Refleksikan Peringatan BBGRM dan Hari Lansia di Probolinggo dengan Memprioritaskan Kesehatan dan Kemandirian Kaum Lansia
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Momentum Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) ke-30 diapresiasi Pemerintah Kota Probolinggo dengan menggelar kegiatan di Pantai Permata Pilang Kecamatan Kademangan, Selasa (26/5) pagi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 260 peserta dari berbagai unsur, mulai TP PKK Pokja 4, perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Probolinggo, komunitas lansia gerontologi, PWRI, pokdarwis hingga kelompok masyarakat.
Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo. Acara diawali dengan apel bersama yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, mewakili Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Kepala Dinsos PPPA Madihah, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan BBGRM dan HALUN tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
“Pada hari ini (26/5) juga dilaksanakan kerja bakti massal dan bersih lingkungan di sekitar Pantai Permata secara serentak. Selain itu dilakukan kerja bakti di seluruh wilayah kelurahan, penanaman pohon dan penghijauan kawasan pesisir, senam lansia, sarasehan serta pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Madihah menambahkan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan gerakan literasi one book one person, khususnya pengumpulan buku cerita anak yang nantinya diserahkan secara simbolis kepada Posyandu Kelurahan Pilang untuk melengkapi taman baca mereka.
“Peringatan ini bertujuan memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan lansia, serta memupuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” terang Madihah.
Sementara itu, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong dan solidaritas sosial sebagai fondasi pembangunan Kota Probolinggo yang berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah lansia agar para lanjut usia tetap sehat, mandiri dan produktif. Melalui visi Kota Bersolek, masyarakat diajak meningkatkan pemberdayaan ekonomi serta kepedulian sosial demi kesejahteraan bersama,” ungkap Rey.
Ia juga mendorong aparatur sipil negara untuk menjadi teladan dalam pelayanan sekaligus penggerak harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci mewujudkan Kota Probolinggo yang mandiri, harmonis dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Kota Probolinggo Misbahul Munir, turut menyampaikan pentingnya pemberdayaan para pensiunan pegawai negeri melalui organisasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Ia menjelaskan bahwa antusiasme lansia dalam mengikuti berbagai kegiatan sangat tinggi meskipun jumlah peserta kerap dibatasi kuota.
“Potensi anggota sangat besar, bahkan mencapai ribuan orang berdasarkan data kepegawaian hingga tahun 2030. Tantangannya adalah bagaimana mengaktifkan seluruh pensiunan agar tetap terlibat dan produktif di organisasi,” jelasnya.
Acara kemudian ditutup dengan sarasehan dan CKG dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo dengan narasumber Kepala Dinkes dr. Intan Sudarmadi yang mengangkat tema lansia sehat dan berdaya. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani.(suh/adv)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar