasar.
Disamping sebagai sarana mengendalikan inflasi dengan menyediakan berbagai komoditas pangan, Wulandari juga berfungsi untuk memasarkan produk-produk dalam negeri, khusunya produk dari UMKM di Kabupaten Mojokerto sebagai yang dibina langsung oleh Pemkab dan didukung pemasarannya dengan aplikasi Tumbas.
Galeri Wulandari ini merupakan milik pemerintah kabupaten Mojokerto, yang jualan juga harus masyarakat Mojokerto, seperti aplikasi Tumbas yang ada saat ini., yang jual saudara kita dari Mojokerto tapi yang beli bisa dari mana saja, ucapnya.
Pada kesempatan ini Bupati Mojokerto” Ikfina Fatmawati ” sekaligus mengkampanyekan program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) dari BPJS Ketenaga kerjaan yang memberikan jaminan sosial bagi para tenaga kerja.
Sekali lagi Bupati Mojokerto mengimbau, agar setiap warga Kabupaten Mojokerto untuk mengikuti program jaminan sosial yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan agar bisa mendapatkan perlindungan sosial apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kematian atau kecelakaan kerja.
Kerja Keras Bebas Cemas ini ini merupakan kampanye dari BPJS Ketenagakerjaan, tujuannya para tenaga kerja memiliki perlindungan sosial, agar mandiri, sehingga nantinya pengguna jaminan sosial yang meninggal dunia bisa mendapatkan santunan yang akan diberikan ke ahli warisnya, kita bisa bekerja keras bebas cemas karena sudah terjamin dan terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Setelah meresmikan gerai Wulandari, Bupati Mojokerto melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja dengan berbagai stakeholder untuk mendukung pelaksanaan program Wulandari dan aplikasi Tumbas seperti BUMN, BNI, JnE dan Disperindag, tak untuk mendukung suksesnya progam Wulandari, disaat itu juga” Bupati Mojokerto ” juga meresmikan secara simbolis Tumbas Ater² dan Wulandari Wira-wiri.(Adv/Bams)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar