Pasar Lipat Kajang Manggar Sepi, Juru Parkir Ojeg Pengkolan Keluhkan Penurunan Pengunjung
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

BELITUNG TIMUR,RI – Aktivitas di Pasar Lipat Kajang Manggar, yang merupakan pasar induk sekaligus pusat perekonomian Kabupaten Belitung Timur, disebut mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini tidak hanya dirasakan para pedagang, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar, seperti juru parkir.
Pasar Lipat Kajang menjadi tempat berbagai aktivitas jual beli, mulai dari pakaian anak hingga dewasa, sayur-mayur, kebutuhan pokok, toko kelontong, hingga ikan segar dan ikan kering. Namun, ramainya aktivitas tersebut kini mulai berkurang.
Anton Frisko (60) akrab disapa Misku koordinator juru parkir Pasar Lipat Kajang Manggar mengatakan situasi pasar lipat Kajang Manggar dirasakannya sangat menurun pengunjungnya. Selasa (7/7/2026).
“Puluhan tahun saya jadi juru parkir hingga menjadi koordinator Parkir disini (pasar lipat Kajang Manggar), namun sekarang ini yang saya rasakan sangat sepi, entah kenapa, saya dengar dari obrolan orang-orang tidak hanya dipasar ini tapi dilain tempat juga sepi entah karena faktor sepinya tambang timah dan harga biji timah atau juga faktor yang lain yang mempengaruhi” Ungkap nya.
Senada dikatakan oleh Hamid (62) ojeg pengkolan, belakangan ini sangat terasa sepinya Pasar Lipat Kajang Manggar.
“Sangat terasa sekarang (pasar lipat Kajang Manggar) sepi, jam 8-9 pagi sudah sangat sepi. Nongkrong nunggu pelanggan belum ada penglaris dari pagi tadi” Ungkapnya kepada awak media.
Ditempat yang sama salah seorang juru parkir, Bebel, mengaku pendapatannya menurun akibat sepinya pengunjung pasar dalam lima hingga enam bulan terakhir.
“Sekarang ini sepi, Pak. Sudah sekitar lima sampai enam bulan terakhir pengunjung pasar sangat sepi,” ujarnya kepada awak media, Senin (6/7/2026).
Bebel (40) lulusan SMA, mengatakan telah bekerja sebagai juru parkir selama belasan tahun. Penghasilan dari pekerjaannya selama ini menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.
“Hasil jaga parkir ini untuk anak-anak, istri, dan kebutuhan sekolah mereka. Kalau kondisi sepi terus seperti ini, saya bingung mau kerja apa lagi. Selama ini hanya pekerjaan ini yang saya jalani,” keluhnya.
Menurut Bel, berkurangnya pengunjung juga dipengaruhi kondisi para pedagang yang biasanya berbelanja di Pasar Lipat Kajang untuk mengisi stok barang di toko mereka.
“Sebagian pengunjung pasar ini adalah pedagang yang belanja di sini untuk dijual lagi di toko mereka. Tapi karena pelanggan di toko mereka juga sepi, mereka jadi tidak rutin belanja seperti biasanya,” katanya.
Lesunya aktivitas ekonomi di Pasar Lipat Kajang tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga terhadap para pekerja (juru parkir) yang bergantung pada ramainya transaksi di pasar.
“Berharap kunjungan ke pasar Manggar dapat kembali meningkat sehingga roda perekonomian Kabupaten Belitung Timur kembali normal” Harapnya. (hadi)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar