Pesan Bijak Buya Yahya: Cita-cita Haji Bukanlah Kewajiban, Tapi Kewajiban Bagi yang Mampu
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 74
- print Cetak

SAMPANG,RI- memposting artikel tentang perbedaan antara cita-cita dan kewajiban dalam menunaikan ibadah haji untuk membantu masyarakat memahami konsep ini dengan lebih baik dan menghindari kesalahkaprahan.
Menurut Buya Yahya, seorang ulama terkenal, tidak ada kewajiban bagi seorang muslim untuk mencari nafkah hanya untuk naik haji. Prioritas utama adalah mencari nafkah untuk keluarga, seperti anak dan istri.
“Cita-cita untuk menunaikan ibadah haji bukanlah wajib dalam Islam,” kata Buya Yahya. “Namun, menunaikan ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu secara fisik dan finansial.”
Buya Yahya menekankan bahwa berhaji memang kewajiban dalam Islam, tetapi tidak diwajibkan mencari nafkah hanya untuk berhaji jika itu berarti mengabaikan kewajiban lainnya. Beliau menyatakan bahwa jika seorang muslim tiba-tiba kaya, maka mereka memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah haji.
“Yang penting adalah niat dan usaha untuk menunaikan ibadah haji, serta melakukan amal-amal kebaikan lainnya,” tambah Buya Yahya.
Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Dan bagi Allah atas manusia berhaji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana; dan barangsiapa yang kufur (ingkar), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam” (QS. Ali Imran: 97).
Jadi, menunaikan ibadah haji adalah kewajiban bagi yang mampu, tetapi memiliki cita-cita untuk menunaikan ibadah haji bukanlah kewajiban. Yang penting adalah niat dan usaha untuk melakukan kebaikan dan menunaikan kewajiban-kewajiban lainnya.
Buya Yahya menyarankan agar umat Islam tidak salah kaprah tentang kewajiban haji. Beliau menekankan pentingnya memahami prioritas dalam kehidupan, seperti menafkahi keluarga dan memenuhi kewajiban lainnya, sebelum memikirkan untuk berhaji.
Dengan mempublikasikan artikel ini, Radar Indonesia berharap dapat membantu masyarakat memahami konsep ini dengan lebih baik dan menghindari kesalahkaprahan. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memahami prioritas dalam kehidupan dan menunaikan kewajiban-kewajiban lainnya.
(G. Nas/dari berbagai sumber)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar