Breaking News
light_mode
Trending Tags

Perdata Kasus Tanah Digelar di PN, Eh Polres Pamekasan Naikkan Status Nenek Bahriyah Jadi Tersangka

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
  • visibility 344
  • print Cetak

Pamekasan, RI – Kemelut mengenai dasar hukum ditetapkannya Bahriyah (71) nenek Lansia buta tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen tanah yang dilaporkan oleh istri oknum polisi Suhartatik (Tatik) terus menjadi topik hangat.

Pasalnya, Polres Pamekasan nekat menetapkan tersangka terhadap nenek lansia saat proses perdata berjalan di PN Pamekasan.

Polres Pemekasan berani menetapkan tersangka terhadap nenek tua Warga Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan pada tanggal 7 Maret 2024.

Sementara, proses perdata sudah berjalan sejak tanggal 5 Januari 2024.

Bahkan hingga kini, Polres Pamekasan
tidak bisa membuktikan secara hukum adanya akta jual beli tanah maupun pengalihan hak dari Bahriyah ke Suhartatik.

Kapolres Pamekasan hanya menyebut tanah milik Lansia buta tersebut sudah diperjual belikan hingga terbit sertifikat atas nama H. Fathollah.

“Sampai kapanpun tidak akan bisa membuktikan adanya akta jual beli terkait tanah milik orang tua saya. Karena memang tidak pernah ada jual beli,” kata H. Fauzi, anak nenek Lansia buta.

Lantas ia mempertanyakan penetapan tersangka terhadap orang tuanya itu selaku pemilik sah tanah.

“Selaku pemilik sah tanah malah dijadikan sebagai tersangka berdasarkan sertifikat milik terlapor. Katanya ada jual beli. Tunjukkan akta jual belinya,” ungkapnya.

Mirisnya, Polres Pamekasan menetapkan tersangka setelah proses perdatanya berjalan di Pengadilan.

“Kalau sudah di panggil kapolda di tangguhkan pidananya. Dari dulu kemana,” keluh H. Fauzi, putra  Nenek Lansia.

Diwartakan sebelumnya,  Perempuan buta Lanjut usia (71) bernama Bahriyah asal Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, diduga jadi korban kriminalisasi oknum penyidik Polres Pamekasan terkait kasus dugaan penyerobotan tanah yang dilaporkan atas nama titik yang bersuamikan anggota Polisi. Minggu, 24/03/2024.

Nenek tak berdosa pemilik tanah sah sesuai Leter C Nomor 2208, Blok IIa, Kelas V Luas 0,223 da tersebut kini dijadikan tersangka tanpa dasar hukum yang kuat.

Padahal, sejak memperoleh hibah dari orang tuanya pada tahun 1975 hingga sekarang, tanah tersebut tidak pernah ada perubahan data kepada orang lain, termasuk kepada Haji Fathollah Anwar maupun kepada ahli warisnya yang saat ini menjadi pelapor.

Bahkan Bahriyah selalu membayar pajak bangunan sejak mendapatkan hibah dari orang tuanya.

Kendati begitu, pada tahun 2016 -2019, SPPT PBB-Nya tanah milik nenek Lansia tersebut tiba tiba berganti ke atas nama Titik (pelapor) yang diduga secara illegal tanpa izin maupun tanpa adanya peralihan, baik jual beli atau peralihan lainnya.

Kemudian, pada tahun 2020 diganti nama lagi kepada Bahriyah selaku pemilik sah tanah.

Namun celakanya, penyertifikatan SHM No. 1817 a.n. Haji Fathollah Anwar justru menggunakan Letter C Desa No. 2208 atas nama Bahriyah (tersangka).

Berkenan dengan kasus tersebut, Bahriyah, perempuan buta lanjut usia sangat sedih saat ditemui dikediamannya.

Bahriyah mengaku tidak pernah menjual kepada siapapun tanah yang didapat dari orang tuanya.

“Kaule tak pernah ajuwel tanah pak. Napapole pas nyarobot tanana oreng (saya tidak pernah menjual tanah pak. Apalagi melakukan penyerobotan tanahnya orang,” kata Bahriyah saat ditemui wartawan. Minggu, 24/03/2024.

Perempuan buta tak berdosa itu lantas merasa didholimi oleh oknum yang mengkriminalisasi dirinya.

“Kaule ampon epanggil pak polisi, samangken kaule panika eyokoma. (Saya sudah dipanggil Polisi dan sekarang saya mau dihukum) ,” ucapnya sedih.

“Kaule panika salah napah pas eyokomah (saya ini salah apa kok mau dihukum) ,” tambah Bahriyah.

Sementara itu, media Detikzone.net kesulitan mengonformasi ahli waris Haji Fatollah Anwar yakni titik sebagai pelapor perempuan buta lanjut usia.

Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Sri Sugianto saat dikonformasi Detikzone.net  mengenai adanya dugaan kriminalisasi terhadap perempuan buta sebagai tersangka kasus dugaan penyerobotan tanah mengaku baru dengar kasus tersebut.

“Maaf mas, saya baru dengar masalah ini, coba saya klarifikasi ke Sat Reskrim dulu ya,” jawabnya.
(M./Red)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Dan Pembekalan Budidaya Ikan Bagi Anggota Polres Jember Dan Anggota Kodim 0824 Jember

    Pelatihan Dan Pembekalan Budidaya Ikan Bagi Anggota Polres Jember Dan Anggota Kodim 0824 Jember

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JEMBER – RI, Bertempat di Lapangan Tembak Polres Jember telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan dan Pembekalan Budidaya Ikan bagi Anggota Polres Jember dan Anggota Kodim 0824 Jember. Kamis (03/6) 2021 Pukul 10.00 s/d 12.30 WIB. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut ada AKBP Arif Rachman Arifin, SIK, MH. (Kapolres Jember), Kompol Muhammad Setiyo Sudjatmiarto, SH (Kabag Sumda […]

  • Mencukil Rumah Milik Orang Lain Perbuatan Tidak Baik, Ini Yang Dilakukan Warga Panggungrejo

    Mencukil Rumah Milik Orang Lain Perbuatan Tidak Baik, Ini Yang Dilakukan Warga Panggungrejo

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 324
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Gara-Gara rumahnya dicokel dan disatroni Maling, warga Jalan Patiunus telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bugul Kidul karena Rumahnya telah di Satroni Maling sekira pukul 19.30 WIB, pada hari Jum’at (17/01/2020). Kejadian tersebut menimpa pada Rumah Nur Abd. Salam Ghazali (48) warga Jalan Patiunus No. 42 RT 06 RW 02 Kelurahan Krampyangan Kecamatan Bugul Kidul Kota […]

  • Modus, Mengaku Dibegal, Ternyata Seorang Pemuda di Ketapang Menggelapkan Uang Costume Perusahaan

    Modus, Mengaku Dibegal, Ternyata Seorang Pemuda di Ketapang Menggelapkan Uang Costume Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    KETAPANG ,, RI- Seorang pria berinisial AA (27), warga Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang mengaku sebagai korban pembegalan ,dimana menurut pengakuannya, dari kejadian yang dialaminya, dia kehilangan uang Rp 22 juta milik customer perusahaan. Namun ternyata, AA hanya pura-pura untuk menutupi aksi menggelapkan uang perusahaan. AA pun sempat membuat laporan ke Polres Ketapang bahwa dirinya […]

  • Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia, SDN Kompleks Cimindi Gelar Peringatan Isra Mi’raj

    Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia, SDN Kompleks Cimindi Gelar Peringatan Isra Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    CIMAHI,RI-  Lingkungan SDN Kompleks Cimindi menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Kamis (5/2/2026). Mengusung tema “Meneladani Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW untuk Membentuk Generasi Beriman, Berakhlak, dan Berprestasi,” acara ini menjadi momentum penguatan karakter bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Sekolah, Lilis Maryati, S.H., S.Pd., Ketua Gugus Mahar […]

  • Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

    Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13 Kota Mojokerto, RI – Pemerintah Kota Mojokerto mencairkan gaji ke-13 bagi 3.692 pegawai dengan total anggaran Rp13,2 miliar. Menariknya, selain PNS, dan PPPK penuh waktu, gaji ke-13 juga diberikan kepada 1.112 PPPK paruh waktu. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memastikan seluruh aparatur […]

  • Kapolsek Menyuke Lakukan Silahturahmi Coolling System Di Kecamatan Menyuke

    Kapolsek Menyuke Lakukan Silahturahmi Coolling System Di Kecamatan Menyuke

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Landak, RI – Pada hari Sabtu Tanggal 28 September 2024 sekitar pukul 09.00 wib Kapolsek Menyuke Ipda Aprianus Sabari Tampe,SH. melaksanakan kegiatan Silaturahmi atau Coolling System menjelang Pilkada Tahun 2024. Silaturahmi atau Coolling System tersebut dilaksanakan terhadap tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh adat, serta tokoh pemuda yang berada di wilayah Kecamatan menyuke dan Banyuke hulu Kabupaten Landak. […]

expand_less