Masyarakat Desa Babbalan Kecewa Dan Mengeluh Terkait Rusaknya Jalan Desa Bertahun-Tahun Tak Di Perbaiki

SUMENEP – RI, Sarana Infrastruktur di Kabupaten, Sumenep saat ini banyak yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah baik pada akses jalan Kabupaten maupun Jalan Desa.

Pasalnya banyak akses jalan yang sudah kurang layak tidak merata. Faktor penyebabnya rata-rata adalah adanya recofusing pada anggaran APBD di tahun 2022 dan tahun sebelumnya.

Akibat hantaman pandemi Covid-19 anggaran untuk pembangunan infrastruktur terpangkas habis-habisan, oleh pemerintah diprioritaskan untuk Bantuan Sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Hal ini tentu menjadi PR bagi pemerintah menyangkut pembenahan di bidang infrastruktur yang sempat terbengkalai selama dua tahun lebih akibat pandemi.

Salah satu contoh akses jalan utama di Desa Babbalan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kamis (24/11/2022).

Jalan ini terbengkalai selama bertahun-tahun sepanjang kurang lebih 2 km. Jalan utama ini menuju tempat Sekolah Pendidikan, Kantor Balai Desa Babbalan dan area wilayah Perumahan Masyarakat.

“Miris sekali ketika Awak Media memantau wilayah ini masih dekat dengan wilayah Perkotaan, ditemukan jalan sepanjang 2 km dan lebar 3 meter dalam kondisi berkubang sedalam 10 cm. Saat memasuki musim hujan, maka kubangan tersebut menampung air lumpur sepanjang 2 km.

Menurut hasil klarifikasi kepada Camat Batuan Guntur Abu Sofyan, S.STP., M.Si., membenarkan mengenai kondisi akses jalan tersebut sudah cukup lama sejak sebelum Kepala Desa yang menjabat saat ini.

“Kades sekarang dilantik sejak 2019 tapi kondisi jalan tersebut sudah rusak disebabkan kendaraan proyek selalu melewati jalan itu dengan beban berat. Saat pembangunan Perumahan Rakyat oleh PT.Randu Permai beberapa tahun yang lalu sudah ada perjanjian dengan mantan Kades Babbalan, bahwasanya pihak Developer bertanggung jawab jika terjadi kerusakan pada akses jalan tersebut. Tetapi kenyataannya setelah proyek perumahan tersebut selesai, pihak Developer PT.Randu Permai ingkar janji dan menghilang sampai kini,” lanjut Guntur.

“Diketahui berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 2014 status jalan tersebut termasuk jalan Kabupaten yang dipelihara oleh pihak Binamarga Kabupaten Sumenep. Banyak masyarakat Babbalan yang mengadu pada saya dan kadang merasa sangat kesulitan ketika melewati jalan tersebut selain bergelombang juga berlubang besar,” jelas Camat Guntur di Ruang Kerjanya. Kamis, 24 November 2022 pada Awak Media sekira pukul 9.15 WIB.

“Kami sudah sering kali tiap tahun masalah ini diajukan lewat Musrenbang, namun sampai saat ini tidak ada realisasinya,”pungkas Guntur.

Di sisi lain pihak Kepala Desa Babbalan dan pihak Binamarga belum berhasil ditemui untuk mendapatkan hasil konfirmasi sampai berita ini ditulis. (Yudik S/M.one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.