RENTANG SEJARAH YANG CUKUP PANJANG DELAPAN TAHUN BEKERJA KERAS BERJUANG BERTEKAD Drs. NIKSON NABABAN,M.Si., MEMBANGUN TAPANULI UTARA

TAPANULI UTARA – RI Drs.Nikson Nababan,M.Si., telah memimpin Kabupaten Tapanuli Utara lebih kurang delapan tahun (SEWINDU), dimana pada periode pertama Drs. Nikson Nababan,M.Si., bersama Drs. Mauliate Simorangkir, M.Si, mengusung visi Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2014-2019 yaitu : “Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan dan lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta daerah wisata”.

Tak sia-sia, Drs. Nikson Nababan, M.Si., sejak menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Utara periode pertama, sejak April 2014 lalu, hasil pembangunannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Walaupun begitu, Drs. Nikson Nababan, M.Si., masih terus berusaha membuat terobosan sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi di Tapanuli Utara.

Selama memimpin Kabupaten Tapanuli Utara, Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si., berturut-turut tiga kali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumatera Utara (2014, 2015, 2017), Penghargaan dari Menteri Keuangan atas Keberhasilan Menyusun Laporan Keuangan Tahun 2016 dengan Capaian Standar Tertinggi dan Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik ke IV dalam kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2017.

Di periode pertamanya, Bupati Drs. Nikson Nababan diacungi jempol karena keberhasilannya membangun infrastruktur di Tapanuli Utara. Drs. Nikson Nababan, M.Si., membenahi infrastruktur pendesaan terlebih dahulu agar tidak terisolir lagi, sehingga perekonomian warga desa pun bisa bergulir mensejahterakan mereka.

Sebelumnya Dana Alokasi Umum (DAU) ke Kabupaten Tapanuli Utara ini sangat kecil namun, itu tidak menyurutkan Semangat Drs. Nikson Nababan, M.Si., sebagai Bupati Tapanuli Utara.

Drs. Nikson Nababan, M.Si., menyempatkan waktu melakukan door to door ke setiap Kementerian di Jakarta, agar proposal yang diajukan dapat segera ditindak lanjuti demi kepentingan masyarakat.

Sejak awal Drs. Nikson Nababan, M.Si., merasa inovasi sangat perlu untuk melakukan terobosan dalam percepatan pembangunan pada beberapa sektor, antara lain pertanian, infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan pariwisata serta pemerintahan.

Tapi tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk membangkitkan masyarakat dari pola Pikir lama.

Karena itulah, untuk melakukan terobosan dengan berbagai inovasi yang sudah di pikirkan oleh Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si., maka ia  mengeluarkan kebijakan yang isinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir yang mengatakan bahwa Tapanuli Utara merupakan peta kemiskinan. Dengan cap itu, warga pun tergugah untuk lebih semangat mencapai kesejahteraan.

Pertama Drs. Nikson Nababan, melakukan pengadaan alat berat seperti excavator 5 unit, buldozer 1 unit, excavator mini 1 unit, loader 1 unit dan greder 1 unit. Alat-alat itu, selalu siap siaga apabila dibutuhkan masyarakat untuk pembukaan jalan usaha tani, pembukaan jalan interkoneksi antar Desa, antar Dusun dan antar Kecamatan.

Yang diutamakan oleh Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si., memang baru infrastruktur jalan. Karena dengan membangun jalan kita bisa membuka desa-desa yang selama ini terisolir.

Pada sektor pertanian, di awal tugas, Bupati Drs.Nikson Nababan melihat beberapa kendala yang dihadapi petani selama ini antara lain masih kurangnya modal usaha, jalan pertanian yang belum memadai dan pemasaran hasil produksi pertanian yang sulit serta sistem pertanian yang masih konservatif (sistem manual).

Dalam mewujudkan sebagai Daerah Lumbung Pangan, Drs.Nikson Nababan meluncurkan konsep ‘petani harus menjadi profesi’, dan melakukan berbagai langkah terobosan bersifat inovatif untuk mengatasi hal tersebut. Bahkan beberapa diantaranya merupakan hal baru yang pertama kali ada di Indonesia, antara lain:

Memberikan Pupuk Bersubsidi Bayar Pasca Panen untuk meringankan modal petani dan menghindari lilitan pengijon, Melakukan pasar lelang 3 komiditi pertanian (cabai merah, bawang merah dan gabah padi) pada Pasar Tarutung dan Pasar Siborong-borong sebagai upaya meningkatkan nilai jual komoditi.

Jaminan Harga Komoditi Pertanian, Pemerintah kabupaten Tapanuli utara melalui Perusahaan Daerah Pertanian akan menampung hasil pertanian apabila harga pasar di bawah biaya produksi pertanian yang telah ditetapkan.

Memberikan bantuan bibit dan benih Tanaman serta benih ikan/ternak. selain bibit di atas, Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si., juga membantu pengembangan tanaman cabe merah dan bawang merah. Pengadaan traktor untuk pembukaan dan pengolahan lahan-lahan tidur secara gratis.

Dan mekanisasi pertanian, Pemerintahan kabupaten tapanuli utara  memberikan bantuan peralatan kepada Kelompok Tani, antara lain: Combine Harvester (Pengolah lahan dan Pemotong Padi), hand traktor, pompa air dan alat pemotong padi.

Dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai Lumbung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, Drs. Nikson Nababan melakukan terobosan dalam beberapa sektor, antara lain Pendidikan, Tenaga Kerja dan Kesehatan.

Pada Sektor Pendidikan, Drs. Nikson Nababan melaksanakan inovasi dengan program Sekolah Gratis yang diwujudkan dengan menampung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seluruh biaya yang tidak tertuang dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seperti honor guru komite, sehingga siswa tidak dipungut biaya.

Drs. Nikson Nababan juga mendorong pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  melalui keputusan bahwa setiap desa harus memiliki minimal satu sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dimana saat ini telah berdiri 255 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang tersebar di 237 lokasi pada 241 Desa di Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain itu, Drs. Nikson Nababan juga melakukan peningkatan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan, seperti dibukanya unit sekolah baru (USB) SMA Negeri 1 Purbatua, SMA Negeri 2 Parmonangan, Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan serta SMP Negeri 7 Tarutung di Desa Pagarsinondi Kecamatan Tarutung dan saat ini sedang dipersiapkan SMP Negeri I Desa Lontung Jae, Kecamatan Garoga.

Penyediaan sarana dan prasarana dan fasilitas pendidikan umum maupun kejuruan melalui pembangunan, rehabilitasi, mendirikan laboratorium dan pengadaan komputer berbasis IT, serta memberikan Bea Siswa kepada 2.126 siswa-siswi yang berprestasi dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi Negeri hingga selesai pendidikan yang berasal dari keluarga kurang mampu/keluarga miskin setiap tahun, dimana program ini berjalan terus hingga kini dan telah mencapai total anggaran sebesar Rp.100.267.800,-

Drs. Nikson Nababan juga menyediakan bus sekolah untuk mengantar jemput siswa – siswi di Kecamatan Parmonangan dan Kecamatan Garoga serta memberikan Insentif dan Peningkatan Sumber Daya Manusia bagi Tenaga Guru non PNS/Honorer yang bertugas di Sekolah PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK, disamping telah menerima gaji sebagai guru Honor sehingga mampu meningkatkan kinerja.

Pada sektor kesehatan, Drs. Nikson Nababan telah melakukan beberapa inovasi antara lain pencanangan program antar dan jemput pasien dengan layanan Quick Respon melalui Public Safety Center (PSC)119 selama 24 jam secara gratis di seluruh Kabupaten Tapanuli Utara, program ketuk pintu dengan sasaran home visite kesetiap rumah penduduk, pelayanan 24 jam pada Puskesmas, meningkatkan insentif medis dan paramedis dan pelaksanaan berobat gratis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

Diakhir sisa jabatan Drs. Nababan diperiode pertama, Drs. Nikson Nababan juga menggenjot pembangunan pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara. Hal itu yang di lakukan mengingat telah beroperasinya Bandara Internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara. Harapannya wisatawan manca negara meningkat, sehingga bisa berdampak pada bergulirnya perekonomian di Tapanuli Utara.

Semangat pembangunan dan jiwa visioner dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, Belum puas membangun Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan yang berpasangan dengan Sarlandi Hutabarat, SH. M., kembali mencalonkan diri sebagai salah satu calon Bupati Tapanuli Utara untuk periode kedua yang mengusung visi Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2019-2024 yaitu : “Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan dan Lumbung Sumber Daya Manusia yang Berkualis Serta Daerah Tujuan Wisata”.

Kendati begitu, kinerja Drs. Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara untuk periode pertamanya dinilai berhasil dan kala itu ianya dipercaya lagi oleh masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara untuk menjadi Bupati Tapanuli Utara periode 2019-2024, berpasangan dengan Sarlandy Hutabarat yang saat itu menjadi wakil Bupati Taput.

Berkat upaya kerja keras Drs. Nikson Nababan, semua rumah penduduk, semua lahan penduduk Kabupaten Tapanuli Utara semua kembali milik rakyat. Tanah adat itu tidak dikenal, tanah wilayat itu tidak dikenal di Tapanuli Utara karena itu ada di Padang dan juga di papua, tetapi berkat kerja sama Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), DPRD, akhirnya Drs. Nikson Nababan membuat Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup) sudah tidak ada lagi desa di Kabupaten Tapanuli Utara memilikitanah adat dan tanah ulayat.

Target prioritas Drs. Nikson Nababan diperiode keduanya memerdekakan desa, membuka akses – akses desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga semua ekonomi desa bergerak menyuplai kepada kota.

Berkat kerja keras Drs. Nikson Nababan memperjuangkan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akhirnya Pemerintah Pusat memberikan Pinjaman PEN kepada Pemerintah Kabupaten Tapapanuli Utara. Karena Dana ini sangat membantu dalam situasi pandemi, saat ini anggaran tersebut akan gunakan untuk meningkatkan infrastruktur, khususnya di desa terpencil sebagai lanjutan dari pembangunan yang telah ada di lakukan.

Bahkan Direktur Kapasitas dan Pelaksanaan Transfer Kementerian Keuangan Bhimantara Widjayala, S.H, Ak, MSF menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk laporan 2020 adalah daerah yang melaksanakan penyerapan anggaran yang sangat cepat untuk laporan tahun 2020, bahkan Bhimantara Widjayala mengapresiasi kinerja Bupati Drs. Nikson Nababan, akhirnya penandatanganan Perjanjian Pemberian Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar 326 milyar ini terealisasi dengan baik dalam rangka Pembiayaan Daerah untuk penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara antara PT. Sarana Multi Insfrastruktur (PERSERO).

Pertumbuhan ekonomi dimasa pandemi Covid-19 Kabupaten Tapanuli Utara pada Tahun 2020 1,6%, dimasa pandemi juga pada Tahun 2022 hampir seluruh Kabupaten Kota juga termasuk yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya bisa mencapai triliunan pertahun di masa pandemi minus 9% dan ternyata sektor pariwisata kena imbas, pertanian itulah yang betul, sektor pertanian itulah yang akan dibuatkan. Di Tahun 2022 pertumbuhan Perekonomian Kabupaten Tapanuli Utara naik 100% menjadi 3,6% karena sektor penyumbang adalah sektor pertanian.

Menjelang di akhir masa kepemimpinan Drs. Nikson Nababan, tentu saja masih banyak program yang harus di gesa olehnya. Pembangunan infrastruktur memang program prioritas Drs. Nikson Nababan dengan mefokuskan pembangunan jalan, jembatan dan irigasi. Interkoneksi kecamatan, interkoneksi desa dan bahkan dusun serta jalan usaha tani ke sentra pertanian. Karena ia meyakini bahwa tanpa infrastruktur maka program lain tidak akan maksimal, salah satu contoh parmonangan barat dan parmonangan timur sudah tersambung dan jembatan sudah dibangun, perkerasan sudah tuntas tinggal pengaspalan yang akan dilakukan tahun ini. Yang dulunya kalau menuju muara tolang harus melalui Tapanuli Selatan, sekarang tuntas sudah dibuat perkerasan dan jembatan, kelanjutannya adalah pengaspalan.

Drs. Nikson Nababan juga memerintahkan, Kecamatan Pahae itu harus tembus ke Kecamatan Pangaribuan, pengerasan tinggal tahun ini sudah di anggarkan 1,7 Kilo Meter tuntas pada tahun ini di kerjakan sehingga Kecamatan Pangaribuan bisa konektifitas dengan luat pahae. Secara umum masyarakat semakin memahami jika pembangunan bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah semata dan ini diawali dengan contoh dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat dengan terjun langsung berbaur dan berkunjung sampai ke desa dan dusun terpencil dimana sambil melihat apa yang perlu di atensi didaerah itu sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Kegiatan rutin gotong royong setiap jumat melalui instruksi Bupati Drs. Nikson Nababan juga menjadi contoh nyata dan berhasil memancing masyarakat untuk ikut melakukan didesa masing-masing.

Rentang sejarah yang cukup panjang buat Drs. Nikson Nababan 8 Tahun (Sewindu) bekerja keras, berjuang, bertekad, dan segala kapasitas dan daya, energi dan potensi yang dimiliki dan dikerahkan untuk meneruskan estafet perjuangan untuk membangun Kabupaten Tapanuli Utara dan berusaha menciptakan terobosan dan inovasi, selalu berkarya baik dalam upaya penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi daerah, peningkatan pelayanan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan yang dimulai dari desa, karena pada hakekatnya desa merupakan sumber produksi dari hulu ke hilir untuk kota sebagai pusat konsumtif, memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat, Provinsi dan menjalin kerja sama dengan mitra kerja pemerintah yang pada akhirnya bermuara pada perwujudan visi misi Kabupaten Tapanuli Utara.

Drs. Nikson Nababan juga berharap perobahan-perobahan di bidang infrastruktur pembangunan sudah berjalan dengan baik, perubahan mental yang sekarang harus bersama-sama dikerjakan, Drs. Nikson Nababan juga meminta kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi vertikal, para camat, para Lurah, para Kepala desa berikan kepada masyarakat kita pemahaman-pemahaman bahwa pentingnya persatuan, pentingnya bersatu padu, kompak bekerja, tinggalkan semua perbedaan tinggalkan egoisme, saling merangkul dan saling bergandeng tangan.

Drs. Nikson Nababan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabuaten Tapanuli Utara merapatkan barisan, tetap saling bergandeng tangan, bekerja sama dalam harmoni keberagaman karena masih banyak agenda pembangunan yang masih harus dikerjakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabuaten Tapanuli Utara, seperti : Pendirian Universitas Tapanuli Raya (UNTARA), karena pendirian Universitas Tapanuli Raya yang merupakan cita-cita yang harus didorong bersama, pendirian Universitas Negeri merupakan Triger (Pemicu) bagi upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara secara khusus dan Tapanuli Raya secara umum. Pembangunan Sport Center, pengembangan kawasan perkotaan Tarutung Aek Sigeaon, pengembangan wisata salib kasih, revitalisasi pasar Tarutung dan pasar Siborong-borong, lanjuta pembangunan jaringan pipa trasmisi air baku menjadi air bersih siap minum, pembangunan infrastruktur di kabupaten Tapanuli utara dan agenda lainnya untuk memajukan Kabupaten Tapanuli Utara.

Drs. Nikson Nababan juga mengajak seluruh masyarakat berdoa bersama-sama agar cita-cita dan agenda tersebut dapat terwujud dan terealisasi di sisa akhir masa jabatan Drs. Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara bersama Sarlandi Hutabarat, SH, MM., sebagai Wakil Bupati Tapanuli Utara. Ditulis Oleh : (RI/O/Reno Mangapul Hutabarat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.