Breaking News
light_mode
Trending Tags

Virus Corona Munculkan Banyak “Masalah” Diduga BPNT Jadi Ajang Bancakan

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
  • visibility 241
  • print Cetak

PEMALANG – RI, Persoalan pandemi Covid-19, ternyata tidak hanya berdampak pada nyawa manusia saja, akan tetapi perekonomian dan komunikasi secara langsung juga ikut kena imbasnya. Bahkan sarana dan prasarana seperti tempat-tempat fasilitas umum pun ikut kena dampak alias di tutup. Ini sungguh mengerikan, ibarat sudah jatuh ketimpa tangga. Kenapa hal ini bisa terjadi, akibat munculnya virus Corona sudah membuat masyarakat khawatir dan bingung. Karena selain perekonomian tambah sulit, untuk mencari rejeki buat kebutuhan juga susah didapat. Satu demi satu bahan sembako meroket dengan seenaknya. Seperti gula, minyak goreng, beras, dll. Ini sebenarnya salah siapa dan bagaimana nasib rakyat yang berpenghasilan rendah. Akibatnya, Mereka mungkin semakin terjepit dengan kebutuhan sehari harinya.

Tapi aneh dan bisa di bilang sadis, ketika masyarakat khususnya berpengsilan rendah sedang kesulitan mencari pendapatan, justru malah di jadikan sasaran empuk oleh Oknum-oknum yang tidak manusiawi. Seperti pada program Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT) yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah Pemerintah dalam meluncurkan BPNT, perlu diacungi jempol. Karena peluncuran program itu sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan yang selama ini melalui program raskin. Agar lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.Tapi sayang program tersebut ternyata di arus bawah hanya di manfaatkan oleh Oknum-oknum tertentu. Program BPNT yang ada di Kabupaten  Pemalang terindikasi jadi ajang bancakan.

Munculnya persoalan BPNT bermula saat Ketua DPRD, HM. Agus Sukoco melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kecamatan Pemalang. Dari hasil Sidak itu ia menemukan beberapa kejanggalan soal BPNT yang terindikasi ada penyimpangannya. Akibat semua itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan di rugikan. Seperti misal kejadian di Desa Banjarmulya, terjadi temuan salah satu varian BPNT yakni telor yang semestinya di hargai timbangan tapi di lapangan dihargai perbutir yakni  Rp. 2000. Tidak hanya itu saja, kejanggalan juga muncul dari harga sembako berkualitas buruk. Bahkan sadisnya lagi Oknum-oknum tersebut masih memotong bantuan yang seharusnya menerima Rp. 200.000/ KK diterimakan cuma Rp. 185.000/KK.

Perlu diketahui bahwa Program BPNT berjalan sejak November 2018 sampai November 2019 sebesar Rp.110.000, kemudian naik menjadi Rp.150.000. Sementara mulai Januari 2020, BPNT oleh Pemerintah di naikkan menjadi Rp. 200.000/KK. Bayangkan saja dari hasil temuan di lapangan menyebutkan bahwa penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Pemalang sebanyak 123.000 Keluarga Kalau setiap penerima di potong Rp. 15.000/KK berapa banyak bantuan yang di sunat sejauh ini. Sedangkan bantuan di keluarkan setiap bulan sekali. Selain itu juga ada hembusan kabar bahwa pada tahun 2019, pemotongan bantuan  mencapai Rp.20.000/KK.

Menyoal tentang itu, Politisi Partai Golkar Ujianto MR saat diminta keterangan menarik nafas sambil menggelengkan kepala, karena saat ini rakyat lagi dalam kondisi terjepit lantaran dampak virus Corona yang tidak jelas kapan berakhir. Tapi masih ada pihak yang tega memanfaatkan demi untuk kepentingan sendiri. “Naudzubillah.. masih ada yang tega merampok temen-temen dzuafa yang sebenarnya sodara kita sendiri”, tulis Ujianto sapaan dalam akun Facebook @Ujianto Mugo Raharjo. “Entah perilaku apa yang merasuki pikiran para pemegang amanah yang NGGULO WENTAH BPNT, sehingga tega melakukan kekejaman bahkan kedzoliman,” tambahnya.

Lanjutnya, padahal jika program BPNT, PKH, Raskin, dll, dikelola dengan benar dan jujur, niscaya akan mengangkat derajat sosial dari para sodara kita yang belum beruntung. Dan itu program Negara dalam menekan angka kemiskinan bisa tercapai dengan baik. “Hukuman apa yang pantas dijatuhkan pada pelanggar etika kemanusiaan, karena dengan dalih apapun sungguh sangat tidak dibenarkan,” kata Ujianto. Ujianto menambahkan, supaya kejadian ini perlu di publikasikan keberbagai elemen masyarakat.”Agar menjadi efek jera bagi para pelanggar etika kemanusiaan. Dan itu artinya akan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Pemalang yakni, Bupati Dr. HM. Junaedi, SH. MH. Dimana Ada Salah Satu amanahnya adalah memberantas korupsi dan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang. (Was)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0819 Pasuruan Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah

    Dandim 0819 Pasuruan Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 221
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh. Noor Iskak bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pasuruan laksanakan kegiatan penyerahan sertifikat redistribusi tanah hasil klarifikasi bukan kawasan hutan bertempat di Dusun Gunung Malang Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Kehadiran Letkol Arh. Noor Iskak selaku Dandim 0819 Pasuruan tidak lain yaitu guna mendukung roda Pemerintahan dalam mensejahterakan […]

  • Gubernur LIRA Jatim Apresiasi Kemenangan Bersama Sahabat Cak Sam LIRA

    Gubernur LIRA Jatim Apresiasi Kemenangan Bersama Sahabat Cak Sam LIRA

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Probolinggo,RI-Dalam sebuah momen penuh rasa syukur, Samsudin, SH, Gubernur LIRA Jawa Timur, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjuangan bersama Sahabat Cak Sam LIRA. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh anggota, baik dari Satgas AMP, relawan Sahabat Cak Sam LIRA, maupun tim pendukung Gus Haris dan […]

  • Jadi Korban Arisan Bodong, Warga Pojok Kulon Jombang Lapor ke Polisi

    Jadi Korban Arisan Bodong, Warga Pojok Kulon Jombang Lapor ke Polisi

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Jombang, RI – Babak baru kasus arisan bodong di Desa Pojok kulon Jombang, Masro’iyah Isnaini (27) melaporkan perempuan berinisial IA karena merasa tertipu. Ia mengaku telah menjadi korban arisan yang diselenggarakan oleh IA sejak 2023. “Pada Bulan Agustus 2023 saya mengetahui status Whatsapp IA terkait penjualan arisan online, karena tertarik akhirnya saya membeli arisan tersebut”. […]

  • Pemkab Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-116

    Pemkab Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-116

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 323
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, RI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 tahun 2024 di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo, Senin (20/5/2024). Di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, apel peringatan Hari Kebangsaan Nasional ke-116 tahun 2024 dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Probolinggo Heri Sulistyanto, S.Sos., M.Si. Untuk Komandan Apel adalah Pitra Jaya […]

  • Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2024 Polres Pasuruan Kota

    Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2024 Polres Pasuruan Kota

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pasuruan , RI – Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2024 dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Makung Ismoyo Jati, S.I.K., M.I.K serta di dampingi Danyon Zipur 10 Pasuruan, Rabu (3/4/2024). Dengan mengusung tema (Mudik Aman Berkesan). Apel pasukan ini diikuti oleh personil dari Polri, TNI serta instansi terkait. Instansi […]

  • 2 (Dua) Tahun Rumah Satak Di Segel Forpimka, Kini Resmi Jadi Miliknya Setelah Ada Pengukuran Tanah Dari BPN Sumenep

    2 (Dua) Tahun Rumah Satak Di Segel Forpimka, Kini Resmi Jadi Miliknya Setelah Ada Pengukuran Tanah Dari BPN Sumenep

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 342
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Warga masyarakat Desa Pangerungan kecil atas nama Satak umur 63 tahun selama 2 (dua) tahun rumahnya dibiarkan tidak ditempati lantaran di segel oleh pihak Forpimka Kecamatan Sepeken Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Kedatangan pihak dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Sumenep ke Pulau Pagerungan Kecil karena Keluarga Satak mengajukan permohonan pembuatan peta bidang atas tanahnya. Hal […]

expand_less