Prestasi Pelajar Mewarnai Puncak Hakordia 2025, Komitmen Kota Probolinggo Tanamkan Antikorupsi Sejak Dini
- account_circle Pom py
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- visibility 49
- print Cetak

Probolinggo,RI–
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi: Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” yang berlangsung di Paseban Sena, merupakan agenda hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Probolinggo dan Kejaksaan Negeri setempat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan hadir memadati ballroom, menandai tingginya antusiasme pelajar dalam rangkaian kegiatan yang mengedepankan integritas, kejujuran dan budaya antikorupsi sejak dini. Nampak hadir dalam kegiatan Hakordia ini, Wawali Ina Dwi Lestari, Forkopimda, Ketua TP PKK dr. Evariani, pejabat di lingkungan pemkot serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Kajari Lilik Setiyawan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan tentang menjerat individu, melainkan upaya memulihkan kerugian negara sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan. “Perbaikan tata kelola tidak bisa dilaksanakan secara individu. Harus ada kerja sama seluruh jajaran. Lewat kegiatan ini kami berharap nilai-nilai antikorupsi benar-benar tertanam dalam diri para pelajar,” tuturnya.
Ia berharap Hakordia bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman pembelajaran yang menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dan keteguhan menolak praktik menyimpang. Pelajar diharapkan membawa nilai-nilai integritas ini ke sekolah, keluarga dan lingkungan sosial.
Kepala Disdikbud Siti Romlah menyampaikan bahwa kegiatan Hakordia bertujuan menanamkan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak usia sekolah. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi bermoral, tangguh, adil dan bermartabat. Budaya antikorupsi harus dibangun sejak dini demi Indonesia Emas 2045 yang bebas korupsi,” jelasnya.
Sementara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam sambutannya menyoroti pentingnya pembinaan karakter generasi muda sebagai bagian dari visi nasional yang telah ditetapkan Presiden RI Prabowo Subianto, dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, program-program nasional seperti peningkatan gizi anak, makanan gratis, imunisasi dan layanan kesehatan hanyalah fondasi awal. “Yang paling sulit adalah membentuk karakter. Para ahli mengatakan mengubah karakter bisa memakan waktu hingga dua generasi. Tapi dengan pendidikan terstruktur, nilai antikorupsi dapat tertanam kuat,” ujarnya.
Wali kota juga menyinggung betapa sulitnya membangun kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, apalagi membangun karakter antikorupsi. Karena itu, pendidikan karakter harus terus dilakukan secara konsisten.
Ia juga menceritakan rencana penerapan kantin antikorupsi di sekolah, yakni kantin tanpa penjaga yang mengandalkan kejujuran siswa dalam bertransaksi. Konsep ini diharapkan melatih kepercayaan, tanggung jawab, dan integritas sejak dini.
Puncak Hakordia 2025 juga dimeriahkan dengan pengumuman berbagai lomba bertema antikorupsi yang diikuti pelajar SD, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK. Di antaranya adalah Lomba Debat Anti Korupsi (SMP/MTs & SMA/MA/SMK), Lomba Video/Film Pendek Anti Korupsi (SMP/MTs), Lomba Konten Media Sosial Tema Anti Korupsi (SD & SMP/MTs), Lomba Karikatur Digital Anti Korupsi (SD & SMP/MTs), Lomba Bercerita untuk Anak Difabel (SD & SMP/MTs), Lomba Bercerita Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar (SD & SMP/MTs), dan Lomba Pidato Resmi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” (SD & SMP/MTs).
Para pemenang tampak bangga menerima penghargaan, sekaligus membawa pesan moral bahwa integritas dapat diwujudkan melalui kreativitas dan aksi nyata.
Rangkaian agenda ditutup dengan Forum Group Discussion (FGD) yang dipandu dari Kejaksaan Negeri dan Inspektorat yang bertindak sebagai narasumber. (Suh)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar