Ratusan Siswa SMPN 1 Arjasa Kecewa, MBG Tak Kunjung Datang Hingga Jam Pulang Sekolah
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 6 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

SUMENEP,RI- Ratusan siswa-siswi SMP Negeri 1 Arjasa harus menelan kekecewaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan tersalurkan pada Jumat (8/5/2026) tidak kunjung datang hingga jam sekolah usai.
Pantauan di lapangan, para siswa tampak masih bertahan di lingkungan sekolah sekitar 30 menit setelah jadwal pulang. Mereka menunggu dengan harapan distribusi makanan tetap datang sebagaimana biasanya.
Namun harapan tersebut pupus setelah hingga siswa satu per satu meninggalkan sekolah, makanan program MBG tak juga terlihat datang ke lokasi sekolah. Banyak siswa akhirnya pulang dengan tangan kosong dan rasa kecewa.
Belum diketahui secara pasti penyebab tidak tersalurkannya MBG pada hari tersebut. Tidak adanya kepastian informasi membuat para siswa maupun pihak sekolah hanya bisa menunggu tanpa kejelasan.
Program MBG sendiri merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan membantu pemenuhan gizi pelajar di seluruh Indonesia. Karena itu, keterlambatan hingga gagalnya distribusi menjadi perhatian serius yang dinilai tidak boleh dianggap biasa.
Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap kesiapan pihak pelaksana distribusi, termasuk SPPG yang dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Pasalnya, program yang menyangkut kebutuhan siswa seharusnya dijalankan dengan manajemen distribusi yang matang, tepat waktu, serta memiliki komunikasi yang jelas kepada sekolah maupun penerima manfaat.
Beberapa siswa terlihat kecewa karena sudah menunggu cukup lama sebelum akhirnya memilih pulang. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi kepercayaan siswa terhadap pelaksanaan program MBG apabila tidak segera dibenahi.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi sekaligus melakukan pembenahan sistem distribusi. Sebab, program yang membawa tujuan meningkatkan gizi anak bangsa harus dijalankan secara profesional, konsisten, dan tidak mengecewakan para siswa sebagai penerima manfaat utama.
(Tim)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar