Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Gresik Dorong Satu Peta Air Bersih dan Sanitasi, Perusahaan Diajak Perkuat Intervensi

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 62
  • print Cetak

GRESIK, RI – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penanganan akses air minum dan sanitasi dilakukan secara lebih terarah melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil. Salah satu langkah yang didorong adalah menyatukan data kebutuhan, memetakan wilayah prioritas, hingga memastikan intervensi berjalan sampai tahap pengawasan.

Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat menghadiri Stakeholder Forum dan Sharing Session 2 Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak yang digelar Cempaka Foundation di Hotel Aston Gresik, Kamis (10/09).

Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Menuju Kabupaten Gresik Layak Air Bersih dan Sanitasi”, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan sejumlah perusahaan, forum CSR, serta organisasi yang selama ini bergerak dalam isu air, sanitasi, kesehatan, dan lingkungan.

Sekda Washil mengatakan, pemerintah daerah memiliki kewenangan, sumber daya manusia, serta anggaran untuk menangani persoalan infrastruktur dasar. Namun, kebutuhan di lapangan cukup besar sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Anggaran pemerintah daerah tidak mungkin menyelesaikan semuanya sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi penting, terutama dengan perusahaan melalui program CSR, untuk mempercepat penuntasan persoalan air bersih dan sanitasi,” ungkap Sekda Washil.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberlanjutan layanan, kualitas air, distribusi, pengelolaan limbah, hingga perubahan perilaku masyarakat juga harus menjadi bagian dari intervensi.

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Akses air minum dan sanitasi yang layak berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, pengurangan kemiskinan, kualitas lingkungan, serta produktivitas masyarakat.

“Jangan sampai setelah infrastrukturnya dibangun kemudian selesai. Kita harus memastikan layanan, kualitas, distribusi, dan pengelolaannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sekda Washil menyebut tantangan Gresik cukup kompleks karena karakter wilayahnya beragam. Kabupaten Gresik memiliki kawasan perkotaan, industri, pesisir, perdesaan, pertanian, perikanan, hingga kawasan yang berkembang pesat. Karena itu, pendekatan penanganan air minum dan sanitasi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh wilayah.

Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Berdasarkan data Bappeda, capaian akses sanitasi aman di Kabupaten Gresik pada 2025 baru mencapai 2,69 persen dari 11.787 rumah tangga, sementara target dalam RPJMD 2025-2029 mencapai 23,41 persen.

Pada sektor air minum, capaian akses disebut berada pada angka 45,07 persen dari target 78,81 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang membutuhkan intervensi bersama.

“Sanitasi aman ini penting untuk kita kolaborasikan bersama. Begitu juga dengan air minum. Masih ada deviasi yang harus kita maksimalkan,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Gresik mendorong dibangunnya pendekatan berbasis satu peta, satu data, dan satu intervensi. Data dari perangkat daerah diharapkan dapat dipadukan untuk mengetahui wilayah yang sudah terlayani, wilayah yang belum terlayani, serta kebutuhan intervensi di masing-masing kawasan.

Pemetaan tersebut nantinya juga dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan lokasi program CSR. Dengan begitu, dukungan perusahaan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

“Harapannya ada data yang bisa disatukan, kemudian ada skala prioritas yang bisa kita tangani bersama, dan implementasinya bisa dikawal sampai pengawasan,” ujarnya.

Sekda Washil juga menekankan pentingnya aspek perubahan perilaku. Menurutnya, persoalan sanitasi tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan septic tank, jaringan perpipaan, atau instalasi pengolahan air limbah. Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah domestik dan menjaga lingkungan sehat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Ia mencontohkan pengalaman pembangunan IPAL komunal di Gresik yang pada awalnya menghadapi penolakan masyarakat. Setelah masyarakat memahami risiko sanitasi yang tidak aman terhadap lingkungan dan kesehatan, penerimaan terhadap pembangunan IPAL komunal meningkat.

Pengalaman tersebut, kata Washil, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan edukasi. Infrastruktur yang tersedia akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat memahami manfaat sekaligus terlibat dalam pengelolaannya.

Sementara itu, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Cempaka Foundation sendiri telah menjalankan program terkait akses air bersih dan sanitasi di Gresik sejak 2021, termasuk bersama sejumlah mitra.

Menurut Sarifudin, hingga saat ini terdapat sejumlah desa di wilayah Manyar dan Bungah serta kawasan perkotaan Gresik yang menjadi lokasi intervensi program. Program tersebut antara lain mencakup dukungan sambungan rumah dan pengembangan model pengelolaan air berbasis masyarakat.

Salah satu yang dikembangkan adalah model master meter di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Model tersebut memungkinkan masyarakat melalui kelompok pengelola air untuk mengelola layanan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Masalah yang kita hadapi bukan hanya ketersediaan sumber air, tetapi juga infrastruktur jaringan pipanya. Itu yang perlu kita diskusikan bersama,” kata Sarifudin.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, forum CSR, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk memperluas penerima manfaat layanan air minum sekaligus memperkuat pengelolaan sanitasi.

Dalam forum tersebut, Cempaka Foundation juga menghadirkan sejumlah mitra dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi, termasuk dari sektor industri dan forum CSR.

Sarifudin berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang berbagi gagasan. Pemetaan kebutuhan yang lebih jelas diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang konkret sehingga semakin banyak masyarakat Gresik memperoleh akses air minum dan sanitasi yang layak.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat dan memperkuat posisi penting Kabupaten Gresik untuk memenuhi kebutuhan dasar air dan sanitasi,” ujarnya. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Lanjut Polres Pasuruan Kota Dalam Postingan Media Sosial

    Tindak Lanjut Polres Pasuruan Kota Dalam Postingan Media Sosial

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 381
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K M.Si., menindak lanjuti postingan yang tidak terpuji menyinggung tenggelamnya KRI Nanggala 402, bertempat di Prokimal Grati, Rabu (28/4/2021). Salah satu anak berasal dari Kota Pasuruan berinisial GCR (14) yang membuat postingan Tik Tok menyinggung tenggelamnya KRI Nanggala 402, atas postingannya. Kapolres Pasuruan Kota […]

  • Dandim 0736 Batang Berikan Arahan dan Motivasi Kepada 75 Anggota Paskibraka

    Dandim 0736 Batang Berikan Arahan dan Motivasi Kepada 75 Anggota Paskibraka

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 293
    • 0Komentar

    KABUPATEN BATANG – RI, Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman, Rabu (3/08/22) bertempat di Halaman Rumah Dinas Bupati Batang, menyempatkan diri memberikan arahan dan motivasi serta spirit kepada 75 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Batang. Dalam arahannya, Dandim mengingatkan, “kepada seluruh Anggota Paskibraka Tahun 2022 agar mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan […]

  • Kapolres Pasuruan Menghadiri Pelepasan Dan Pemberangkatan Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Jatim

    Kapolres Pasuruan Menghadiri Pelepasan Dan Pemberangkatan Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Jatim

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendiz, S.I.K, M.Si., menghadiri acara pelepasan dan pemberangkatan Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jatim di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/11/2021). Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini dilaksanakan tiap dua tahun sekali, dan tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan Pulau Madura selama 9 (sembilan) hari. Untuk mengikuti lomba […]

  • Pangdam XII/ Tpr dukung percepatan koperasi merah putih

    Dukung Ekonomi Kerakyatan, Pangdam XII/Tpr Kawal Percepatan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memastikan keseriusan Kodam dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Hal ini ditegaskan Pangdam saat mengikuti evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara virtual dari Ruang Yudha Makodam XII/Tpr, Selasa (27/1/2026). Rapat evaluasi strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI […]

  • Berikan Pelayanan Bagi Warga Terdampak Banjir Mempawah, Polda Kalbar Kerahkan Tim Kesehatan.

    Berikan Pelayanan Bagi Warga Terdampak Banjir Mempawah, Polda Kalbar Kerahkan Tim Kesehatan.

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    MEMPAWAH, RI – Tim Kesehatan Biddokkes Polda Kalbar mengunjungi lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Mempawah, pada Rabu (29/01). Dipimpin oleh Karumkit Bhayangkara Polda Kalbar Kombes Pol. drg. Josep Ginting, MARS., M.Si. dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dr. Erna Yulianti, tim Biddokkes Polda Kalbar mengunjungi lokasi pengungsian warga […]

  • Lobang Menganga Didepan SMP Gembala Menanti Korban

    Lobang Menganga Didepan SMP Gembala Menanti Korban

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PONTIANAK,RI- Hingga kini belum ada tanda – tanda dari dinas PU Kota Pontianak untuk memperbaiki jalan yang diketahui ada lobang yang persisnya di persimpanganSMP Gembala baik berbatasan dengan Jalan Ayani.depan.Mapolda Kalbar. Lobang tersebut lumayan dalam ,jika salah sedikit pengguna jalan raya salah mengendarai motor roda duanya tentu akan fatal. Pengguna jalan berharap kepada dinas PU […]

expand_less