Mengenang Supriyo “Pilos Pryor”: Petinju Agresif Surabaya, Juara Welter yang Gelarnya Dicabut Kontroversi
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- visibility 124
- print Cetak

SURABAYA, RI – Dunia tinju Indonesia kehilangan salah satu sosok petinju profesional paling agresif di era 80-an, Supriyo, yang dikenal dengan nama ring Pilos Pryor.
Mantan juara nasional kelas welter ini meninggal dunia pada Minggu, 5 April 2020, setelah meninggalkan jejak karir yang heroik namun juga diwarnai kontroversi.
Supriyo berasal dari Sasana Sawunggaling Camp Surabaya. Untuk memenuhi ambisinya menjadi juara Indonesia kelas welter profesional, ia dikenal menggunakan taktik bertarung “menyerang tanpa ampun”.
Menjelang pertarungan penting, ia mengganti nama ringnya menjadi Pilos Pryor, sebagai penghormatan kepada juara welter dunia saat itu, Aaron Pryor.
Puncak kariernya yang penuh gejolak terjadi pada tahun 1985 di Jambi. Supriyo berhasil merebut gelar juara Indonesia kelas welter setelah mengalahkan juara bertahan Piet Gummies (Satria Kinayungan Jakarta).
Sayangnya, kemenangannya tidak bertahan lama. Hanya dua minggu kemudian, gelar Supriyo dicabut melalui intervensi yang diduga sarat kecurangan. Sumber menyebutkan adanya tekanan dari “orang yang berkuasa di masa lalu” yang menekan Komisi Tinju Indonesia (KTI) untuk mencabut gelar tersebut. Bahkan, wasit dan hakim juga dikabarkan ditekan untuk mengakui kesalahan dalam penjumlahan nilai, meskipun hal itu disebut “dikarang-karang” dan pertandingan sudah berlangsung beberapa hari.
Di luar ring tinju, Supriyo juga merupakan seorang mantan juara kickboxing, menunjukkan bakatnya di berbagai olahraga pertarungan.
Supriyo meninggal dunia pada Minggu, 5 April 2020, pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Al-Irsyad, Surabaya. Kabar duka ini disampaikan oleh mantan petinju pro Sawunggaling Surabaya, Dobrak Arter. Jenazah telah dibawa pulang ke rumah duka di Tambak Asri Bunga Rampai 5 Nomor 26, Surabaya, dan dimakamkan di TPU Tembok.
(Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar