Gencarkan GERCEP, Pemkab Mojokerto Gelar Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Gencarkan GERCEP, Pemkab Mojokerto Gelar Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu
MOJOKERTO, RI – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam menekan angka stunting melalui program inovatif.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP)” yang dikemas dalam bentuk Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (Gemantu).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Camat Ngoro Harfendy Setiyapraja, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada Juli 2026 adalah Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, M.Si,jajaran perangkat desa, petugas kesehatan, kader posyandu, serta elemen masyarakat Wates Negoro.
Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengedukasi dan memantau tumbuh kembang anak secara terintegrasi.
Sinergi dan Edukasi Langsung ke Masyarakat
Dalam dokumentasi yang dihimpun tim Radar Indonesia, tampak Shofiya Hanak Albarra atau lebih dikenal dengan sapaan Ning Hana dengan pakaian rompi ungu khas kader/petugas lapangan sedang memberikan pengarahan menggunakan mikrofon.
Di hadapannya, sejumlah warga dan aparatur desa Wates Negoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto menyimak dengan seksama jalannya sosialisasi.
Program GERCEP dan Gemantu ini menitikberatkan pada beberapa poin utama pelayanan di Posyandu Integrasi Terpadu, antara lain:
• Pemantauan Gizi Aktif: Pemeriksaan rutin berat dan tinggi badan balita untuk mendeteksi dini gejala stunting.
Edukasi Pola Asuh: Pemberian pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya ASI eksklusif dan MPASI kaya nutrisi.
Penyuluhan Kesehatan Lingkungan:
Mengajak masyarakat menjaga sanitasi bersih demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Generasi Emas
Langkah taktis yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2026 ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting secara signifikan dan merata di seluruh wilayah kecamatan hingga desa.
Melalui integrasi pelayanan kesehatan di tingkat posyandu, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah dan cepat untuk mendapatkan penanganan gizi secara tepat.
Kehadiran program ini menjadi bukti nyata bahwa penurunan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat demi menyongsong masa depan generasi yang lebih cerdas dan sehat. (Red)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar