Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Gresik Dorong Satu Peta Air Bersih dan Sanitasi, Perusahaan Diajak Perkuat Intervensi

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 44
  • print Cetak

GRESIK, RI – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penanganan akses air minum dan sanitasi dilakukan secara lebih terarah melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil. Salah satu langkah yang didorong adalah menyatukan data kebutuhan, memetakan wilayah prioritas, hingga memastikan intervensi berjalan sampai tahap pengawasan.

Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat menghadiri Stakeholder Forum dan Sharing Session 2 Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak yang digelar Cempaka Foundation di Hotel Aston Gresik, Kamis (10/09).

Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Menuju Kabupaten Gresik Layak Air Bersih dan Sanitasi”, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan sejumlah perusahaan, forum CSR, serta organisasi yang selama ini bergerak dalam isu air, sanitasi, kesehatan, dan lingkungan.

Sekda Washil mengatakan, pemerintah daerah memiliki kewenangan, sumber daya manusia, serta anggaran untuk menangani persoalan infrastruktur dasar. Namun, kebutuhan di lapangan cukup besar sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Anggaran pemerintah daerah tidak mungkin menyelesaikan semuanya sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi penting, terutama dengan perusahaan melalui program CSR, untuk mempercepat penuntasan persoalan air bersih dan sanitasi,” ungkap Sekda Washil.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberlanjutan layanan, kualitas air, distribusi, pengelolaan limbah, hingga perubahan perilaku masyarakat juga harus menjadi bagian dari intervensi.

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Akses air minum dan sanitasi yang layak berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, pengurangan kemiskinan, kualitas lingkungan, serta produktivitas masyarakat.

“Jangan sampai setelah infrastrukturnya dibangun kemudian selesai. Kita harus memastikan layanan, kualitas, distribusi, dan pengelolaannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sekda Washil menyebut tantangan Gresik cukup kompleks karena karakter wilayahnya beragam. Kabupaten Gresik memiliki kawasan perkotaan, industri, pesisir, perdesaan, pertanian, perikanan, hingga kawasan yang berkembang pesat. Karena itu, pendekatan penanganan air minum dan sanitasi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh wilayah.

Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Berdasarkan data Bappeda, capaian akses sanitasi aman di Kabupaten Gresik pada 2025 baru mencapai 2,69 persen dari 11.787 rumah tangga, sementara target dalam RPJMD 2025-2029 mencapai 23,41 persen.

Pada sektor air minum, capaian akses disebut berada pada angka 45,07 persen dari target 78,81 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang membutuhkan intervensi bersama.

“Sanitasi aman ini penting untuk kita kolaborasikan bersama. Begitu juga dengan air minum. Masih ada deviasi yang harus kita maksimalkan,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Gresik mendorong dibangunnya pendekatan berbasis satu peta, satu data, dan satu intervensi. Data dari perangkat daerah diharapkan dapat dipadukan untuk mengetahui wilayah yang sudah terlayani, wilayah yang belum terlayani, serta kebutuhan intervensi di masing-masing kawasan.

Pemetaan tersebut nantinya juga dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan lokasi program CSR. Dengan begitu, dukungan perusahaan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

“Harapannya ada data yang bisa disatukan, kemudian ada skala prioritas yang bisa kita tangani bersama, dan implementasinya bisa dikawal sampai pengawasan,” ujarnya.

Sekda Washil juga menekankan pentingnya aspek perubahan perilaku. Menurutnya, persoalan sanitasi tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan septic tank, jaringan perpipaan, atau instalasi pengolahan air limbah. Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah domestik dan menjaga lingkungan sehat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Ia mencontohkan pengalaman pembangunan IPAL komunal di Gresik yang pada awalnya menghadapi penolakan masyarakat. Setelah masyarakat memahami risiko sanitasi yang tidak aman terhadap lingkungan dan kesehatan, penerimaan terhadap pembangunan IPAL komunal meningkat.

Pengalaman tersebut, kata Washil, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan edukasi. Infrastruktur yang tersedia akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat memahami manfaat sekaligus terlibat dalam pengelolaannya.

Sementara itu, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Cempaka Foundation sendiri telah menjalankan program terkait akses air bersih dan sanitasi di Gresik sejak 2021, termasuk bersama sejumlah mitra.

Menurut Sarifudin, hingga saat ini terdapat sejumlah desa di wilayah Manyar dan Bungah serta kawasan perkotaan Gresik yang menjadi lokasi intervensi program. Program tersebut antara lain mencakup dukungan sambungan rumah dan pengembangan model pengelolaan air berbasis masyarakat.

Salah satu yang dikembangkan adalah model master meter di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Model tersebut memungkinkan masyarakat melalui kelompok pengelola air untuk mengelola layanan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Masalah yang kita hadapi bukan hanya ketersediaan sumber air, tetapi juga infrastruktur jaringan pipanya. Itu yang perlu kita diskusikan bersama,” kata Sarifudin.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, forum CSR, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk memperluas penerima manfaat layanan air minum sekaligus memperkuat pengelolaan sanitasi.

Dalam forum tersebut, Cempaka Foundation juga menghadirkan sejumlah mitra dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi, termasuk dari sektor industri dan forum CSR.

Sarifudin berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang berbagi gagasan. Pemetaan kebutuhan yang lebih jelas diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang konkret sehingga semakin banyak masyarakat Gresik memperoleh akses air minum dan sanitasi yang layak.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat dan memperkuat posisi penting Kabupaten Gresik untuk memenuhi kebutuhan dasar air dan sanitasi,” ujarnya. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas TMMD Gandeng Dindukcapil  Magetan Gelar Sosialisasi Pelayanan Publik Dan Kependudukan

    Satgas TMMD Gandeng Dindukcapil Magetan Gelar Sosialisasi Pelayanan Publik Dan Kependudukan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 306
    • 0Komentar

    MAGETAN – RI, Program Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 0804/Magetan salah satunya memberikan penyuluhan, bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Magetan, Satgas TMMD menggelar sosialisasi pelayanan publik dan kependudukan, di Balai Desa Gonggang, Sabtu (19/06/2021). Seperti disampaikan Serka Suhardi Anggota Satgas TMMD yang mendampingi kegiatan ini, Pemateri mendatangkan […]

  • Kapolsek Bersama Koramil Kalianget Melaksanakan Selasa Berbagi Sembako Kepada Tukang Becak

    Kapolsek Bersama Koramil Kalianget Melaksanakan Selasa Berbagi Sembako Kepada Tukang Becak

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sumenep – R I, Dalam suasana dan kondisi masyarakat yang dikhawatirkan dengan adanya wabah virus Corona ( Covid-19 ) Kapolsek bersama Koramil Kalianget Kec. Kalianget Madura, Sumenep Jawa Timur , Selasa 7 April 2020 telah melaksanakan kegiatan sosial Polri Peduli sekitar jam 09.00 WIB, Selasa Berbagi Polsek Kalianget bersama Koramil Kalianget. Dalam kegiatan sosial tersebut […]

  • Kapolres Pasuruan Turun Langsung, 500 Takjil Dibagikan untuk Warga Bangil

    Kapolres Pasuruan Turun Langsung, 500 Takjil Dibagikan untuk Warga Bangil

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI-  Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Pos Lantas Pegadaian Bangil ini menyasar para pengguna jalan, pengendara, serta warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Sebanyak 500 […]

  • Polisi Edukasi 567 Santriwati Pondok Pesantren Wachid Hasyim  soal AI, Narkoba dan Medsos

    Polisi Edukasi 567 Santriwati Pondok Pesantren Wachid Hasyim soal AI, Narkoba dan Medsos

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI-  Satuan Binmas Polres Pasuruan menggelar Safari Ramadan dan penyuluhan kamtibmas kepada 567 santriwati dari jenjang MTs dan MA di Pondok Pesantren Wachid Hasyim, Bangil, Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula pondok tersebut dipimpin KBO Binmas Polres Pasuruan Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos, didampingi Pengatur Tingkat I Teguh Warsito. Hadir pula jajaran pengurus pondok, di […]

  • Dari Ibu untuk Kota Mojokerto: Peringatan Hari Ibu 2025 Berlangsung Semarak dan Penuh Makna

    Dari Ibu untuk Kota Mojokerto: Peringatan Hari Ibu 2025 Berlangsung Semarak dan Penuh Makna

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI-Taman Bahari Mojopahit (TBM) dipadati ribuan perempuan dari berbagai elemen masyarakat diantaranya GOW, Muslimat NU, dan Relawan Dunia Eco Enzyme Jawa Timur, dalam Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Sabtu (20/12). Kegiatan yang mengusung tema “Ibu Sehat, Keluarga Kuat” ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata peran perempuan dalam membangun keluarga, lingkungan, dan masa […]

  • Reskrim Polsek Ambawang Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian

    Reskrim Polsek Ambawang Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Kubu Raya, RI – Setelah menerima laporan Dari Masyarakat Dugaan Tindak Pidana Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sungai Ambawang Yang Di Pimpin Langsung Kanit Reskrim Ipda Stepanus Boni Dengan Gerak Cepat berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana pencurian di SMPN 03 Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya (12/6/2024). Adapun dua orang pelaku yang […]

expand_less