Rombakan Pejabat Bangkalan Picu Rasa Kehilangan di Lingkungan ASN: “Banyak Figur yang Sudah Menyatu”
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 48
- print Cetak

BANGKALAN,RI – Pelantikan 28 pejabat eselon II dan III oleh Bupati Bangkalan di Pendopo Agung pada Rabu (31/12) menyisakan catatan emosional bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Meski mutasi merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan tata kelola pemerintahan, gelombang rasa kehilangan terasa kuat di kalangan rekan kerja yang selama ini mendampingi para pejabat tersebut dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Sejumlah rekan kerja mengungkapkan bahwa perombakan ini terasa begitu berat secara emosional. Bagi mereka, beberapa pejabat yang kini berpindah tugas bukan sekadar pimpinan struktural, melainkan sosok mentor yang telah berhasil membangun ritme kerja yang solid dan harmonis di instansi masing-masing.
Rasa kehilangan ini dibarengi dengan kekhawatiran mengenai kesinambungan program yang tengah berjalan. Banyak sejawat merasa bahwa penempatan atau pergeseran figur-figur tertentu dikhawatirkan kurang tepat jika dilihat dari sisi kedekatan dan pemahaman mendalam terhadap persoalan teknis di lapangan yang selama ini sudah dikuasai dengan baik oleh pejabat sebelumnya.
Sinergi yang sudah terbentuk lama dikhawatirkan harus memulai kembali dari nol, yang berpotensi menghambat akselerasi kinerja birokrasi. Beberapa nama yang dilantik, mulai dari posisi Staf Ahli hingga kepala dinas strategis seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, dikenal memiliki kedekatan personal yang kuat dengan bawahannya.
Perubahan nakhoda ini dinilai meninggalkan celah bagi mereka yang sudah merasa sangat cocok dengan gaya kepemimpinan dan visi pejabat lama dalam memajukan daerah. Meski dibalut rasa sedih, para rekan sejawat tetap menaruh harapan besar agar para pejabat baru yang dilantik dapat segera beradaptasi.
Harapan utamanya adalah agar kekhawatiran akan “kurang tepatnya” perombakan ini dapat dijawab dengan pembuktian kinerja yang nyata serta kemampuan merangkul tim yang ditinggalkan. Dinamika ini menjadi tantangan besar bagi para pejabat yang baru diambil sumpah jabatannya untuk menjaga stabilitas internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
( G. Nas/berbagai sumber )
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar