Urai Kemacetan Proyek Infrastruktur, Pemkot Cimahi Terapkan Contraflow dan Targetkan Jembatan Beres 1 Bulan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

CIMAHI, RI– Penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan Kota Cimahi akibat proyek infrastruktur massal langsung direspons cepat oleh pemerintah setempat. Guna mengurai kemacetan parah yang mengganggu aktivitas warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi resmi mengevaluasi rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contraflow (dua arah) di kawasan Underpass Sriwijaya.
Langkah taktis ini diambil setelah Pemkot Cimahi bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan melakukan pemantauan ketat di lapangan. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa skema dua arah di Underpass Sriwijaya cukup efektif memotong kepadatan volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kemacetan di Kota Militer ini dipicu oleh pengerjaan tiga proyek besar yang berjalan hampir bersamaan, yakni pembangunan Underpass Gatot Subroto (program Pemprov Jabar), perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah, serta rencana kelanjutan Flyover Pusdikpom oleh pemerintah pusat.
Mewakili jajaran pemerintah, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa transisi pembangunan ini.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Cimahi maupun masyarakat luar daerah. Kami tidak menutup mata atas dampak kemacetan ini,” ujar Ngatiyana, Kamis (20/8).
Ngatiyana membeberkan bahwa perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah bersifat mendesak karena struktur bangunan yang mulai menurun. Langkah ini harus segera diambil demi menjamin keselamatan pengendara dan mencegah potensi fatalitas di kemudian hari.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menegaskan, pihaknya kini fokus pada solusi percepatan pengerjaan agar dampak sosial-ekonomi tidak berlarut-larut. Salah satu target utamanya adalah memangkas durasi perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.
“Target awal perbaikan jembatan ini adalah 90 hari. Namun, dengan metode hydraulic static dynamic pile, kita dorong agar dalam satu bulan jembatan ini sudah bisa dilalui kembali secara aman,” tegas Adhitia saat meninjau lokasi.
Adhitia menambahkan, posisi geografis Cimahi sebagai kota perlintasan dalam kawasan aglomerasi Bandung Raya membuat penutupan satu jalur saja berpotensi mengunci arus lalu lintas di titik lain. Oleh karena itu, Pemkot Cimahi berkomitmen menerapkan strategi penutupan berkala dan melarang penutupan total seluruh ruas jalan terdampak secara bersamaan.
Untuk mengantisipasi titik sumbat (bottleneck), Jalan Gatot Subroto diupayakan tetap dibuka secara terbatas selama belum memasuki tahap pembongkaran jalan skala besar. Pemkot Cimahi juga menerjunkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri untuk mempertebal pengamanan di titik-titik rawan macet.
Ke depan, Pemkot Cimahi terus mengintensifkan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk kejelasan proyek Flyover Pusdikpom, serta memastikan pengawasan berkala agar semua proyek selesai tepat waktu demi mobilitas masyarakat yang lebih baik. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar