Satgas Mobile Yonif 500/Sikatan Perkuat Ikatan Persaudaraan dengan Warga Mamba Melalui Komsos Humanis
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- visibility 59
- print Cetak

Satgas Mobile Yonif 500/Sikatan Perkuat Ikatan Persaudaraan dengan Warga Mamba Melalui Komsos Humanis
SUGAPA,, RI – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak jelas saat personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di Titik Kuat (TK) Mamba, Distrik Sugapa. Sepuluh personel yang dipimpin Serda David (Batop Satgas) berkunjung dan berinteraksi langsung dengan mama Yulistin Maiseni, warga Kampung Mamba yang beberapa waktu lalu menjadi korban kekejaman kelompok separatis OPM hingga rumahnya dibakar.
Dalam pertemuan sederhana namun bermakna itu, mama Yulistin menyerahkan sayuran hasil kebun sebagai bentuk ketulusan dan ikatan batin yang telah terjalin dengan Satgas. Sebagai wujud kepedulian, Satgas memberikan bantuan makanan siap saji, paket sembako, dan memborong tas noken hasil kerajinan mama Yulistin untuk membantu pemulihan ekonomi keluarganya.
Serda David menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kehadiran TNI sebagai saudara bagi masyarakat Papua.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mama Yulistin dan keluarga tidak sendiri. Setelah beberapa tahun lalu rumahnya dibakar oleh OPM, kami hadir untuk menguatkan dan memastikan ada tangan-tangan yang membantu. Inilah tugas kami untuk menjaga, merangkul, dan memanusiakan,” ungkapnya.
Mama Yulistin, yang masih berusaha bangkit dari kejadian traumatis tersebut, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Satgas TNI.
“Waktu rumah terbakar, sa takut, bingung, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi anak-anak TNI datang bantu. Sa rasa ada yang jaga kami,” tuturnya lirih namun penuh keteguhan.
Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang diperingati setiap 10 Desember, kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dari segala bentuk kekerasan.
Perwira Hukum Satgas, Letda Chk Ruyung Ririhena, S.H., menegaskan komitmen TNI terhadap prinsip hukum dan HAM di Papua.
“Di hari HAM sedunia ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit selalu berlandaskan hukum dan penghormatan terhadap martabat manusia. TNI hadir untuk melindungi masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban kekerasan kelompok OPM. Peristiwa yang menimpa mama Yulistin adalah bukti bahwa warga membutuhkan perlindungan nyata,” jelasnya.
Kegiatan Komsos ini tidak hanya mempererat hubungan harmonis TNI–Rakyat, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa kehadiran TNI di Papua adalah untuk memberi rasa aman, harapan, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan penuh kehangatan, mencerminkan kuatnya persaudaraan di antara prajurit Yonif 500/Sikatan dan masyarakat Papua.( red Yonif 500 Sikatan/mjb, tg)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar