Masalah Kerusakan Jalan Warga Komplek Kota Raya Desa Kapur Audensi Ke DPRD Kubu Raya
- account_circle Pom py
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 150
- print Cetak

Masalah Kerusakan Jalan Warga Komplek Kota Raya Desa Kapur Audensi Ke DPRD Kubu Raya.
KUBU RAYA, RI- Sekitar puluhan Warga Komplek.Kota.Raya Desa Kapur melakukan Audensi di DPRD Kubu Raya pada Selasa 3/02/2026.
Turut hadir dalam Audensi tersebut ,Komisi III,DPRD Kubu Raya, Dinas PU Tata Ruang Kubu raya dan Warga masyarakat Komplek kota Raya Desa Kapur.
Tujuan warga masyarakat Kota Raya Desa Kapur melakukan Audensi adalah untuk, memperjuangkan jalan poros diwilayah tersebut sudah banyak yang rusak sedang kan perbaikan tidak ada.
Warga masyarakat komplek batas Kota juga meminta agar jalan poros yang ada di komplek mereka diperhatikan.
Untuk dibangun dengan pengaspalan warga masyarakat komplek batas kota menilai bahwa sudah sejak lama jalan poros tersebut tidak,Pernah diperbaiki.
Mengetahui permasalahan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kubu Raya. “Bagus Prasetyo” bersama Anggota Komisi ,III Saat dikonfirmasi kan kepada beberapa awak Media menyatakan, bahwa untuk Audensi kali ini belum bersifat final, lantaran komisi. III masih menyesuaikan agenda lagi bersama SKPD yang terkait.
Ketika sudah dijadwal kan kata” Bagus ” tentu Audensi masalah Audensi nya akan dilanjutkan lagi tuturnya.
Kemudian untuk Audensi juga belum bisa, mengambil keputusan dikarenakan keterbatasan warga yang hadir sehingga untuk Audensi bersama warga kali ini belum membuahkan hasil.
Walaupun demikian “Bagus Prasetyo” juga menyebutkan dalam hal tersebut bahwa ada kometmen dari salah satu pengembang yaitu, PT, Kalma Putra. Selupa.” Yang sudah menyatakan siap untuk melakukan perbaikan jalan diwilayah Komplek kota raya.
Karena perbaikan itu diupayakan sebelum lebaran walaupun secara tehnis untuk perbaikan lokasi dan panjang jalan juga belum dibahas.
Dikatakan nya, masalah keterbatasan anggaran juga di kubu raya lagi Efesinsi anggaran sehingga untuk pembangunan tidak semuanya bisa dilaksanakan .
Anggaran Kubu raya saja dipotong sebesar 377. Miliar.
Oleh sebab itu pengembang adalah menjadi salah satu harapan tuturnya.
Secara perinsip status jalan dikawasan perumahan Komplek Kota Raya semestinya menjadi aset pemerintah daerah.
Namun dalam prakteknya masih ada pengembang yang melakukan perbaikan secara mandiri.
Disaat Audensi, tercatat ada 4 pengembang yang hadir, namun pengembang yang lain nya diketahui yang beroperasi di Wilayah Kota Raya belum semuanya menyatakan sikap.
Ditempat yang sama, “Efendi ” Selaku Koordinator Forum Komplek Kota Raya Menuturkan bahwa Audensi kali ini, belum bisa menjawab kebutuhan warga.
Namun dikatakannya untuk kebutuhan yang mendesak adalah kondisi jalan utama Komplek Kota Raya yang. Menjadi jalur poros. dan jalan itu juga menjadi jalur aktivitas logistik dan angkutan barang dengan intensitas yang sangat tinggi.tuturnya.
Kami mempersoalkan jalan utama atau jalan poros bukan mempermasalahkan seluruh jalan di Komplek. batas kota
‘Efendi “juga menyanyangkan ketidak hadirnya kepala Desa Kapur yang semestinya dia hadir dalam Audensi tersebut.
Kami berharap untuk Audensi selanjutnya supaya Kepala Desa Kapur bisa hadir juga, agar bisa duduk satu meja.lah dengan warga.
Karena banyak aktivitas pembangunan yang sudah berjalan tanpa informasi kepada warga. Pangkas nya
( Muly)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar