Forkopimda Cimahi Serap Aspirasi Lewat Program ‘Pawang Ronda’
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota Cimahi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pendekatan langsung ke masyarakat melalui program inovatif “Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda” (Pawang Ronda). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Cipageran pada Rabu (26/8) malam ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sekaligus menjadi wadah dialog interaktif.
Program yang diinisiasi oleh Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Cimahi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Ketua DPRD Wahyu Widyatmoko, Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf. Ratno, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, serta Kajari Cimahi Neneng Rahmadini. Kehadiran para pucuk pimpinan daerah ini disambut hangat oleh sekitar 100 warga setempat.
Dalam suasana santai khas ronda malam, warga memanfaatkan momen ini untuk mencurahkan berbagai persoalan lingkungan. Isu yang mencuat mulai dari gangguan keamanan, ancaman peredaran narkoba pada generasi muda, masalah drainase dan banjir, batas wilayah, hingga dampak sosial peredaran minuman keras.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pos ronda harus menjadi benteng awal pertahanan lingkungan. Selain memantau keamanan fisik, ia juga mengajak warga lebih jeli terhadap peredaran obat-obatan terlarang.
“Kami ingin memastikan lingkungan aman dan mengedukasi warga agar waspada terhadap narkoba yang mengincar anak muda. Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang aktif melapor, termasuk sinergi dengan Polres Cimahi yang berhasil mengungkap kasus obat terlarang berkat info warga,” ujar Ngatiyana.
Terkait keluhan infrastruktur seperti banjir dan kemacetan akibat proyek pembangunan, Ngatiyana menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemerintah berkomitmen mempercepat proyek dan mengevaluasi rekayasa lalu lintas agar mobilitas warga kembali lancar.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menambahkan bahwa esensi ronda malam tidak hanya soal mencegah kriminalitas. “Ronda adalah momentum terbaik untuk merawat silaturahmi, kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai pudar,” tuturnya.
Menyikapi laporan warga, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi mengajak masyarakat mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan. Ia juga mengundang warga untuk hadir menyaksikan pemusnahan barang bukti hasil operasi—seperti narkoba, miras, dan knalpot brong—yang akan digelar di Mapolres Cimahi pada 31 Agustus mendatang sebagai wujud transparansi.
Dampak positif program ini langsung dirasakan di lapangan. Ade, seorang anggota Linmas setempat, mengaku termotivasi untuk memperketat patroli rutin, termasuk dalam mengantisipasi kerumunan geng motor yang meresahkan. Melalui Pawang Ronda, Pemkot Cimahi berharap pola komunikasi dua arah ini terus berjalan demi terciptanya kondusivitas kota yang berkelanjutan. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar