Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Sepakati Hasil Mediasi, Blokade Badan Jalan Trans Kalimantan Kubu Raya Dibuka

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

KUBU RAYA, RI – Sejumlah warga Dusun Tapah, Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memblokade Jalan Trans Kalimantan kilometer 37,5, Rabu (2/9/2026).

Aksi itu dipicu debu tebal dari pekerjaan peningkatan jalan yang dinilai telah mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

Warga menempatkan batang kayu kelapa di badan jalan.

Aksi tersebut membuat arus kendaraan di jalur penghubung antardaerah itu tersendat sekitar satu jam.

Blokade akhirnya dibuka setelah Bupati Kubu Raya H. Sujiwo bersama Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia, Camat Sungai Ambawang Jurin, Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratman, dan Anggota DPRD Kubu Raya Ewinalgo datang untuk memediasi warga.

Keluhan warga bukan hanya soal debu proyek.

Mereka juga harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kubu Raya.

Debu dari kendaraan dan material proyek beterbangan saat kendaraan melintas.

Kondisi itu membuat lingkungan rumah warga kotor dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan ikut terganggu.

Warga Tuntut Jalan Segera Diaspal

Dalam mediasi, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak pelaksana pekerjaan.

Mereka meminta jalan disiram secara rutin pada siang dan malam hari untuk mengurangi debu.

Material pembangunan juga diminta ditutup agar tidak mudah terbawa angin.

Warga turut meminta kecepatan kendaraan proyek maupun kendaraan umum diatur untuk mengurangi debu serta memastikan aktivitas pembangunan tidak membahayakan keselamatan masyarakat.

Selain itu, mereka meminta pelaksana memberikan penjelasan mengenai langkah pengendalian dampak debu selama pekerjaan berlangsung.

Warga juga meminta pengaspalan Jalan Trans Kalimantan kilometer 37,5 segera dilakukan, dengan batas waktu yang mereka harapkan paling lambat 6 September 2026.

Aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan di rumah Ketua RT Yordanus.

Sekitar 100 warga hadir dalam mediasi.

Sujiwo Minta Pengaspalan Segera Dimulai

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo mengatakan keresahan warga dapat dipahami karena dampak debu telah dirasakan langsung masyarakat di sekitar lokasi.

“Pengaspalan minggu pertama September ini harus sudah dimulai.

Dampak yang dirasakan masyarakat cukup berat karena debu yang sangat tebal sudah mengganggu aktivitas warga, ditambah lagi dengan asap yang diakibatkan karhutla,” kata Sujiwo.

Sujiwo menegaskan pekerjaan Jalan Trans Kalimantan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional.

Meski demikian, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengawal aspirasi masyarakat.

“Saya akan segera meminta kepada Kepala Balai Jalan Nasional Kalbar untuk segera menyelesaikan pengerjaan jalan.

Minggu ini harus sudah dikerjakan, terutama pengaspalannya,” ujarnya.

Sujiwo juga mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat untuk menindaklanjuti tuntutan warga.

Ia meminta penyiraman atau pembasahan jalan dilakukan setiap hari sambil menunggu proses pengaspalan agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu masyarakat.

Kapolres Minta Warga Sampaikan Aspirasi Secara Tertib

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia meminta warga tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya.

Menurut Rensa, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat.

Namun, akses jalan umum harus tetap dibuka agar arus lalu lintas berjalan normal.

“Kami meminta warga menahan diri dan membuka blokade agar arus lalu lintas dapat kembali berjalan normal dan lancar.

Silakan sampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Rensa.

Rensa juga meminta pelaksana proyek segera mengendalikan debu selama pekerjaan berlangsung.

“Kami meminta pelaksana proyek melakukan penyiraman akses jalan secara kontinu sehingga keluhan masyarakat terkait debu dapat diatasi,” ujarnya.

Ia menegaskan kepolisian akan ikut mengawal tindak lanjut tuntutan warga bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Terkait tuntutan warga, kami akan kawal bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” katanya.

Camat Minta Penyiraman Dilakukan Rutin

Camat Sungai Ambawang Jurin mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama BPJN Kalimantan Barat.

“Bupati Kubu Raya akan menindaklanjuti tuntutan warga dan segera berkoordinasi dengan BPJN Kalimantan Barat sehingga persoalan ini dapat teratasi dengan cepat,” kata Jurin.

Jurin juga meminta pelaksana proyek melakukan penyiraman secara rutin selama pekerjaan berlangsung.

“Musim kemarau seperti sekarang membuat debu lebih mudah beterbangan.

Karena itu, penyiraman harus dilakukan secara rutin agar debu dari proyek dapat berkurang dan tidak terus mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Pelaksana Janji Tindaklanjuti Tuntutan

Pelaksana proyek Muhammad Aidi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan warga.

“Kami akan segera menindaklanjuti tuntutan warga, baik berupa penyiraman air secara rutin maupun pengaspalan akses jalan secepatnya,” kata Aidi.

Ia memastikan pihak pelaksana akan memperhatikan dampak pekerjaan terhadap masyarakat sekitar selama proses pembangunan berlangsung.

Mully /Juan//Radar Indonesia

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjudian di Perbatasan Lamandau-Sukamara Kembali Marak

    Perjudian di Perbatasan Lamandau-Sukamara Kembali Marak

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUKAMARA, RI – Praktik perjudian di wilayah perbatasan antara Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, dilaporkan kembali beroperasi. Kondisi ini memicu sorotan publik terkait efektivitas pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum (APH) setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas perjudian diduga kembali aktif di beberapa titik, salah satunya di Desa Kenawan, […]

  • Hearing Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto Bersama Direktur RSUD RA Basuni, Jaspel Henti Sejak 2024

    Hearing Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto Bersama Direktur RSUD RA Basuni, Jaspel Henti Sejak 2024

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI-Direktur RSUD RA Basuni Kabupaten Mojokerto, dr. Rosyid Salim, menegaskan bahwa iuran jasa pelayanan (jaspel) yang selama ini diberlakukan kepada pegawai rumah sakit telah resmi dihentikan sejak awal tahun 2024. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam agenda hearing bersama Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, yang berlangsung pada Rabu (16/4/2025). Kepada awak Media dr. Rosyid Salim menyampaikan […]

  • Kapolres Sambas Pererat Silaturahmi Dengan Keraton Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas, Perkuat Sinergi Menjaga Kamtibmas

    Kapolres Sambas Pererat Silaturahmi Dengan Keraton Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas, Perkuat Sinergi Menjaga Kamtibmas

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Kapolres Sambas pererat silaturahmi ‎SAMBAS ,RI– Polda Kalbar. Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H. melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Keraton Alwatzikhoebillah Kabupaten Sambas sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dengan unsur adat dan budaya. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan sebagai wujud komitmen Polres Sambas dalam membangun komunikasi yang harmonis […]

  • Jika Terpilih Menjadi Walikota Pontianak Pasangan “MULTI” Akan Menata Pembangunan Di Kota Pontianak.

    Jika Terpilih Menjadi Walikota Pontianak Pasangan “MULTI” Akan Menata Pembangunan Di Kota Pontianak.

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Pontianak,RI- Jika terpilih sebagai Wali Kota dan.Wakil Wali Kota.Pontianak nantinya, pasangan Mulyadi dan Harti ( Multi) akan memperbaiki kota Pontianak.yang di rasakanya sudah kumuh. Seperti halnya saja dia akan membuat kota Pontianak yang akan lebih maju ,seperti akan menata di Sungai Kapuas dibidang pariwisata. Nantinya setiap ada even- even Kegiatan akan dilaksanakan di tengah sungai […]

  • Kasus Kasun Karobelah Memanas, Muncul Rekaman Suara dan Dugaan Tekanan Jabatan

    Kasus Kasun Karobelah Memanas, Muncul Rekaman Suara dan Dugaan Tekanan Jabatan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    JOMBANG,RI — Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret Kepala Dusun (Kasun) Desa Karobelah berinisial (Sk), Kecamatan Mojoagung, kian berkembang dan memunculkan polemik baru. Selain menyentuh aspek hukum, perkara ini juga diwarnai dugaan tekanan jabatan serta konflik internal keluarga. Pihak terlapor secara tegas membantah tuduhan perselingkuhan. (Sk) menyatakan peristiwa yang dipersoalkan berkaitan dengan insiden penganiayaan yang terjadi […]

  • Ning Ita Pimpin Deklarasi Tolak Aksi Kekerasan, Ajak Masyarakat Kota Mojokerto Jaga Kondusifitas Bersama

    Ning Ita Pimpin Deklarasi Tolak Aksi Kekerasan, Ajak Masyarakat Kota Mojokerto Jaga Kondusifitas Bersama

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kota Mojokerto, RI – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memimpin langsung deklarasi penolakan aksi kekerasan dalam penyampaian pendapat di muka umum pada Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Minggu (31/8) malam. Dalam deklarasi yang dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan partai politik, organisasi masyarakat, hingga organisasi kepemudaan itu, Ning Ita sapaan […]

expand_less