Perkuat Karakter Religius, Kadisdik Cimahi Buka Pentas PAI 2026 dan Siapkan Kurikulum BTQ
- account_circle Pom py
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 91
- print Cetak

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi, Nana Suyatna, secara resmi membuka kegiatan Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam
CIMAHI, RI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi, Nana Suyatna, secara resmi membuka kegiatan Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD tahun 2026. Dalam momentum tersebut, Disdik Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam penguatan karakter siswa melalui integrasi nilai spiritual dan pengawasan ketat terhadap literasi digital.
Dalam sambutannya, Nana Suyatna, S.STP., M.Si.menekankan bahwa Pentas PAI bukan sekadar ajang mengejar piala, melainkan wadah evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan agama Islam di sekolah. Ia menyoroti pentingnya program Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari muatan lokal (mulok) yang terus diperkuat. Ungkapnya.
“Target kita tahun ini adalah meraih prestasi maksimal hingga ke tingkat provinsi maupun nasional. Namun, hal yang lebih mendasar adalah penguatan karakter dan nilai spiritual siswa. Kami tengah menggodok aturan hukum agar Mulok Baca Tulis dan Hafal Al-Qur’an (BTQ) dapat resmi diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang,” ujar Nana saat ditemui usai acara.
Nana juga mengajak sekolah dan orang tua berkolaborasi dalam gerakan
“7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Ia mengingatkan orang tua agar bijak dalam memberikan akses media sosial kepada anak di bawah umur, terutama terkait penggunaan identitas digital (NIK dan KK) yang tidak sesuai usia.
“Jangan sampai karena sayang, kita justru memberikan akun medsos tanpa batasan. Komunikasi antara sekolah dan wali murid harus diperkuat untuk mewujudkan SDM unggul sesuai visi Asta Cita,” tambahnya.
Selain fokus pada karakter, Kadisdik juga menginformasikan kesiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD yang akan berlangsung pada 20 hingga 23 April 2026. Ia menginstruksikan para kepala sekolah untuk menjamin stabilitas listrik dan jaringan internet, baik untuk moda online maupun semi-online.
Nana memberikan peringatan keras kepada para proktor dan pengawas ujian agar menjaga integritas dan tidak melakukan pelanggaran disiplin demi konten media sosial (pansos).
“Saya ingatkan, jangan ada pengawas yang bermain HP atau memfoto layar soal untuk di-unggah ke medsos. Di Jawa Barat sudah ada yang kena teguran kementerian. Saya minta di Cimahi tidak ada kejadian seperti itu,” tegasnya.
Menutup arahannya, Nana berpesan kepada para peserta Pentas PAI agar tetap rendah hati, menghormati guru, dan orang tua. Ia berharap rangkaian kegiatan ini menjadi kontribusi nyata bagi visi “Cimahi Mantap” dalam mencetak generasi emas 2045 yang cerdas secara keilmuan dan kuat secara karakter. Pungkasnya. (R. Harry KP)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar