Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menunggu ‘Senyuman’ Si Molek Semantok

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
  • visibility 331
  • print Cetak

Nganjuk, RI – Konon bermula sebuah proposal 7000 petani dari kecamatan Rejoso, Gondang, dan sebagian Lengkong yang pada tahun 2012 disampaikan kepada Presiden SBY, kelompok petani bermimpi agar persawahaannya teraliri air di musim kemarau untuk memperbaiki perikehidupannya.

Proposal ini tak lepas dari besutan seorang tokoh lokal yakni Kuswodiyono. Di era bupati Nganjuk Drs. H. Taufiqqurrahman inilah, wakil kelompok petani, Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, DPRD Kabupaten Nganjuk berduyun-duyun ke Jakarta dengan membawa sejuta harapan dan impian.

Bendungan Semantok (BS) akhirnya terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur khususnya Nganjuk.

 BS merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. BS merupakan tipe bendungan urugan zonal dengan inti kedap air tegak atau biasa yang disebut bendungan inti tegak (central-core fill type dam).

“Menurut laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), BS awalnya dipatok memiliki investasi total Rp 805 miliar rupiah yang bersumber dari APBN tahun 2017, kemudian menjadi 1,7 triliun rupiah, lalu akhirnya tembus 2,5 triliun rupiah sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan saat peresmiannya pada tanggal 20 Desember 2022 silam.”

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sebagai pihak pelaksana pembangunan menegaskan bahwa pembengkakan anggaran terjadi karena adanya perubahan rekayasa struktur pondasi dan volume timbunan. Secara hitungan teknis, BS memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 dan dapat mengairi lahan seluas 1.554 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 1,01 megawatt.

Proyek ini bertujuan untuk menambah tampungan air dan penanggulangan banjir di wilayah Nganjuk dan sekitarnya, serta sebagai penyuplai air untuk kebutuhan masyarakat dan irigasi pertanian. Hal ini merupakan visi dan misi pemerintahan Jokowi dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan nasional. Diharapakan BS dapat meningkatkan hasil panen bagi petani di wilayah Nganjuk dan sekitarnya, terutama pada musim kemarau. Hal lain yang pasti akan dimiliki oleh masyarakat Nganjuk adalah menjadikan BS sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.

Dengan adanya manfaat irigasi dan destinasi wisata maka BS diharapkan akan mampu sebagai penggerak ekonomi lokal (regenerate indegeneous local economy).

Sayangnya, harapan kemampuan BS sebagai penyangga kebutuhan irigasi di musim kemarau ini belum dapat diwujudkan untuk sekarang ini. Oleh karenanya, LHKPI berharap pada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk untuk mencari terobosan secara teknis agar nilai manfaat irigasi BS pada musim kemarau bisa terwujud, sehingga para penandatangan proposal pembangunan BS bisa menikmati apa yang pernah diimpikan. Banyak usulan mengenai terobosan irigasi tersebut baik yang sifatnya jangka panjang (permanen) maupun yang jangka pendek. Yang jelas aspek keselamatan bendungan dan kelayakan teknis ekonomis menjadi pertimbangan utama dalam mencari solusi ketersediaan air bagi petani di musim kemarau. Adapun yang menjadi pembicaraan ramai di masyarakat adalah potensi dibangunnya solar-based water pump system untuk pemecahan masalah jangka pendek yang merupakan usulan Dinas PUPR Nganjuk. Namun yang menjadi persoalan, bahwa BS menjadi domain Pemerintah Pusat yang belum diserahkan pengelolaannya pada Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Mengingat BS merupakan proyek nasional, maka kewenangan pengelolaannya sementara ini ada pada Pemerintah Pusat, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 UU no. 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air, sebagaimana diubah sebagian dengan Perppu no. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, serta ditegaskan dalam Pasal 13 ayat (2) UU no. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

BS ini menyimpan sejumlah kenangan. Salah satu diantaranya adalah ketika masyarakat yang telah mendapatkan ganti untung dari Pemerintah Pusat belum mau juga meninggalkan daerah tumpah darahnya. Padahal di sisi lain bendungan segera akan diisi air (impounding). Dengan bekal surat dispensasi dari Pemerintah Pusat, maka masyarakat diserukan untuk segera menempati wilayah yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk yang merupakan hasil tukar guling tanah milik Perhutani. Penempatan warga masyarakat di wilayah ini (di luar buffer zone) menjadi persoalan karena itu merupakan aset daerah. LKHPI menyarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk nantinya memberikan ijin berupa pemberian SHGB/SHGU maupun Hak Pemakaian Atas Tanah (HPAT) untuk mengatasi persoalan terkait. Satu hal yang perlu dicatat, pada awalnya penggantian lahan milik masyarakat yang terdampak proyek BS menggunakan sistem tukar guling, namun dengan berjalannya waktu Pemerintah Pusat menggunakan sistem pembayaran secara ganti untung (cash and carry).

Tidak semua daerah di Jawa Timur mendapatkan ‘durian runtuh’ berupa PSN bendungan. Berdasarkan Perpres no. 109 tahun 2020 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, hanya 5 daerah yang mendapatkan yaitu bendungan Bendo (Ponorogo), Gongseng (Bojonegoro), Tukul (Pacitan), Tugu dan Bagong (Trenggalek), serta BS di Nganjuk. Bendungan BS adalah yang terbesar dan termahal investasi negara dibanding 4 daerah yang lain. Disamping itu tercatat sebagai bendungan terpanjang di Asia Tenggara.

Masyarakat Nganjuk selayaknya bangga dengan BS. Adapun adanya kekurangan fungsi dan manfaatnya bagi irigasi untuk masyarakat sekitar hal tersebut hanyalah faktor waktu. Pemerintah Pusat melalui BBWS Brantas dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk senantiasa memikirkan jalan keluar guna mensejahterakan masyarakat petani yang membutuhkan airnya. Mari kita tunggu ‘si molek’ Semantok tersenyum.

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI dan Pemda Intan Jaya Mantapkan Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Wujud Sinergi di Tanah Papua

    TNI dan Pemda Intan Jaya Mantapkan Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Wujud Sinergi di Tanah Papua

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Intan Jaya, RI – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan bersama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melaksanakan Gladi Kotor Upacara Bendera di Lapangan Upacara Kantor Bupati Intan Jaya, Kamis (14/8/2025). Sebanyak 23 personel Satgas dari TK J2 Kout, TK Koper, dan TK Mamba Kotis dipimpin oleh Letda […]

  • Serah Terima Jabatan Camat Kotabumi Dari Iwan Sagitariza.S.Ip.MH..Kepada Juniriadi.S.Sos.MM

    Serah Terima Jabatan Camat Kotabumi Dari Iwan Sagitariza.S.Ip.MH..Kepada Juniriadi.S.Sos.MM

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Lampung Utara-RI, Roling Jabatan merupakan Penyegaran Di Tubuh Pemerintahan Sesuai Skil dan Kemampuan Serta Jabatan yang di embannya selalu Amanah. Pelaksanaan kegiatan serah Tetima jabatan Camat kotabumi  kabupaten lampung utara yang di laksanakan di kantor camat setempat. Pada Selasa 06 September 2022. Yang dihadiri oleh  Bupati lampura yang diwakili oleh Assinten 1 Bidang Pemerintahan dan […]

  • Sugianto Belum ditangkap, Ketiga Kepala Desa akan Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Sugianto Belum ditangkap, Ketiga Kepala Desa akan Ditetapkan Sebagai Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Sumenep, RI – Polda Jatim telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah asset milik H. Sugianto, baik yang ada di Kab. Sumenep maupun diluar madura. Jadi, satu persatu kekayaannya telah disita, pasca ditetapkannya sebagai Daftar pencarian orang (DPO) sejak tertanggal 29 Januari 2024. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Jatim Corruption watch (JCW) Jawa Timur, DR.HM.Sajali, SH, MM,Ph.D, […]

  • Satgas Yonif 500 Sikatan Bangun Gapura Gereja GKII Bethel Silatuga

    Satgas Yonif 500 Sikatan Bangun Gapura Gereja GKII Bethel Silatuga

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Satgas Yonif 500 Sikatan Bangun Gapura Gereja GKII Bethel Silatuga, Wujud Nyata Kebersamaan TNI dan Masyarakat Papua Intan Jaya, RI — Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak di Kampung Silatuga, Distrik Sugapa, pada Sabtu (11/10/2025). Sebanyak 15 personel TK Silatuga Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan yang dipimpin oleh Kapten Inf M. Dyan Saputro (Dan […]

  • Bupati Sujiwo Ikuti Sedeqah Bumi di Wonodadi, Ajak Masyarakat Jangan Tinggalkan Budaya

    Bupati Sujiwo Ikuti Sedeqah Bumi di Wonodadi, Ajak Masyarakat Jangan Tinggalkan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Foto Bupati Kubu raya ikuti Sedeqah Bumi KUBU RAYA, RI – Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menghadiri dan mengikuti langsung prosesi Ritual Sedeqah Bumi yang digelar di Dusun Wonodadi, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (12/7/2025). Kehadiran Bupati disambut hangat oleh masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, serta berbagai unsur kelembagaan budaya. Dalam kegiatan […]

  • Polresta Sidoarjo Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Pelaku Modifikasi Bak Truk

    Polresta Sidoarjo Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Pelaku Modifikasi Bak Truk

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 258
    • 0Komentar

    SIDOARJO – RI, Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar bermodus modifikasi bak truk dengan menempatkan tandon hingga dapat menampung sekitar 5.000 liter Bio Solar. Kasus ini bermula dari laporan masyarakat, adanya truk Isuzu ELF Giga warna putih terdapat terpal warna biru menutupi bak belakang, yang mengisi Bio Solar secara […]

expand_less