Upaya Menjaga Ketahanan Pangan, UPT Pengairan Mojoagung dan GHIPPA Tawangsari Gelar Rembuk Rukun Pembagian Air
- account_circle Pakde Jek
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

Langkah proaktif ini diambil mengingat tingginya ketergantungan sektor pertanian lokal terhadap pasokan air irigasi.
Berdasarkan hasil survei lapangan terbaru, mayoritas lahan pertanian di wilayah Tawangsari saat ini didominasi oleh tanaman padi ketimbang palawija.
Kondisi ini membutuhkan pasokan air yang stabil, sementara debit air di sumber-sumber irigasi dilaporkan mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang.
Untuk mengantisipasi potensi konflik maupun kendala dalam pembagian air, forum “Rembuk Rukun” ini diselenggarakan mulai pukul 09.00 WIB. Agenda ini menjadi wadah duduk bersama antara pihak pengelola sumber daya air dan para petani guna menyepakati pola distribusi air yang adil dan merata.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kepala UPT Pengairan Mojoagung, Sunaryo, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota dari Gabungan HIPPA (GHIPPA) Tirto Unggul serta GHIPPA Tirto Manunggal.
Dalam arahannya, Kepala UPT Pengairan Mojoagung, Sunaryo, menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang intensif di tingkat tapak selama masa kritis kemarau.
“Dalam kondisi debit air yang sangat terbatas saat ini, koordinasi yang solid antara teman-teman HIPPA dan juru air di lapangan adalah kunci. Kami berharap keharmonisan serta sinergi antara pihak pengairan dan pengurus HIPPA terus terjaga agar pembagian air berjalan lancar tanpa memicu perselisihan,” ujar Sunaryo.
Melalui pertemuan ini, GHIPPA Tirto Unggul dan GHIPPA Tirto Manunggal sepakat untuk memperketat jadwal pembagian air secara bergilir serta meningkatkan pengawasan bersama juru air UPT Mojoagung.
Sinergi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gagal panen pada tanaman padi warga serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Jombang. (Pkde Jek)
- Penulis: Pakde Jek
- Editor: Wanto




Saat ini belum ada komentar