MADAS Sedarah DPC Gresik Kerahkan Ambulans Bantu Evakuasi Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG
- account_circle Pom py
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

MADAS Sedarah DPC Gresik Kerahkan Ambulans Bantu Evakuasi Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG
GRESIK, RI — Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memicu respons cepat dari berbagai pihak.
Keluarga besar MADAS Sedarah DPC Gresik turut turun tangan dengan mengerahkan ambulans dan personel untuk membantu proses evakuasi santri yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026).
Para santri dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, sakit perut, dan pusing. Para korban kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo.
Ratusan Santri Mendapat Penanganan Medis
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga Selasa malam, sebanyak 293 santri menjalani perawatan di delapan rumah sakit.
Sementara itu, data dari pemerintah kecamatan menyebutkan jumlah warga pesantren yang mendapat penanganan medis mencapai 367 orang. Dari jumlah tersebut, delapan santri dilaporkan mengalami gejala lebih berat dan masih menjalani pemantauan intensif.
Sejumlah rumah sakit yang menangani pasien antara lain RSUD RT Notopuro Sidoarjo, RS Islam Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusura, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, serta beberapa fasilitas kesehatan lainnya.
Pemerintah juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai adanya santri yang meninggal dinyatakan tidak benar oleh Bupati Sidoarjo.
MADAS Sedarah DPC Gresik Turunkan Ambulans
Di tengah situasi tersebut, MADAS Sedarah DPC Gresik bergerak membantu proses evakuasi. Ambulans disiagakan untuk mengantar santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke sejumlah rumah sakit.
Ketua MADAS Sedarah DPC Gresik, Haji Mohammad Salim S.Ag, mengatakan keterlibatan pihaknya merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para santri serta keluarga yang terdampak.
“Kami dari MADAS Sedarah DPC Gresik turut andil dan bergerak cepat mengerahkan ambulans untuk ikut membantu mengantar para santri yang mengalami keracunan makanan MBG di Ponpes Manbaul Hikam ini ke rumah sakit. Semoga semua santri segera sembuh dan sehat kembali.”
Menurutnya, dalam kondisi darurat, kecepatan penanganan menjadi hal penting agar para korban segera mendapatkan pelayanan medis.
Menu MBG Jadi Sorotan
Dugaan keracunan tersebut muncul setelah para santri mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan kepada pihak pesantren.
Pendamping SPPG Kalitengah, Serka Andik, menyebut sebanyak 440 ompreng makanan dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB.
Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis dan baby corn/kacang panjang, tempe bumbu Bali, serta buah apel.
Salah seorang santri, Riski, mengaku sayuran yang dikonsumsinya terasa kecut sebelum kemudian muncul keluhan kesehatan.
Namun, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Karena itu, dugaan bahwa makanan MBG menjadi penyebab keracunan belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan final.
Pihak pesantren sebelumnya menyampaikan dugaan tersebut berkaitan dengan makanan yang disediakan pihak SPPG dan bukan makanan yang berasal dari dapur internal pesantren.
Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Berdasarkan kronologi sementara, para santri menyantap makanan MBG sekitar pukul 13.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB atau setelah Salat Asar, mulai muncul keluhan mual, muntah, sakit perut, dan pusing yang dialami sejumlah santri.
Sekitar pukul 16.20 WIB, para santri mulai melapor ke UKS. Penanganan kemudian dilakukan secara bertahap, termasuk dengan membawa santri yang membutuhkan perawatan ke rumah sakit.
MADAS Sedarah DPC Gresik ikut mendukung proses evakuasi dengan mengerahkan ambulans hingga malam hari.
Seiring proses pendataan dan pemeriksaan medis, jumlah santri yang mendapatkan penanganan terus diperbarui.
Pemerintah Lakukan Pemeriksaan
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan kondisi para pasien secara umum membaik dan sebagian santri telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap penyedia makanan MBG terkait peristiwa tersebut.
Sampel makanan maupun sampel medis telah disiapkan untuk pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para santri.
Pemerintah mengimbau orang tua dan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, termasuk kabar mengenai adanya korban meninggal.
Kasus ini kini masih dalam proses penanganan dan penyelidikan. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu kunci untuk memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar