Miris Ruang Guru SDN 40 Kaur Rusak Parah Dan Butuh Perbaikan
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
- visibility 271
- print Cetak

BENGKULU – RI, Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 40 Kecamatan Luas Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mengalami rusak parah dan kondisi Gedung pun sangat memperihatinkan, pasalnya sebagian plafon mulai mengalami reruntuhan.
Terkusus di Ruangan Kepala Sekolah dan Guru, sementara ini sudah tidak layak huni. Ketika Pihak Media Radar Indonesia (RI) berkunjung ke Ruang Kerja Kepala Sekolah SDN 40 Kaur, Kamis (04 November 2021) terkait jumlah Peserta Didik dan bangunan tersebut Bapak Sarkawi, S.Pd., Selaku Kepala Sekolah SDN 40 Kaur menjelaskan bahwa, SDN 40 Kaur ini memiliki 66 siswa dan 6 orang Guru PNS, 2 honorer serta 1 orang penjaga.
Sedangkan untuk Gedung Sekolah ada 3 buah Gedung, 2 buah Gedung Belajar yang masing- masing terdiri dari 3 ruangan sementara 1 buah Gedung lagi terdiri dari Ruang Kepala Sekolah dan Guru. Untuk saat ini khusus Ruangan Kepala Sekolah dan Guru sudah tidak layak huni mengingat atapnya sudah banyak mengalami kebocoran ketika hujan plafonya juga sudah banyak lepas, serta dindingnya sudah rusak parah. Oleh sebab itu untuk sementara saya dan seluruh Guru terpaksa mengunakan 1 ruangan belajar untuk dijadikan Kantor/ Ruangan Kepala Sekolah dan Guru.

Ia juga mengatakan, selain Gedung Sekolah yang butuh renovasi ia juga mengeluhkan terkait pagar Sekolah. Menurut Bapak Sarkawi, “hampir setiap 6 bulan sekali pihak Guru dan Wali Murid melakukan gotong royong memperbaiki pagar SDN 40 Kaur, mengingat saat ini pagar tersebut belum permanen masih menggunakan kayu dan bambu karena jika tidak diperbaiki binatang ternak seperti sapi kerbau dan kambing bisa masuk dan mengotori halaman Sekolah,” tegasnya.
Ia berharap kepada seluruh Dinas yang terkait, “Agar kedepannya SDN 40 Kaur ini menjadi perhatian khusus supaya melakukan renovasi/ perbaikkan Gedung yang rusak secepatnya. Serta memberikan bantuan untuk melakukan pemagaran permanen demi kelancaran dan kenyamanan dalam proses Belajar Mengajar agar lebih efektif demi masa depan anak didik kita,” tutupnya. (evan)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar